Kompas.com - 16/04/2021, 12:00 WIB
Masyarakat Pemerhati Bulu Tangkis Indonesia (MPBI) melakukan audiensi ke Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada Kamis (15/4/2021). MPBIMasyarakat Pemerhati Bulu Tangkis Indonesia (MPBI) melakukan audiensi ke Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada Kamis (15/4/2021).

KOMPAS.com - Masyarakat Pemerhati Bulu Tangkis Indonesia (MPBI) melakukan audiensi ke Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada Kamis (15/4/2021).

Salah satu hal utama yang dibahas MBPI di Kemenko PMK adalah masalah pencurian umur atlet.

Perwakilan dari MPBI pusat dan dua orang anggota dari Korwil 3 Jawa Barat itu diterima oleh Asisten Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga, Gatot Hendarto, di Kantor Kemenko PMK.

Di audiensi tersebut, MPBI dan Gatot membahas soal masalah pencurian umur atlet yang menjadi salah satu alasan olahraga kita kalah bersaing dengan negara lain.

Gatot mengatakan bahwa ke depannya, cenderung sports science akan semakin diterapkan termasuk untuk menentukan kategori usia seorang atlet dan mulai diterapkan di Asia Tenggara untuk sepak bola.

"Saya sejalan dengan ini, MPBI tidak lelah mengingatkan PBSI untuk segera berbenah melakukan pencegahan secara sistematis terjadinya pemalsuan usia atlet bulu tangkis baik dengan cara sports science maupun keterbukaan data atlet," tutur Kurniadi sebagai Ketua MPBI.

Baca juga: Terkait Polemik All England, MPBI Minta Tim Indonesia Sabar dan Berpikir Positif

"Semua anak yang sekarang aktif bermain bulu tangkis ingin menjadi pemain nasional," lanjutnya.

"Sehingga, suatu ketidak adilan dalam perekrutan pelatnas tentu akan sangat menyakiti para atlet, orang tua, dan klub lain."

"Percuma ada program pemasyarakatan bulu tangkis di seluruh Indonesia kalau di hilirnya ada permainan ketidakadilan."

Gatot berjanji untuk menindaklanjuti audiensi ini sesegara mungkin dengan langkah konkret berupa koordinasi dengan lembaga dan departemen terkait.

Juga, Kemenko PMK akan mendorong program yang pernah dibuat oleh KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia).


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X