Kompas.com - 23/11/2022, 10:40 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

KOMPAS.com - Saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, beredar kabar bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah atau RSUP Sanglah di Denpasar.

Beberapa media dan informasi yang beredar di medai sosial menarasikan bahwa dia sedang dirawat.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, ada yang perlu dilusurkan dari narasi tersebut.

Narasi yang beredar

Kabar di media sosial menarasikan bahwa Menlu Rusia Sergei Lavrov dilarikan ke RSUP Sanglah, disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

Ia disebut langsung dilarikan ke rumah sakit beberapa saat setelah tiba di Bali.

Berikut narasi yang diunggah salah satu akun pada Senin (14/11/2022):

Kabarnya Menlu Rusia dilarikan ke rumah sakit stlh bbrp saat tiba di Bali, Indonesia.

Akun lainnya bahkan mengaitkan kabar Menlu Rusia yang masuk rumah sakit, dengan ketakutan akan pembalasan terhadap Rusia.

"Sekarang Lae Lavrov kabarnya sakit. Apa kamu ngga dag-dig-dug juga? Gimana kalau Om Putin menyalahkan Indonesia. Kemudian memutuskan mengirim Tsar Bomba ke Negara kita? Konon Tsar Bomba itu ledakannya 3,800 kali kekuatan Bom Hiroshima. Daya ledaknya merusak sampai 1000 kilometer lebih. Cebong, Kampret, Kadrun, Kidrun dan semua jenis bisa punah bersamaan!" tulisnya.

Tangkapan layar unggahan dengan narasi keliru di sebuah akun Facebook, Senin (14/11/2022), soal narasi masalah kesehatan Menlu Rusia Sergei Lavrov hingga dilarikan ke RSUP Sanglah.akun Facebook Tangkapan layar unggahan dengan narasi keliru di sebuah akun Facebook, Senin (14/11/2022), soal narasi masalah kesehatan Menlu Rusia Sergei Lavrov hingga dilarikan ke RSUP Sanglah.
Penelusuran Kompas.com

Menlu Rusia Sergei Lavrov tiba di Bali pada Senin (14/8/2022). Gubernur Bali I Wayan Koster mengonfirmasi bahwa Lavrov memang sempat ke RSUP Sanglah.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[VIDEO] Hoaks! Tabung Elpiji Bisa Meledak jika Digoyang-goyangkan

[VIDEO] Hoaks! Tabung Elpiji Bisa Meledak jika Digoyang-goyangkan

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Perempuan yang Bersalaman dengan Jokowi di Bali Dibayar Rp 300.000

[HOAKS] Perempuan yang Bersalaman dengan Jokowi di Bali Dibayar Rp 300.000

Hoaks atau Fakta
UNESCO Tetapkan Baguette Khas Perancis Jadi Warisan Budaya Tak Benda

UNESCO Tetapkan Baguette Khas Perancis Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Data dan Fakta
[KLARIFIKASI] Piala Dunia U20 Tidak Terancam Batal karena Acara Relawan di GBK

[KLARIFIKASI] Piala Dunia U20 Tidak Terancam Batal karena Acara Relawan di GBK

Hoaks atau Fakta
Perlindungan Data Pribadi Akan Jadi Perhatian pada Pemilu 2024

Perlindungan Data Pribadi Akan Jadi Perhatian pada Pemilu 2024

Data dan Fakta
[HOAKS] Elon Musk Akan Beli Snapchat

[HOAKS] Elon Musk Akan Beli Snapchat

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Ganjar Bentangkan Kain Ulos, Bukan Syal Bendera LGBT

[KLARIFIKASI] Ganjar Bentangkan Kain Ulos, Bukan Syal Bendera LGBT

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Inggris Ingin Menghilangkan Indonesia dari Peta Dunia

[HOAKS] Inggris Ingin Menghilangkan Indonesia dari Peta Dunia

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Iran Melancarkan Serangan Rudal ke Australia

[HOAKS] Iran Melancarkan Serangan Rudal ke Australia

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Qatar Menolak Pesawat Jerman karena Simbol LGBT

[HOAKS] Qatar Menolak Pesawat Jerman karena Simbol LGBT

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Beredar Hoaks Suporter Jepang Sengaja Meninggalkan Sampah

INFOGRAFIK: Beredar Hoaks Suporter Jepang Sengaja Meninggalkan Sampah

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Angin Puting Beliung Pascagempa Cianjur

[HOAKS] Angin Puting Beliung Pascagempa Cianjur

Hoaks atau Fakta
Berkaca dari Pemilu Filipina 2022, Upaya Reinterpretasi Sejarah Perlu Jadi Perhatian Serius

Berkaca dari Pemilu Filipina 2022, Upaya Reinterpretasi Sejarah Perlu Jadi Perhatian Serius

Data dan Fakta
INFOGRAFIK: Sejumlah Pemain Bintang Cedera, Perancis Berupaya Pertahankan Gelar

INFOGRAFIK: Sejumlah Pemain Bintang Cedera, Perancis Berupaya Pertahankan Gelar

Data dan Fakta
AMSI: Hulu Produsen Hoaks di Indonesia Belum Dapat Dilacak

AMSI: Hulu Produsen Hoaks di Indonesia Belum Dapat Dilacak

Hoaks atau Fakta
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.