Sebuah Gelar yang Menjadi Titik Balik Karier Seorang Mohammad Ahsan

Kompas.com - 02/08/2020, 11:00 WIB
Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Fajar Alfian, memastikan Indonesia meraih gelar juara Kejuaraan Beregu Asia 2020. DOK. BADMINTON INDONESIAGanda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Fajar Alfian, memastikan Indonesia meraih gelar juara Kejuaraan Beregu Asia 2020.

KOMPAS.com - Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan, mengungkapkan sebuah gelar yang menjadi titik balik dalam kariernya di dunia bulu tangkis.

Ahsan menyebut, gelar juara tersebut merupakan pembuktian bahwa ia masih produktif meski terbilang senior dalam olahraga tepok bulu.

Saat ini, usia Ahsan menyentuh 32 tahun.

Baca juga: Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra Tak Diduetkan pada Kompetisi PBSI Home Tournament

"Yang paling berkesan (gelar) All England 2019 kemarin ya, karena kami dianggap sudah selesai dan tidak bisa bersaing lagi," ucap Ahsan, dikutip dari Antara.

"Sudah senior tapi nyatanya bisa juara lagi di turnamen besar," tutur pasangan dari Hendra Setiawan itu.

Ahsan/Hendra menyabet gelar juara All England 2019 setelah menundukkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada partai puncak.

Menurut Ahsan, kemenangan itu menjadi titik balik bagi dirinya untuk terus memupuk motivasi dan bisa bersaing dengan lawan-lawan yang lebih muda.

"Setiap kami tanding kan maunya yang terbaik, tidak berpikir ke final atau juara," ujar Ahsan melanjutkan.

"Nikmati setiap langkah saja, pasrah dan berjuang," ucapnya.

Soal lolosnya Ahsan dan Hendra ke Olimpiade Tokyo 2021, Ahsan mengaku belum memiliki persiapan khusus.

Halaman:

Sumber Antara
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X