Menyoal Pengamanan dan Penanganan Polisi Saat Tragedi Kanjuruhan

Kompas.com - 05/10/2022, 20:00 WIB

KOMPAS.com - Kepolisian RI (Polri) tengah menjadi sorotan pasca-tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Penggunaan gas air mata diduga menjadi penyebab ratusan orang meninggal usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam pekan ke-11 Liga 1 2022-2023.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Malang, hingga Selasa (4/10/2022) pukul 10.00 WIB tercatat ada 131 korban tewas.

Polisi menyebutkan, penggunaan gas air mata untuk mengendalikan massa telah sesuai prosedur. Sedangkan, FIFA melarang penggunaan gas air mata untuk mengurai massa di stadion.

Baca juga: Gas Air Mata Dilarang untuk Perang, Kenapa Masih Dipakai Polisi Kendalikan Massa?

Berdasarkan kronologi versi kepolisian, dikutip dari Kompas.id, setelah pertandingan, pemain dan ofisial Persebaya Surabaya masuk ke kamar ganti pemain dan dilempari oleh Aremania dari atas tribune dengan botol dan gelas air mineral.

Pukul 22.00 WIB, saat pemain dan ofisial Arema FC dari lapangan berjalan masuk menuju kamar ganti pemain, suporter Arema (Aremania) turun ke lapangan dan menyerang.

Aremania yang turun ke lapangan semakin banyak dan disebut menyerang aparat keamanan. Menurut polisi, Aremania terus menyerang aparat serta diperingatkan beberapa kali tidak dihiraukan.

Kemudian, aparat keamanan mengambil tindakan dengan menembakkan gas air mata ke arah lapangan, tribune selatan (11, 12, 13) dan tribune timur (tribune 6).

Kendati demikian, mengapa polisi terlibat dalam pengamanan kegiatan di sektor swasta? Seperti diketahui, perhelatan olahraga tersebut melibatkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Perkapolri tidak spesifik

Menurut pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto, pernah ada wacana untuk memerinci sistem pengamanan di berbagai sektor, sehingga penanganannya berbeda pada tiap sektor.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[HOAKS] Wapres Imbau Warga Miskin Bersedekah untuk Cegah Bencana

[HOAKS] Wapres Imbau Warga Miskin Bersedekah untuk Cegah Bencana

Hoaks atau Fakta
[KLARIFIKASI] Tidak Benar Indonesia Tunjuk Putin Jadi Pengacara di Sidang Banding WTO

[KLARIFIKASI] Tidak Benar Indonesia Tunjuk Putin Jadi Pengacara di Sidang Banding WTO

Hoaks atau Fakta
Benarkah Ada Ancaman Penjara terhadap LGBT Dalam KUHP?

Benarkah Ada Ancaman Penjara terhadap LGBT Dalam KUHP?

Data dan Fakta
Benarkah Seks di Luar Nikah Bisa Kena Hukuman Penjara?

Benarkah Seks di Luar Nikah Bisa Kena Hukuman Penjara?

Data dan Fakta
[HOAKS] Meteor Jatuh di Laut Baltik Agustus 2022 Dekat Jerman

[HOAKS] Meteor Jatuh di Laut Baltik Agustus 2022 Dekat Jerman

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Legenda Sepak Bola Pele Meninggal Dunia Desember 2022

[HOAKS] Legenda Sepak Bola Pele Meninggal Dunia Desember 2022

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Ma'ruf Tak Permasalahkan Jokowi Pakai Uang Negara untuk Pernikahan Kaesang

[HOAKS] Ma'ruf Tak Permasalahkan Jokowi Pakai Uang Negara untuk Pernikahan Kaesang

Hoaks atau Fakta
Waspadai Scam File APK Pembobol Rekening

Waspadai Scam File APK Pembobol Rekening

Data dan Fakta
[KLARIFIKASI] Potensi Tsunami 34 Meter di Selatan Jawa adalah Hasil Penelitian, Tak Bisa Diprediksi

[KLARIFIKASI] Potensi Tsunami 34 Meter di Selatan Jawa adalah Hasil Penelitian, Tak Bisa Diprediksi

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Sederet Fakta tentang Fenomena Flu Burung di 2022

INFOGRAFIK: Sederet Fakta tentang Fenomena Flu Burung di 2022

Data dan Fakta
Pencapaian Maroko di Piala Dunia dan Peran Penting Keluarga

Pencapaian Maroko di Piala Dunia dan Peran Penting Keluarga

Data dan Fakta
Apa Itu Scam File APK dan Cara Menghindarinya

Apa Itu Scam File APK dan Cara Menghindarinya

Hoaks atau Fakta
Foto Megawati Direkayasa, Seolah-olah Tunjukkan Gambar Ganjar Presiden 2024

Foto Megawati Direkayasa, Seolah-olah Tunjukkan Gambar Ganjar Presiden 2024

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Video Harimau Melintas di Kawasan Gunung Pegat Wonogiri

[HOAKS] Video Harimau Melintas di Kawasan Gunung Pegat Wonogiri

Hoaks atau Fakta
Muncul Hoaks Dikaitkan dengan Set Top Box, Ini Fakta Kebakaran Laundry di Tangerang

Muncul Hoaks Dikaitkan dengan Set Top Box, Ini Fakta Kebakaran Laundry di Tangerang

Hoaks atau Fakta
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.