Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

INFOGRAFIK: Beredar Video Hoaks Aksi Demo Pendukung Hak Angket Dibubarkan Aparat

Kompas.com - 07/03/2024, 13:26 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

KOMPAS.com - Indonesia telah melewati tahapan pemungutan suara atau pencoblosan dalam Pemilihan Umum 2024, yang dilakukan pada 14 Februari lalu.

Meski begitu, Pemilu 2024 diwarnai sejumlah kejanggalan. Hal ini menyebabkan munculnya dugaan terjadi kecurangan untuk memenangkan salah satu pasangan calon dalam Pilpres 2024.

Selain itu, sorotan juga muncul terhadap penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang digunakan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Beberapa kali Sirekap tidak bisa diakses publik, sehingga memunculkan berbagai pertanyaan terkait independensi dan transparansi KPU.

Sejumlah anggota DPR kemudian mulai menyuarakan penggunaan hak angket untuk mengusut sejumlah kejanggalan dalam Pemilu 2024.

Kemudian, muncul pro dan kontra terkait penggunaan hak angket untuk menelusuri dugaan kecurangan Pemilu 2024. Aksi demonstrasi untuk mendukung dan menolak hak angket pun bermunculan.

Di media sosial juga mulai beredar sejumlah unggahan terkait hak angket. Akan tetapi, ada sejumlah unggahan yang memiliki informasi keliru.

Salah satunya adalah unggahan dengan narasi yang menyatakan bahwa aksi demonstrasi mendukung hak angket itu dibubarkan secara paksa oleh aparat keamanan.

Unggahan video itu memperlihatkan aksi demonstrasi mahasiswa yang dihalau. Keterangan tertulis dalam video menyatakan bahwa aksi demonstrasi itu dibubarkan polisi.

Namun, video itu diketahui memperlihatkan peristiwa yang terjadi pada aksi demonstrasi mahasiswa yang terjadi pada 2019.

Saat itu terjadi aksi besar yang dilakukan mahasiswa untuk menuntut pembatalan pengesahan UU KPK, menolak RKUHP, serta sejumlah tuntutan bertajuk "Reformasi Dikorupsi".

Video itu tidak memperlihatkan aksi demonstrasi pada awal Maret 2024.

Simak penjelasannya dalam infografik berikut ini:

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Cek Fakta Kompascom (@cekfakta.kompascom)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[HOAKS] Presiden Iran Selamat dari Kecelakan Helikopter

[HOAKS] Presiden Iran Selamat dari Kecelakan Helikopter

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Benarkah Oposisi Tak Lagi Dibutuhkan dalam Pemerintahan?

CEK FAKTA: Benarkah Oposisi Tak Lagi Dibutuhkan dalam Pemerintahan?

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Isu Lama, Produk Bayi Mengandung Bahan Penyebab Kanker

[KLARIFIKASI] Isu Lama, Produk Bayi Mengandung Bahan Penyebab Kanker

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Suporter Indonesia Kumandangkan Takbir Jelang Laga Lawan Irak

[HOAKS] Suporter Indonesia Kumandangkan Takbir Jelang Laga Lawan Irak

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Bansos Tunai Rp 175 Juta Mengatasnamakan Kemensos

[HOAKS] Bansos Tunai Rp 175 Juta Mengatasnamakan Kemensos

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Foto Ini Bukan Pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi

[KLARIFIKASI] Foto Ini Bukan Pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Modus Baru Mencampur Gorengan dengan Narkoba

[HOAKS] Modus Baru Mencampur Gorengan dengan Narkoba

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Aturan Pelarangan TikTok di Berbagai Negara, Simak Alasannya

INFOGRAFIK: Aturan Pelarangan TikTok di Berbagai Negara, Simak Alasannya

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Beredar Hoaks Kenaikan Tarif Listrik, Simak Bantahannya

INFOGRAFIK: Beredar Hoaks Kenaikan Tarif Listrik, Simak Bantahannya

Hoaks atau Fakta
Toni Kroos dan Cerita Sepatu Istimewanya...

Toni Kroos dan Cerita Sepatu Istimewanya...

Data dan Fakta
[KLARIFIKASI] Konteks Keliru Terkait Video Helikopter Medevac AS

[KLARIFIKASI] Konteks Keliru Terkait Video Helikopter Medevac AS

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Penerapan Denda Rp 500 Juta pada Pengobatan Alternatif

[HOAKS] Penerapan Denda Rp 500 Juta pada Pengobatan Alternatif

Hoaks atau Fakta
Fakta-fakta Terkait Insiden Turbulensi Pesawat Singapore Airlines

Fakta-fakta Terkait Insiden Turbulensi Pesawat Singapore Airlines

Data dan Fakta
[KLARIFIKASI] Konteks Keliru soal Video Ronaldo Sapa Suporter Timnas Indonesia

[KLARIFIKASI] Konteks Keliru soal Video Ronaldo Sapa Suporter Timnas Indonesia

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video Detik-detik Helikopter Presiden Iran Jatuh

[HOAKS] Video Detik-detik Helikopter Presiden Iran Jatuh

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com