Pilpres AS 2020: Pennslyvania Pun Berganti Arah Angin dan Biden Ganti Memimpin

Kompas.com - 06/11/2020, 21:41 WIB
Tangkap layar posisi suara Georgia hingga Jumat (6/11/2020) pukul 21.34 WIB KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANITangkap layar posisi suara Georgia hingga Jumat (6/11/2020) pukul 21.34 WIB

KOMPAS.com—Pennsylvania pun membiru di perhitungan sementara suara Pilpres AS 2020 yang tinggal menyisakan segelintir suara. 

Merujuk pada live tracking Associated Press yang diakses pada Jumat (6/11/2020) pukul 20.55 WIB, Pennsylvania masih berwarna merah muda untuk keunggulan Donald Trump hingga cakupan suara 97 persen.

Begitu cakupan suara bertambah menjadi 98 persen, arah angin berbalik. Giliran Joe Biden dan Partai Demokrat memimpin.

Terpantau, Biden sementara memimpin di Pennsylvania dengan 49,5 persen suara sementara Trump ada di posisi 49,4 persen suara, dengan selisih pemilih terpantau sekitar 5.000 orang.

Pada Pilpres AS 2016, Trump secara mengejutkan memenangi Pennsylvania, saat berhadapan dengan Hillary Clinton.

Baca juga: Hasil Pilpres AS 2020 Trump vs Biden

Perubahan ini tak berselang lama dengan Georgia yang malah terjadi di cakupan suara 99 persen. Sama-sama mengumpulkan 49,4 persen suara, Trump sebelumnya terus mengungguli Biden di Georgia. Perbedaan "hanya" terpantau dari satuan jumlah pemilih.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari semula Trump didukung oleh 2.500-an pemilih lebih banyak di Georgia, Biden ganti memimpin laju hasil sementara dengan tambahan pemilih tak lebih dari seribu orang. Namun, data dan angka ini pun masih terus bergerak.

Dengan perubahan ini, hasil sementara Pilpres AS 2020 tinggal menyisakan keunggulan Trump di Carolina Utara untuk negara bagian penentu, plus Alaska yang baru terpantau hasil untuk 50 persen suara popular vote

Sebaliknya, Biden sedang berada di atas angin, dengan sementara memimpin di Nevada, Georgia, dan Pennsylvania. Bermodal 264 poin electoral vote yang sudah didapat, Biden sejatinya tinggal butuh 6 suara lagi yang bisa ditutup dari Nevada sebagai basis Demokrat. 

Nevada menjadi sorotan karena lambannya proses penghitungan. Hingga tulisan ini dibuat, cakupan suara yang sudah dihitung di Nevada masih tertahan di 84 persen, tak beranjak dalam 24 jam terakhir. 

Baca juga: Siapa Bilang Presiden AS Dipilih Langsung oleh Rakyat?

Namun, bila Georgia atau Pennsylvania apalagi keduanya dapat dipastikan hasil konklusif untuk Biden, kemenangan sudah pasti di tangan apa pun hasil yang didapat dari Nevada, Carolina Utara, dan Alaska.

Di kubu Trump, Gedung Putih akan dia pertahankan jika dan hanya jika semua suara electoral vote dari empat negara bagian penentu yang belum konklusif bisa dia sapu bersih. Salah satu saja tidak dia menangi, Trump harus mengucap selamat tinggal kepada Gedung Putih.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Pidato di Sidang Umum PBB, Ini Harapan Indonesia kepada Dunia...

Jokowi Pidato di Sidang Umum PBB, Ini Harapan Indonesia kepada Dunia...

Global
Mengenal Tennis For Two, Game Modern Pertama di Dunia

Mengenal Tennis For Two, Game Modern Pertama di Dunia

Global
Di Balik Karakter Mario Bros, Ini Sejumlah Fakta Uniknya

Di Balik Karakter Mario Bros, Ini Sejumlah Fakta Uniknya

Global
Pria Ini Bakar Mobil Bentley agar Dapat Uang Asuransi untuk Bayar Utang Rp 1,7 Miliar

Pria Ini Bakar Mobil Bentley agar Dapat Uang Asuransi untuk Bayar Utang Rp 1,7 Miliar

Global
Seorang Turis Wanita di Hawaii Diburu karena Kartu Vaksinasi Palsu, 'Moderna' Jadi 'Maderna'

Seorang Turis Wanita di Hawaii Diburu karena Kartu Vaksinasi Palsu, "Moderna" Jadi "Maderna"

Global
Misteri Wanita “Inggris” yang Hilang Ingatan di Kroasia Terpecahkan, Ternyata Pernah Sukses

Misteri Wanita “Inggris” yang Hilang Ingatan di Kroasia Terpecahkan, Ternyata Pernah Sukses

Global
Ilmuwan China Klaim Kasus Covid-19 Pertama Muncul di AS Bukan Wuhan

Ilmuwan China Klaim Kasus Covid-19 Pertama Muncul di AS Bukan Wuhan

Global
Human Rights Watch Desak Thailand Tidak Pulangkan Nur Sajat ke Malaysia

Human Rights Watch Desak Thailand Tidak Pulangkan Nur Sajat ke Malaysia

Global
Pemimpin Militer Sudan Tuduh Politisi Sipil Pancing Kudeta

Pemimpin Militer Sudan Tuduh Politisi Sipil Pancing Kudeta

Global
Konten Penyiksaan Hewan di Indonesia Terbanyak Sedunia, Bisakah Kasus Kucing Tayo Mengakhirinya?

Konten Penyiksaan Hewan di Indonesia Terbanyak Sedunia, Bisakah Kasus Kucing Tayo Mengakhirinya?

Global
Bendungan Raksasa Ethiopia, Seluk Beluk dan Kontroversinya

Bendungan Raksasa Ethiopia, Seluk Beluk dan Kontroversinya

Global
Sosok Misterius Brian Laundrie, Tunangan Gabby Petito yang Ikut Menghilang

Sosok Misterius Brian Laundrie, Tunangan Gabby Petito yang Ikut Menghilang

Global
Lahar Terus Mengalir Deras, Letusan Gunung La Palma Bisa Berlangsung Tiga Bulan

Lahar Terus Mengalir Deras, Letusan Gunung La Palma Bisa Berlangsung Tiga Bulan

Global
Sorot Bokong Atlet Putri Saat Tanding, Federasi Panjat Tebing Dunia Dikecam

Sorot Bokong Atlet Putri Saat Tanding, Federasi Panjat Tebing Dunia Dikecam

Global
Kementerian Pertahanan Inggris Lagi-lagi Bocorkan Data Warga Afghanistan yang Membantunya

Kementerian Pertahanan Inggris Lagi-lagi Bocorkan Data Warga Afghanistan yang Membantunya

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.