Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[HOAKS] Kades di NTB Diamuk Massa karena Lakukan Kecurangan Pemilu

Kompas.com - 12/03/2024, 10:01 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Sebuah video menarasikan, seorang kepala desa (kades) di Nusa Tenggara Barat (NTB) diamuk warga karena melakukan kecurangan di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks. 

Narasi yang beredar

Narasi soal kades di NTB diamuk massa karena melakukan kecurangan pemilu dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini. dan ini.

Akun tersebut membagikan video yang menampilkan sejumlah orang terlibat kericuhan. Salah satu akun menuliskan keterangan demikian:

*AMUK MASSA PADA KEPALA DESA*
*Kejadian di NTB,, pemiCu nya masyarakat protes kecurangan 02....* ?? Yang Curang Pasti Dapat Balasan.

Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut seorang Kades di NTB diamuk massa karena lakukan pelanggaran pemiluAkun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut seorang Kades di NTB diamuk massa karena lakukan pelanggaran pemilu

Penelusuran Kompas.com

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten kericuhan tersebut identik dengan video di kanal YouTube Antara TV ini, yang diunggah pada 23 Februari 2024.

Antara memberitakan peristiwa seorang Kades Foya Tobaru bernama Yusuf diserang oleh warga.

Foya Tobaru terletak di Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Dilansir Kompas TV, kejadian tersebut terjadi pada 22 Februari 2024. Kericuhan diduga karena dana bantuan langsung tunai (BLT) belum turun dan gaji kaur yang berasal dari dana desa belum dibayarkan.

Selain memukuli Yusuf, warga juga mengubrak-abrik peralatan kantor dan beradu jotos dengan staf desa. Akibat kejadian itu, sejumlah orang mengalami luka-luka.

Kesimpulan

Narasi soal kades di NTB diamuk massa karena melakukan kecurangan pemilu adalah hoaks.

Video tersebut merekam peristiwa warga Desa Foya Tobaru, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara menyerang sang kepala desa bernama Yusuf.

Kericuhan diduga karena dana BLT belum turun dan gaji kaur yang berasal dari dana desa belum dibayarkan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mengenang Kontroversi Sex Pistols Saat Rilis Lagu 'God Save the Queen'...

Mengenang Kontroversi Sex Pistols Saat Rilis Lagu "God Save the Queen"...

Sejarah dan Fakta
[HOAKS] Rumah Sakit Sri Ratu Medan Ditutup Sementara

[HOAKS] Rumah Sakit Sri Ratu Medan Ditutup Sementara

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Benarkah Sebar Bibit Ikan Lele ke Saluran Air Cegah DBD ?

CEK FAKTA: Benarkah Sebar Bibit Ikan Lele ke Saluran Air Cegah DBD ?

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Foto Keanu Reeves Bawa Lari Kamera Paparazi Merupakan Adegan Film

[KLARIFIKASI] Foto Keanu Reeves Bawa Lari Kamera Paparazi Merupakan Adegan Film

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Benarkah Gim Daring Meningkatkan Kasus Kriminal Anak?

CEK FAKTA: Benarkah Gim Daring Meningkatkan Kasus Kriminal Anak?

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Ruben Onsu Meninggal Dunia pada 19 Mei 2024

[HOAKS] Ruben Onsu Meninggal Dunia pada 19 Mei 2024

Hoaks atau Fakta
Cek Fakta Sepekan: Hoaks Putin ke Pemakaman Raisi | Denda Pengobatan Alternatif

Cek Fakta Sepekan: Hoaks Putin ke Pemakaman Raisi | Denda Pengobatan Alternatif

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Foto Donald Trump Berseragam Tentara, Hasil Manipulasi AI

INFOGRAFIK: Foto Donald Trump Berseragam Tentara, Hasil Manipulasi AI

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Luhut Klaim Proyek Kereta Cepat Layak Dilanjutkan sampai Surabaya

CEK FAKTA: Luhut Klaim Proyek Kereta Cepat Layak Dilanjutkan sampai Surabaya

Hoaks atau Fakta
Memahami Bias Konfirmasi dalam Penyebaran Misinformasi...

Memahami Bias Konfirmasi dalam Penyebaran Misinformasi...

Hoaks atau Fakta
Tidak benar Satelit Cuaca Dimatikan Saat Kecelakaan Presiden Iran

Tidak benar Satelit Cuaca Dimatikan Saat Kecelakaan Presiden Iran

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Jakarta Masih Ibu Kota sampai Ada Keppres Pemindahan

[KLARIFIKASI] Jakarta Masih Ibu Kota sampai Ada Keppres Pemindahan

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Foto Helikopter Presiden Iran Terbakar di Udara, Simak Bantahannya

INFOGRAFIK: Hoaks Foto Helikopter Presiden Iran Terbakar di Udara, Simak Bantahannya

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video Putin dalam Pesawat Menuju Pemakaman Presiden Iran

[HOAKS] Video Putin dalam Pesawat Menuju Pemakaman Presiden Iran

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Hoaks Foto Perlihatkan Puing Sirip Helikopter Presiden Iran yang Jatuh

INFOGRAFIK: Hoaks Foto Perlihatkan Puing Sirip Helikopter Presiden Iran yang Jatuh

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com