Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Heru Margianto
Managing Editor Kompas.com

Wartawan Kompas.com. Meminati isu-isu politik dan keberagaman. Penikmat bintang-bintang di langit malam. 

Kebrutalan Impersonasi Dokter Terawan dalam Iklan Produk Kesehatan Menyesatkan di Facebook dan Instagram

Kompas.com - 31/03/2024, 11:09 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

BARU-baru ini suplemen penurun kolesterol yang beredar di Jepang ditarik dari peredaran karena empat orang dilaporkan tewas setelah mengonsumsinya.

Produsen suplemen itu, Kobayashi Pharmaceutical, menarik tiga merek suplemen mereka, yakni "Beni Koji Choleste Help" dan dua produk lainnya.

Ketiganya mengandung bahan yang disebut beras ragi merah, atau "beni koji", yang diharapkan dapat membantu menurunkan kolesterol.

Baca juga: Tambah 2 Korban, Total Kematian akibat Suplemen Jepang Jadi 4 Orang

Di Indonesia, iklan-iklan menyesatkan tentang produk kesehatan beredar luas di platform Meta, Facebook dan Instagram, seolah tanpa kendali.

Disebut menyesatkan karena iklan-iklan itu dibuat dari potongan video curian yang kemudian di-generate dengan teknologi artificial intelligence dan dipublikasikan dengan narasi palsu.

Memang belum ada berita soal korban jiwa seperti di Jepang. Namun, apakah kita perlu menunggu korban jiwa untuk bergerak memberantas iklan-iklan menyesatkan ini? Layakkah produknya dipercaya jika iklannya amat brutal menampilkan kebohongan?

Aparat berwenang, bergeraklah.

Video-video iklan itu mengimpersonasi sejumlah tokoh dan pesohor Indonesia, juga media arus utama.

Impersonasi merupakan salah satu teknik yang banyak digunakan dalam memproduksi informasi sesat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, impersonasi berarti akting aktor yang menirukan gerak-gerak seseorang di kehidupan sehari-hari.

Dalam Practical Guide to Prebunking Misinformation yang diterbitkan University of Cambridge, BBC Medi Action, dan Jigsaw, disebutkan, impersonasi merupakan salah satu teknik dari 9 teknik misinformasi.

Delapan teknik lainnya adalah manipulasi emosi, polarisasi, teori konspirasi, menyerang personal, dikotomi yang salah, dan keseimbangan yang keliru.

Dalam konteks informasi sesat, impersonasi berarti menggunakan tokoh atau lembaga prominen demi mendapat kredibilitas atas informasi sesat yang dibuat.

Dalam topik politik, ada banyak hoaks yang mengatasnamakan Presiden Jokowi atau tokoh-tokoh politik lain. Dalam topik bencana alam, biasanya impersonasi yang digunakan adalah Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG).

Brutal

Di platform Meta (Facebook dan Instagram), teknik ini banyak sekali digunakan secara brutal dalam iklan-iklan produk kesehatan.

Disebut brutal, karena fabrikasi konten dan narasi sesat yang dibuat memang sungguh keterlaluan. Kebohongan narasi, foto, video yang di-generate AI ditampilkan secara terbuka dan beredar luas.

Sebuah penipuan yang luar biasa banal tampil secara terang benderang seolah tanpa kendali pihak berwenang.

Sejumlah tokoh yang dijadikan impersonasi dalam iklan ini antara lain mantan Menteri Kesehatan dokter Terawan Agus Putranto, atlet binaraga Ade Rai, Pemimpin Redaksi Kompas TV Rossy Silalahi, presenter Najwa Shihab, pakar kuliner Wiliam Wongso, dan sejumlah pesohor lain seperti Helmy Yahya, Lesti Kejora, Ria Ricis, Ivan Gunawan, Nagita Slavina, dr Tirta Mandira Hudhi, dr Zaidul Akbar, dan dr Prama Aditya.

Lembaga yang diimpersonasi antara lain Kompas.com, Kompas TV, CNN Indonesia, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Gak bahaya tah?

Native ads

Saya pernah bertemu dan berdiskusi dengan seorang mantan petinggi kantor iklan yang pernah bekerja di agensi yang memproduksi iklan-iklan sejenis.

Ia menyebut, gaya beriklan macam ini adalah native ads, yaitu gaya beriklan yang tidak menyerupai iklan, tapi seolah konten organik. Aspal. Seolah-olah asli, padahal palsu.

Mereka memproduksi artikel-artikel fabrikasi alias palsu dengan gaya kisah, seperti tulisan feature dalam jurnalistik. Cerita-cerita yang dibuat umumnya adalah terjemahan dari kisah-kisah serupa yang distribusikan di negara-negara di luar Indonesia.

Artinya, iklan-iklan serupa juga banyak beredar di luar Indonesia. Nama tokoh dan tempat diubah menjadi lokal.

Menurut dia, cara berjualan dengan gaya ini terbukti efektif meningkatkan penjualan.

“Meningkatkan penjualan dengan membohongi orang,” sergah saya.

“Saya tidak mengatakan begitu,” kata dia meski ia mengakui kisah-kisah di balik iklan jualan itu adalah kisah-kisah palsu.

Beberapa agensi yang memproduksi iklan dengan memuat informasi sesat itu beroperasi di Indonesia. Mereka berasal dari luar negeri dan membuka layanan pembuatan iklan untuk membantu penjualan di Indonesia.

Ada beberapa agensi iklan seperti itu yang memproduksi iklan-iklan impersonasi bohong tersebut.

Saya menemukan setidaknya empat jenis produk kesehatan yang beredar luas di Facebook dan Instagram, yaitu obat pelangsing, hipertensi, diabetes, dan nyeri sendi.

Jika Anda juga tertarik menelusuri iklan-iklan menyesatkan dengan teknik impersonasi ini, Anda bisa “memancing” algoritma Meta dengan sengaja melakukan penelusuran di google dengan keyword “obat pelangsing”, “obat diabetes”, “obat hipertensi", dan “obat nyeri sendi".

Nanti, iklan-iklan itu akan muncul satu per satu di linimasa Facebook dan Instagram Anda. Iklan-iklan macam ini juga bisa ditelusuri di Meta Ad Library.

Berikut ini adalah beberapa contoh iklan menyesatkan produk kesehatan yang beredar di Facebook dan Instragram. Sampai dengan tulisan ini dibuat, iklan-iklan itu masih aktif bermunculan di dua media sosial itu.

Video AI Dokter Terawan

Salah satu tokoh yang paling banyak digunakan sebagai impersonasi dalam empat iklan obat di atas, sejauh yang saya temukan, adalah sosok mantan Menteri Kesehatan Dokter Terawan Agus Putranto.

Fotonya yang beredar di internet dicuri dan digunakan sebagai materi iklan. Sejumlah videonya dicuri dan di-generate dengan artificial intelligence seolah-olah ia bicara tentang obat yang diiklankan.

Halaman:


Terkini Lainnya

[KLARIFIKASI] Penjelasan soal Risiko Anemia Aplastik pada Obat Sakit Kepala

[KLARIFIKASI] Penjelasan soal Risiko Anemia Aplastik pada Obat Sakit Kepala

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] WEF Bantah Kabar Klaus Schwab Sakit Parah dan Dirawat di RS

[KLARIFIKASI] WEF Bantah Kabar Klaus Schwab Sakit Parah dan Dirawat di RS

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video Jet Misterius Terlihat Dekat Israel

[HOAKS] Video Jet Misterius Terlihat Dekat Israel

Hoaks atau Fakta
'Me at The Zoo', Kilas Balik Video Pertama di YouTube

"Me at The Zoo", Kilas Balik Video Pertama di YouTube

Sejarah dan Fakta
INFOGRAFIK: Narasi Keliru Perbandingan Foto Antrean Warga pada 1965 dan 2024

INFOGRAFIK: Narasi Keliru Perbandingan Foto Antrean Warga pada 1965 dan 2024

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Video Perlihatkan Pohon Terbakar, Bukan Tentara Israel Bakar Masjid Al Aqsa

INFOGRAFIK: Video Perlihatkan Pohon Terbakar, Bukan Tentara Israel Bakar Masjid Al Aqsa

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Sandra Dewi Dijemput Paksa Polisi

[HOAKS] Sandra Dewi Dijemput Paksa Polisi

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Narasi Keliru soal Anak-anak Bermain di Pantai Gaza Pascaserangan Iran ke Israel

[KLARIFIKASI] Narasi Keliru soal Anak-anak Bermain di Pantai Gaza Pascaserangan Iran ke Israel

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Foto dengan Narasi Keliru soal Eksodus Warga Israel karena Serangan Iran

INFOGRAFIK: Foto dengan Narasi Keliru soal Eksodus Warga Israel karena Serangan Iran

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Uang Pembayaran Tol Masuk ke Rekening Pengusaha China

[HOAKS] Uang Pembayaran Tol Masuk ke Rekening Pengusaha China

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Momen Surya Paloh Cium Tangan Jokowi Terjadi pada 2019

[KLARIFIKASI] Momen Surya Paloh Cium Tangan Jokowi Terjadi pada 2019

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Bill Gates Melepaskan Nyamuk Penyebar Kaki Gajah di Bali

[HOAKS] Bill Gates Melepaskan Nyamuk Penyebar Kaki Gajah di Bali

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video WN China Tembakkan Senjata Api di Hadapan Sejumlah Orang di Sumut

[HOAKS] Video WN China Tembakkan Senjata Api di Hadapan Sejumlah Orang di Sumut

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Menara Eiffel Disorot Lampu Berwarna Bendera Israel pada 2023

[KLARIFIKASI] Menara Eiffel Disorot Lampu Berwarna Bendera Israel pada 2023

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Pesawat Jatuh di Perairan Nagekeo NTT pada 22 April

[HOAKS] Pesawat Jatuh di Perairan Nagekeo NTT pada 22 April

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com