Topan Molave Terjang Vietnam, 36 Orang Dilaporkan Tewas

Kompas.com - 04/11/2020, 17:48 WIB
Ilustrasi topan Shutterstock/AlexlkyIlustrasi topan

HANOI, KOMPAS.com - Topan Molave telah menewaskan 36 orang dan menyebabkan 46 orang lainnya hilang di Vietnam.

Laporan itu disampaikan oleh Komite Pengarah Pusat untuk Pencegahan dan Pengendalian Bencana Alam Vietnam pada Selasa (3/11/2020) sebagaimana dilansir dari Xinhua.

Kasus kematian yang jumlahnya naik dari 33 orang yang dilaporkan pada Senin (2/11/2020) tersebut dilaporkan di wilayah tengah dan dataran tinggi tengah Vietnam seperti provinsi Quang Nam, Nghe An, Dak Lak, dan Gia Lai.

Sementara itu, sebagian besar kasus korban hilang akibat topan itu dilaporkan di provinsi Quang Nam dan Binh Dinh, menurut komite tersebut.

Baca juga: Setelah Terjang Filipina, Topan Goni Bakal Terpa Laos

Pihak otoritas mengerahkan lebih dari 7.200 orang bersama dengan 103 kendaraan untuk melakukan upaya pencarian dan penyelamatan serta membantu warga setempat pulih dari efek terjangan topan tersebut.

Hingga Senin, 52 komune di provinsi Quang Nam dan Quang Ngai masih mengalami pemadaman listrik.

Selain itu, Topan Goni, topan ke-10 yang akan menerjang Vietnam tahun ini, diperkirakan segera mendarat di wilayah tengah negara tersebut.

Vietnam sendiri dilanda sejumlah topan dan banjir parah pada Oktober, papar kantor berita pemerintah Vietnam News Agency yang mengutip pernyataan dari Pusat Prakiraan Hidrometeorologi Nasional Vietnam pada Selasa.

Baca juga: Filipina Diterjang Topan Terkuat di Dunia, 10 Orang Tewas

Sebelumnya diberitakan otoritas cuaca Laos memperingatkan bahwa Topan Goni berpotensi melanda negara tersebut itu pada Selasa, usai menyapu Filipina.

Prediksi tersebut dilaporkan oleh Departemen Meteorologi dan Hidrologi di bawah naungan Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Laos.

Badan itu mengatakan Topan Goni diperkirakan akan mencapai Vietnam sebelum menghantam Laos antara Selasa dan Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Berhasil Tangani Dampak Topan, Kim Jong Un Puji Anggota Militer

Topan Goni terbentuk di wilayah barat Filipina, dan menerjang wilayah selatan Luzon, pulau utama di negara itu, pada Minggu (1/11/2020) dengan kecepatan hingga 225 kilometer per jam di dekat pusatnya.

Laos selatan sempat dilanda Topan Molave pada Rabu (28/10/2020) pekan lalu, yang menyebabkan angin kencang dan hujan lebat selama berjam-jam, hingga merusak pohon, rumah, dan lahan pertanian.


Sumber Xinhua
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Global
Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Global
Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Global
Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Global
Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Global
Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Global
Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Global
Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Global
WHO: Dunia di Ambang 'Bencana Moral' dalam Distribusi Vaksin Covid-19

WHO: Dunia di Ambang "Bencana Moral" dalam Distribusi Vaksin Covid-19

Global
Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Global
Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Global
 Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Global
Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Global
Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Global
Pekerja Tambang Emas China yang Terjebak Kirim Catatan Sepekan Kemudian, Apa Isinya?

Pekerja Tambang Emas China yang Terjebak Kirim Catatan Sepekan Kemudian, Apa Isinya?

Global
komentar
Close Ads X