Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[HOAKS] Tujuh Negara Siap Dukung Indonesia Melawan Australia

Kompas.com - 07/11/2022, 21:13 WIB
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Tujuh negara disebut siap membantu Indonesia mempertahankan Pulau Pasir yang akan direbut oleh Australia.

Klaim tersebut beredar dalam bentuk video yang berisi pernyataan dari sejumlah kepala negara, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut adalah hoaks.

Narasi yang beredar

Video dengan narasi yang menyebutkan Indonesia didukung oleh tujuh negara untuk melawan Australia yang akan merebut Pulau Pasir dibagikan di Facebook oleh akun ini.

Video berdurasi 2 menit 30 detik itu dibagikan pada Senin (7/11/2022).

Berikut narasi yang dibagikan:

KROYOK AUSTRALIA!! 7 NEGARA INI NYATAKAN BANTU NKRI

PERANG BESAR AKAN SEGERA DI MULAI!!

Hoaks, tujuh negara siap bantu Indonesia melawan AustraliaScreenshot Hoaks, tujuh negara siap bantu Indonesia melawan Australia

Penelusuran Kompas.com

Meski judul video yang beredar di Facebook mengeklaim ada tujuh negara yang siap mendukung Indonesia melawan Australia, namun video tersebut hanya berisi pernyataan dari enam kepala negara, yaitu Rusia, China, Arab Saudi, Jepang, Korea Utara, dan Turki.

Teks terjemahan bahasa Indonesia pada video menyebutkan bahwa para kepala negara tersebut siap membantu Indonesia melawan Australia yang akan merebut Pulau Pasir.

Namun setelah ditelusuri, teks terjemahan dari pernyataan para kepala negara tersebut tidak sesuai dengan versi aslinya.

1. Klip pidato Presiden Rusia Vladimir Putin

"Saya sangat tidak terima jika saudara kami dilecehkan. Ingat, kami tidak akan diam. Secepat mungkin kami akan bergerak membantu," demikian teks yang tertera pada video.

Hasil reverse image search menunjukkan bahwa pidato asli Putin sama sekali tidak menyebutkan bahwa Rusia akan membantu Indonesia memerangi Australia.

Pidato asli Putin berisi kecamannya terhadap warga Rusia yang tinggal di negara-negara Barat. Dia mengatakan, Barat berusaha memanfaatkan mereka untuk memecah persatuan Rusia.

Pidato itu disampaikan Putin pada 16 Maret 2022 dan dimuat di berbagai media internasional, salah satunya media Inggris, Mirror.

"Barat akan memanfaatkan mereka yang disebut sebagai kolom kelima, para pengkhianat, untuk memecah bangsa kita, untuk memicu perpecahan sipil demi mencapai tujuannya. Dan hanya ada satu tujuan, kehancuran Rusia," kata Putin.

2. Klip pidato Presiden China Xi Jinping

"Kita sepakat untuk bantu Indonesia, untuk mengusir Australia keluar dari Pulau Pasir. Kami siap kerahkan apa pun demi bela sahabat kami," demikian teks yang tertera pada video.

Hasil reverse image search menunjukkan bahwa pidato asli Xi Jinping sama sekali tidak menyebutkan bahwa China akan membantu Indonesia memerangi Australia.

Pidato asli Xi Jinping berisi sambutan tahun baru 2020 sekaligus membeberkan pencapaian China pada 2019. Pidato itu disampaikan pada 31 Desember 2019 dan diunggah di kanal YouTube media China, CGTN.

"Pada 2019, kita bekerja nyata demi kemakmuran. Berkat usaha keras tanpa kenal lelah, PDB China diperkirakan hampir menyentuh 100 triliun yuan dengan pendapatan per kapita mencapai level 10.000 dollar AS," kata Xi Jinping.

3. Klip pernyataan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud

"Saya akan bela Indonesia jika Australia mengganggu kedaulatan NKRI. Kami tak akan diam karena Indonesia sahabat kami," demikian teks yang tertera pada video.

Hasil reverse image search menunjukkan bahwa klip tersebut berasal dari vlog yang dibuat Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan Raja Salman di Istana Bogor pada 2017.

Vlog tersebut dibagikan ulang di kanal YouTube KompasTV pada 1 Maret 2017.

"Saya sangat senang sekali saat ini berada di Indonesia, senang dengan rakyat Indonesia dan saat ini saya dengan Yang Mulia Presiden Indonesia. Dan bagi kami rakyat Indonesia merupakan saudara kami," kata Raja Salman.

4. Klip pernyataan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida

"Australia memang perlu dikasih paham atas perilaku busuknya. Jangan biarkan ini!" demikian teks yang tertera pada video.

Hasil reverse image search menunjukkan klip tersebut berasal dari konferensi pers penembakan mantan PM Jepang Shinzo Abe, di mana Kishida mengutuk kejahatan tersebut.

Klip tersebut diunggah di kanal YouTube Bloomberg Politics pada 8 Juli 2022.

"Ini adalah tindakan barbar yang terjadi saat pemilu berlangsung, yang merupakan landasan dari demokrasi. Ini kejahatan yang tidak bisa dimaafkan," kata Kishida.

5. Klip pidato Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un

"Kami siapkan nuklir untuk bantu NKRI. Australia memang harus diberi tindakan tegas," demikian teks yang tertera pada video.

Hasil reverse image search menunjukkan bahwa klip tersebut berasal dari pidato tahun baru yang disampaikan Kim Jong Un pada 1 Januari 2019.

Dalam pidatonya, Kim Jong Un menyatakan siap mendenuklirisasi Korea Utara.

Klip tersebut diunggah di kanal YouTube South China Morning Post pada 1 Januari 2019.

"Saya siap duduk satu meja lagi dengan presiden Amerika Serikat dan berupaya mencapai hasil yang diharapkan oleh komunitas internasional," kata Kim Jong Un.

6. Klip pidato Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

"Jangan biarkan saudara kami. Saya akan bela Indonesia jika Australia mengganggu kedaulatan NKRI," demikian teks yang tertera pada video. 

Hasil reverse image search menunjukkan bahwa klip tersebut berasal dari pidato Erdogan saat menghadiri Kuala Lumpur Summit 2019. Pidato itu disampaikan pada 20 Desember 2019.

Dalam pidatonya, Erdogan menyampaikan bahwa 94 persen orang yang terbunuh dalam konflik dunia adalah muslim.

Video pidato itu dipublikasikan media Turki, Anadolu Agency (AA) pada 20 Desember 2019.

"Secara umum 94 persen orang yang terbunuh dalam konflik dunia adalah muslim. Saat ini satu dari tiga senjata yang diproduksi telah dijual di Timur Tengah. Bukannya membelanjakan sumber daya mereka untuk pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, umat Islam justru saling menodongkan senjata," kata Erdogan.

Kesimpulan

Video yang dinarasikan berisi dukungan dari kepala negara Rusia, China, Arab Saudi, Jepang, Korea Utara, dan Turki untuk Indonesia adalah hoaks.

Teks terjemahan bahasa Indonesia pada video menyebutkan bahwa para kepala negara tersebut siap membantu Indonesia melawan Australia yang akan merebut Pulau Pasir.

Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan bahwa teks terjemahan dari pernyataan para kepala negara tersebut tidak sesuai dengan versi aslinya.

Selain itu, klaim yang menyatakan bahwa Australia akan merebut Pulau Pasir juga keliru, karena wilayah tersebut dimiliki Australia, bukan Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenangan Pahit Bobby Charlton Saat Tragedi Munich 1958

Kenangan Pahit Bobby Charlton Saat Tragedi Munich 1958

Sejarah dan Fakta
[HOAKS] Adian Napitupulu Diangkat Jadi Menteri

[HOAKS] Adian Napitupulu Diangkat Jadi Menteri

Hoaks atau Fakta
Mitos dan Fakta Sunat Perempuan

Mitos dan Fakta Sunat Perempuan

Data dan Fakta
CEK FAKTA: Tidak Benar Kelompok Anti-LGBTQ Dilarang Beli Kopi Starbucks

CEK FAKTA: Tidak Benar Kelompok Anti-LGBTQ Dilarang Beli Kopi Starbucks

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Gempa Magnitudo 12,7 Guncang Jakarta

[HOAKS] Gempa Magnitudo 12,7 Guncang Jakarta

Hoaks atau Fakta
Mantan Budak di AS Kembali ke Afrika pada 1820, Muncul Negara Baru Liberia

Mantan Budak di AS Kembali ke Afrika pada 1820, Muncul Negara Baru Liberia

Sejarah dan Fakta
CEK FAKTA: Penurunan Suhu Bumi Tak Hapus Fakta soal Pemanasan Global

CEK FAKTA: Penurunan Suhu Bumi Tak Hapus Fakta soal Pemanasan Global

Hoaks atau Fakta
Cek Fakta Sepekan: Hoaks Penculikan Anak hingga 'Reshuffle'

Cek Fakta Sepekan: Hoaks Penculikan Anak hingga "Reshuffle"

Hoaks atau Fakta
Tragedi Munich 6 Februari 1958, Memori Kelam Manchester United

Tragedi Munich 6 Februari 1958, Memori Kelam Manchester United

Sejarah dan Fakta
[HOAKS] Sandiaga Abaikan Prabowo dan Bawa Kader Gerindra Dukung Anies Baswedan

[HOAKS] Sandiaga Abaikan Prabowo dan Bawa Kader Gerindra Dukung Anies Baswedan

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Jerman Tidak Nyatakan Perang terhadap Rusia

CEK FAKTA: Jerman Tidak Nyatakan Perang terhadap Rusia

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Video Salah Konteks Pasukan China Datang ke Indonesia

[KLARIFIKASI] Video Salah Konteks Pasukan China Datang ke Indonesia

Hoaks atau Fakta
Beredar Video Seorang Anak Terbawa Layang-layang di India, Bagaimana Faktanya?

Beredar Video Seorang Anak Terbawa Layang-layang di India, Bagaimana Faktanya?

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Jokowi Turun Tangan, Bharada E Hanya Divonis 2 Tahun

[HOAKS] Jokowi Turun Tangan, Bharada E Hanya Divonis 2 Tahun

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Munculnya Hoaks Adolf Hitler Bersalaman dengan Alien

INFOGRAFIK: Munculnya Hoaks Adolf Hitler Bersalaman dengan Alien

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.