Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

CEK FAKTA: Sekjen PDI-P Sebut Dugaan Kecurangan Pilpres 2024 Bisa Terjadi Lagi di Pilkada

Kompas.com - 24/04/2024, 17:34 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, dugaan kecurangan dalam Pemilihan Presiden 2024 bisa terulang pada Pemilihan Kepala Daerah 2024 yang dilakukan secara serentak.

Hasto mencontohkan, dugaan kecurangan pada Pilpres 2024 yang bisa terulang dalam Pilkada 2024 misalnya intimidasi dan mobilisasi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.

"Apakah itu harus kita diamkan? Lalu bagaimana tanggung jawab kita terhadap masa depan, karena nanti kalau ini direplikasi di dalam Pilkada sama saja pemilu tidak ada gunanya kembali," ujar Hasto Jumat (12/4/2024) seperti diberitakan Kompas.com.

Menurut Hasto, aksi intimidasi itu tidak hanya menyasar satu pihak saja tetapi juga melanda berbagai kalangan, seperti pers hingga para guru besar.

"Ketika kepala desa diintimidasi, kepala daerah diintimidasi, legislatif bahkan insan pers juga diintimidasi, guru besar diintimidasi, mahasiswa diintimidasi apakah ini kita biarkan? Jadi gotong royong ini dalam rangka membangun hal yang baik, bukan gotong royong di dalam mengintimidasi," ucap dia.

Bagaimana faktanya ?

Dugaan kecurangan pemilu sudah ramai beredar sebelum tahap pencoblosan Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024.

Kelompok masyarakat sipil seperti Indonesia Corruption Watch (ICW), Themis Indonesia, dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencermati sejumlah kejanggalan dan kontroversi pada setiap tahapan, misalnya sejak penunjukan penjabat kepala daerah, proses pencalonan, hingga kampanye

Adapun dugaan kecurangan pemilu yang menjadi catatan tiga lembaga itu antara lain penyalahgunaan fasilitas negara, netralitas pejabat negara, netralitas penyelenggara pemilu, politik uang, hingga politik uang.

Catatan tiga lembaga terkait dugaan kecurangan pemilu itu bisa dilihat dalam tautan ini.

Kemudian, ICW dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) juga membuat catatan mengenai pelaksanaan Pemilu 2024 setelah dilakukan pencoblosan.

ICW dan Kontras menyoroti mengenai kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dinilai gagal memberikan keterbukaan informasi dana kampanye kepada publik.

Kemudian, KPU juga dinilai gagal dalam menghadirkan keterbukaan informasi penghitungan suara dalam portal informasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

Di satu sisi, dugaan kecurangan menjadi ramai di media sosial karena sejumlah laporan adanya perbedaan hasil penghitungan di tempat pemungutan suara (TPS) dengan Sirekap. 

Intimidasi dan kekerasan, seperti yang disinggung Hasto, juga menjadi salah satu sorotan ICW dan Kontras. Meski demikian, aksi intimidasi dan kekerasan ini juga dilakukan oleh pendukung salah satu calon kepada pendukung calon lain.

ICW dan Kontras juga menemukan 310 peristiwa dugaan kecurangan. Bentuk dugaan kecurangan itu antara lain pelanggaran netralitas, manipulasi suara, penggunaan fasilitas negara oleh kandidat, politik uang, hingga bentuk-bentuk kecurangan lainnya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Menilik Pelarangan TikTok di Sejumlah Negara, dari Asia sampai Eropa

Menilik Pelarangan TikTok di Sejumlah Negara, dari Asia sampai Eropa

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Benarkah Pinocchio Dibuat dari Kulit dan Rambut Budak?

INFOGRAFIK: Benarkah Pinocchio Dibuat dari Kulit dan Rambut Budak?

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Sandra Dewi dan Harvey Moeis Divonis Hukuman Mati

[HOAKS] Sandra Dewi dan Harvey Moeis Divonis Hukuman Mati

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Harimau Mati Tertabrak Kendaraan di Tol Pekanbaru-Dumai

[HOAKS] Harimau Mati Tertabrak Kendaraan di Tol Pekanbaru-Dumai

Hoaks atau Fakta
[VIDEO] Beredar Hoaks Guinea Didiskualifikasi dari Olimpiade

[VIDEO] Beredar Hoaks Guinea Didiskualifikasi dari Olimpiade

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Manipulasi Foto Roosevelt Memburu Triceratops Terakhir

INFOGRAFIK: Manipulasi Foto Roosevelt Memburu Triceratops Terakhir

Hoaks atau Fakta
Kompilasi Konten Politik yang Dibuat dengan AI Generatif

Kompilasi Konten Politik yang Dibuat dengan AI Generatif

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Mantan PM Jepang Dibunuh karena Tidak Patuh pada WEF

[HOAKS] Mantan PM Jepang Dibunuh karena Tidak Patuh pada WEF

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Prabowo-Gibran Batal Dilantik oleh MPR

[HOAKS] Prabowo-Gibran Batal Dilantik oleh MPR

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Foto Ular Raksasa di Carolina Selatan

[HOAKS] Foto Ular Raksasa di Carolina Selatan

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Warga Rafah Bikin Video Rekayasa Serangan Israel

[HOAKS] Warga Rafah Bikin Video Rekayasa Serangan Israel

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Presiden FIFA Minta Laga Indonesia Vs Guinea Diulang

[HOAKS] Presiden FIFA Minta Laga Indonesia Vs Guinea Diulang

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Undian Berhadiah 30 Motor dalam Rangka Ulang Tahun

[HOAKS] Undian Berhadiah 30 Motor dalam Rangka Ulang Tahun

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video Wawancara Raffi Ahmad soal Situs Judi

[HOAKS] Video Wawancara Raffi Ahmad soal Situs Judi

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video Ustaz Solmed Promosikan Situs Judi

[HOAKS] Video Ustaz Solmed Promosikan Situs Judi

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com