Bersepeda 1.000 Km untuk Menikah, Pria Ini Ditangkap dan Dikarantina

Kompas.com - 19/04/2020, 17:16 WIB
Buruh migran menunggu bus di sebuah terminal angkutan umum selama karantina wilayah (lockdown) di New Delhi, India, Minggu (29/3/2020). Pemerintah India pada 24 Maret lalu mulai memberlakukan lockdown selama 21 hari di seluruh wilayah negara itu dalam upaya mengendalikan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/XINHUA/JAVED DARBuruh migran menunggu bus di sebuah terminal angkutan umum selama karantina wilayah (lockdown) di New Delhi, India, Minggu (29/3/2020). Pemerintah India pada 24 Maret lalu mulai memberlakukan lockdown selama 21 hari di seluruh wilayah negara itu dalam upaya mengendalikan penyebaran COVID-19.

LUDHIANA, KOMPAS.com - Seorang pengantin pria di India bersepeda menempuh jarak lebih dari 1.000 km kembali ke kampung halamannya untuk menikah.

Tetapi begitu dia sampai dan siap menyunting pujaan hati, Sonu Kumar Chouhan dihentikan polisi dan dikarantina sebelum berucap "saya bersedia".

Baca juga: Ibu di India Lempar 5 Anaknya ke Sungai Gangga karena Kecewa dengan Suami

Dilansir CNN Minggu (19/4/2020), pekerja pabrik berusia 24 tahun itu awalnya sudah menetapkan tanggal pernikahan pada 15 Aprl.

Tetapi, lockdown yang diberlakukan pemerintah India pada Maret lalu membuat dia terperangkap di kota tempatnya bekerja di Ludhiana, Punjab.

Sementara gedung yang menjadi tempatnya menikah terletak di Maharajgunj, Negara Bagian Uttar Pradesh, yang berjarak 1.000 km.

"Setelah berdiskusi bersama teman, kami memutuskan menempuh perjalanan 1.000 km sambil bersedia," ujar Chouhan yang mengaku berangkat bersama tiga temannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menerangkan, mereka mengayuh sepeda selama siang dan malam, sepekan penuh, agar bisa sampai tepat waktu ke lokasi pernikahan.

Chouhan mengisahkan kisahnya harus berakhir ketika mereka dihentikan polisi di Distrik Balrampur, dua hari sebelum dia menikah.

"Jika saja kami bisa menempuh 150 km lagi, maka saya akan menikah. Tetapi pihak berwajib tidak mengizinkan saya melanjutkan perjalanan," terangnya.

Keempat pria itu kemudian dikarantina di fasilitas milik pemerintah, dan bakal dilepaskan jika selama 14 hari tak menunjukkan gejala virus corona.

Pemerintah India mengumumkan lockdown total bagi 1,3 miliar warganya pada 24 Maret, dan direncanakan berakhir 3 Mei mendatang.

Baca juga: India Perpanjang Lockdown Virus Corona hingga 3 Mei

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Sumber CNN
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelamat Hewan Kaget Temukan 92 Ular Derik Bersembunyi di Bawah Rumah

Penyelamat Hewan Kaget Temukan 92 Ular Derik Bersembunyi di Bawah Rumah

Global
Kali Pertama, Rusia Laporkan 1.002 Kematian akibat Covid-19 dalam Sehari

Kali Pertama, Rusia Laporkan 1.002 Kematian akibat Covid-19 dalam Sehari

Global
Maling di Australia Curi Sepeda Motor Pakai Traktor Sawah

Maling di Australia Curi Sepeda Motor Pakai Traktor Sawah

Global
China Uji Rudal Hipersonik Berkemampuan Nuklir, AS Terkejut

China Uji Rudal Hipersonik Berkemampuan Nuklir, AS Terkejut

Global
Iran Tunda Lagi Eksekusi Tahanan yang Dipenjara Sejak Usia 17 Tahun

Iran Tunda Lagi Eksekusi Tahanan yang Dipenjara Sejak Usia 17 Tahun

Global
Shalat Subuh Pertama Tanpa Jaga Jarak, Arab Saudi Izinkan Masjidil Haram Kapasitas Penuh

Shalat Subuh Pertama Tanpa Jaga Jarak, Arab Saudi Izinkan Masjidil Haram Kapasitas Penuh

Global
Diintimidasi Taliban, Maskapai Pakistan Hentikan Operasi ke Kabul

Diintimidasi Taliban, Maskapai Pakistan Hentikan Operasi ke Kabul

Global
Mantan Gubernur dan Beberapa Kroninya di Bank Sentral Iran Dihukum Penjara

Mantan Gubernur dan Beberapa Kroninya di Bank Sentral Iran Dihukum Penjara

Global
Masjid Syiah Terus Jadi Target Serangan, Taliban Berjanji Tingkatkan Keamanan

Masjid Syiah Terus Jadi Target Serangan, Taliban Berjanji Tingkatkan Keamanan

Global
Intelijen AS: Korut Bakal Uji Coba Rudal Balistik Tahun Depan

Intelijen AS: Korut Bakal Uji Coba Rudal Balistik Tahun Depan

Global
Alat Setrum Kelamin dan Kursi Hukuman, Cara China Siksa Tahanan Menurut Mantan Perwiranya

Alat Setrum Kelamin dan Kursi Hukuman, Cara China Siksa Tahanan Menurut Mantan Perwiranya

Global
Jenderal Min Aung Hlaing, Junta Militer Myanmar Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Jenderal Min Aung Hlaing, Junta Militer Myanmar Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Global
Setelah Unggah Video Mengaku Dapat Ancaman, Wanita Qatar Ini Hilang Secara Misterius

Setelah Unggah Video Mengaku Dapat Ancaman, Wanita Qatar Ini Hilang Secara Misterius

Global
Kemenlu Verifikasi Dugaan Staf KJRI Los Angeles Aniaya ART yang Disorot Media AS

Kemenlu Verifikasi Dugaan Staf KJRI Los Angeles Aniaya ART yang Disorot Media AS

Global
Kematian Harian Covid-19 Rusia Lampaui 1.000 Jiwa untuk Pertama Kalinya

Kematian Harian Covid-19 Rusia Lampaui 1.000 Jiwa untuk Pertama Kalinya

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.