Karena Virus Corona, Ratu Elizabeth II Batalkan Pesta Ulang Tahun

Kompas.com - 19/04/2020, 14:15 WIB
Ratu Elizabeth II tampil dengan pakaian terang berwarna turquoise, yang dipadankan dengan kalung mutiara dan bros berlian yang bermata sewarna dengan bajunya. REPRO BIDIK LAYAR VIA express.co.ukRatu Elizabeth II tampil dengan pakaian terang berwarna turquoise, yang dipadankan dengan kalung mutiara dan bros berlian yang bermata sewarna dengan bajunya.

LONDON, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya dalam 68 tahun, Ratu Elizabeth II tak merayakan pesta ulang tahun dengan tradisi tembakan meriam kehormatan.

Berdasarkan keterangan sumber internal istana, Ratu merasa dia tidak pantas untuk merayakannya di tengah pandemi virus corona.

Istana diprediksi merayakan ulang tahun Ratu Elizabeth II ke-94 pada 21 April di media sosial, dengan percakapan video atau telepon dengan anggota keluarga bakal dirahasiakan.

Baca juga: Momen Langka, Inilah 4 Pidato Kenegaraan Ratu Elizabeth II Selama 68 Tahun Bertakhta

Trooping the Colour, parade tradisional yang digelar pada pertengahan Juni juga untuk merayakan ulang tahun Ratu bakal ditiadakan.

Dilansir CNN Sabtu (18/4/2020), tradisi perayaan bagi pemimpin monarki Inggris itu pertama kali dilaksanakan di era Raja George II, 1748 silam.

Ratu yang juga panglima tertinggi angkatan bersenjata Inggris nantinya berkesempatan untuk melakukan pemeriksaan pasukan kehormatan.

Parade tersebut biasanya digelar dari Istana Buckingham hingga ke Mall dengan Parade Pasukan Berkuda, dengan anggota kerajaan menaiki kuda atau di kereta.

Tahun lalu, perayaan itu dimeriahkan oleh lebih dari 200 ekor kuda, 400 musisi, dan sekitar 1.400 petugas Kerajaan Inggris.

Sumber istana menerangkan, sejauh ini belum ada rencana alternatif untuk merayakan ulang tahun Ratu Elizabeth II di tengah wabah virus corona.

Ratu yang berkuasa sejak 6 Februari 1952 itu dalam sebuah momen langka tampil di televisi, dan menyerukan persatuan untuk menghadapi pandemi.

Hingga Sabtu waktu setempat, London sudah mengumumkan 114.217 kasus penularan Covid-19, dengan setidaknya 15.464 meninggal.

Perdana Menteri Boris Johnson termasuk dalam salah satu pasien positif, di mana kondisinya dilaporkan sempat memburuk pada 6 April.

Dia kemudian diizinkan pulang dari rumah sakit pada 12 April. Selain Johnson, Pangeran Charles juga terpapar virus corona.

Baca juga: Beri Pidato di Tengah Virus Corona, Ratu Elizabeth II: Kita Akan Menang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Xi Jinping Telepon Jokowi, Bahas Apa?

Xi Jinping Telepon Jokowi, Bahas Apa?

Global
Dilema Warga Pasca Erupsi Gunung di La Palma, Bergulat dengan Tumpukan Abu

Dilema Warga Pasca Erupsi Gunung di La Palma, Bergulat dengan Tumpukan Abu

Global
20 Miliarder Baru Muncul di Asia Akibat Pandemi Covid-19

20 Miliarder Baru Muncul di Asia Akibat Pandemi Covid-19

Global
Ribuan Paket Robek Penuhi Jalur Kereta AS, Masalah Pencurian Kontainer Kargo Terungkap

Ribuan Paket Robek Penuhi Jalur Kereta AS, Masalah Pencurian Kontainer Kargo Terungkap

Global
Ingin Kembali Dapat Perlindungan Polisi Inggris, Pangeran Harry Ajukan Tuntutan Hukum

Ingin Kembali Dapat Perlindungan Polisi Inggris, Pangeran Harry Ajukan Tuntutan Hukum

Global
Pelaku Penyanderaan Sinagoga di AS Sempat Tuntut 'Lady Al-Qaeda' Dibebaskan dari Penjara

Pelaku Penyanderaan Sinagoga di AS Sempat Tuntut 'Lady Al-Qaeda' Dibebaskan dari Penjara

Global
Filipina Borong 32 Helikopter Black Hawk Senilai Rp 8,8 Triliun

Filipina Borong 32 Helikopter Black Hawk Senilai Rp 8,8 Triliun

Global
Kecanduan Gula dan 'Junk Food', Ribuan Monyet Makin Agresif Teror Kota di Thailand

Kecanduan Gula dan "Junk Food", Ribuan Monyet Makin Agresif Teror Kota di Thailand

Global
 Separuh Dunia Terdampak, Kenapa Letusan Gunung Berapi Tonga Begitu Dahsyat?

Separuh Dunia Terdampak, Kenapa Letusan Gunung Berapi Tonga Begitu Dahsyat?

Global
Pria India Ciptakan Gambar Terbesar di Dunia, Luasnya Capai 629 Meter Persegi

Pria India Ciptakan Gambar Terbesar di Dunia, Luasnya Capai 629 Meter Persegi

Global
Ini Tanggapan Novak Djokovic Setelah Kalah Banding dan Akan Dideportasi dari Australia

Ini Tanggapan Novak Djokovic Setelah Kalah Banding dan Akan Dideportasi dari Australia

Global
Iseng Buka Google Maps, Pria Ini Tak Sengaja Temukan Objek Mirip UFO

Iseng Buka Google Maps, Pria Ini Tak Sengaja Temukan Objek Mirip UFO

Global
Rasakan Sensasi Kemasukan Air, Telinga Pria Ini Ternyata Kemasukan Kecoa

Rasakan Sensasi Kemasukan Air, Telinga Pria Ini Ternyata Kemasukan Kecoa

Global
Kalah Banding, Novak Djokovic Akan Dideportasi dan Batal Tampil di Australia Open

Kalah Banding, Novak Djokovic Akan Dideportasi dan Batal Tampil di Australia Open

Global
Menlu Kanada Akan Kunjungi Ukraina, Bertekad untuk Cegah Agresi Rusia

Menlu Kanada Akan Kunjungi Ukraina, Bertekad untuk Cegah Agresi Rusia

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.