Kompas.com - 22/06/2020, 15:38 WIB
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito saat menjadi inspektur upacara di SMPN 6 Kota Magelang, Jawa Tengah, sebelum pandemi Covid-19. Dok Prokompim Kota MagelangWali Kota Magelang Sigit Widyonindito saat menjadi inspektur upacara di SMPN 6 Kota Magelang, Jawa Tengah, sebelum pandemi Covid-19.

KOMPAS.com - Pemerintah Kota Magelang mencairkan dana hibah senilai Rp 9.422.937.000 kepada sekolah tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Magelang.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menyerahkan dana hibah tersebut secara simbolis kepada perwakilan TK, SD, dan SMP di Pendopo Pengabdian, kompleks rumah dinas Wali Kota, Jumat (19/6/2020).

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang Wawan Setiadi menjelaskan, hibah yang berasal dari APBD Kota Magelang tahun 2020 itu bertujuan membantu kebutuhan operasional sekolah, sesuai Perda Kota Magelang Nomor 12 Tahun 2019.

Baca juga: Lampaui 300.000 Pendaftar Per Hari, Jateng Tambah Akses PPDB 2020, Ini Tautannya

Jumlah bantuan

Wawan merincikan, untuk TK diberikan kepada 56 sekolah dengan total hibah Rp 2.980.500.000. Kemudian, untuk SD diberikan kepada 16 sekolah senilai Rp 1.844.461.000, dan SMP kepada 10 sekolah senilai Rp 2.111.476.000.

“Bantuan hibah berupa uang ini untuk operasional sekolah, dengan total hibah hari ini yang diberikan Rp 6.054.437.000,” ujar Wawan dikutip dari Jatengprov.

Selain itu, Pemkot Magelang juga akan memberikan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) sebagai dana penampingan bagi PAUD sejumlah Rp 963 juta. Hal yang sama juga diberikan kepada Kelompok Bermain (KB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Bantuan untuk PAUD, KB, dan PKBM mencapai Rp 3.368.500.000, akan diserahkan pada Senin (22/6/2020). Dengan demikian, total hibah yang diberikan Pemkot Magelang untuk sekolah mencapai Rp 9.422.937.000,” ungkap Wawan.

Bantuan di tengah pandemi

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menyampaikan, bantuan hibah diharapkan bisa digunakan sebaik-baiknya sebagaimana mestinya. Apalagi, di tengah pandemi Covid-19 ini, pendapatan Pemkot Magelang turun drastis.

Walau begitu, pihaknya tidak lantas membebani rakyat, dengan membebaskan beberapa penarikan retribusi, serta meringankan biaya PDAM dan PBB. Termasuk tidak memotong gaji dan hibah untuk pendidikan.

“Walaupun anggaran dipangkas untuk penanganan Covid-19 sampai Rp 137 miliar, tapi kami tetap mempertahankan yang menyangkut hak/pendapatan rakyat, seperti gaji, TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai), termasuk hibah ini tidak dipotong,” kata Sigit.

Sigit berharap, bantuan ini tidak dilihat besarannya, tapi merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memajukan pendidikan di Kota Magelang.

Ia juga berpesan kepada para pendidik di tengah pandemi ini untuk tetap memberi perhatian kepada anak didik, serta menjaga kebersihan dan keamanan sekolah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X