Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Aksi Protes Masyarakat terhadap Kenaikan Harga Tiket Masuk Pulau Komodo

Kompas.com - 03/08/2022, 12:30 WIB
Taufieq Renaldi Arfiansyah,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Aksi protes merebak selepas pemerintah memberlakukan tarif baru masuk ke Taman Nasional (TN) Komodo menjadi Rp 3,75 juta per tahun pada Senin (1/8/2022).

Kebijakan tersebut mendapat protes dari masyarakat yang tergabung dalam asosiasi pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aksi protes telah dilakukan beberapa kali, sebelum dan sesudah pemerintah meresmikan kenaikan tarif masuk Pulau Komodo.

Bahkan, pada aksi protes yang dilakukan pada Senin (1/8/2022) terjadi kericuhan dengan tiga orang peserta aksi yang ditangkap polisi.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Felli Hermanto mengungkapkan ketiganya ditangkap karena hendak memasuki salah satu area vital, yakni Bandara Internasional Komodo.

"Mereka diamankan dan diambil keterangan," kata Felli dikutip dari Kompas.com, Senin (1/8/2022).

Selain itu, sejumlah pelaku wisata di Labuan Bajo merencanakan aksi boikot layanan wisata selama 1-31 Agustus 2022.

Baca juga: Komodo Perlu Hidup, Rakyat Butuh Makan

Hanya terjangkau masyarakat menengah ke atas

Pada Senin (18/7/2022), terdapat aksi protes menolak kenaikan harga tiket masuk Pulau Komodo oleh masyarakat lokal yang hidup di Pulau Komodo.

Salah satu warga Pulau Komodo, Ikhsan, mengungkapkan jika masyarakat lokal sudah menjaga kawasan wisata tersebut sebelum adanya pengelolaan dari Balai Taman Nasional Komodo.

Oleh sebab itu, masyarakat desa Komodo mengutuk keras wacana kenaikan harga tiket masuk yang dilakukan pemerintah.

Hal tersebut dikarenakan harga tiket masuk hanya dapat dijangkau oleh masyarakat kelas menengah ke atas saja.

Sehingga, kebijakan tersebut juga dapat merugikan ekonomi masyarakat Pulau Komodo dan sekitarnya yang bermata pencaharian sebagai pelaku pariwisata.

"Kami mengutuk keras Pemprov NTT yang menyatakan terjadi penurunan nilai jasa ekosistem di Pulau Komodo dan Padar, sehingga harus membatasi pengunjung menjadi 200.000 per tahunnya. Kebijakan tersebut sangat merugikan ekonomi masyarakat Komodo yang notabene 90 persen adalah pelaku pariwisata," jelas Iksan dikutip dari Kompas.com, Kamis (21/7/2022).

Baca juga: Kebijakan Pemerintah Menaikkan Harga Tiket TN Komodo Dianggap Tanpa Dasar Hukum

Komodo di Pulau KomodoSource: wonderfulimage.id Komodo di Pulau Komodo

Tanggapan Presiden

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa kenaikan harga tiket masuk didasari oleh keseimbangan antara kepentingan konservasi dan ekonomi melalui turisme di Pulau Komodo.

Oleh sebab itu, jika ada masyarakat yang protes dengan kenaikan harga tiket masuk Pulau Komodo dapat berkunjung ke Pulau Rinca.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Prakiraan BMKG: Inilah Wilayah yang Masih Dilanda Hujan Lebat 18-19 Juni 2024

Prakiraan BMKG: Inilah Wilayah yang Masih Dilanda Hujan Lebat 18-19 Juni 2024

Tren
Rekor Sapi Termahal di Dunia Harganya Mencapai Rp 65 Miliar

Rekor Sapi Termahal di Dunia Harganya Mencapai Rp 65 Miliar

Tren
[POPULER TREN] Cara Melihat Rating Penumpang Gojek dan Grab | Cara Simpan Daging di Kulkas agar Tahan Lama

[POPULER TREN] Cara Melihat Rating Penumpang Gojek dan Grab | Cara Simpan Daging di Kulkas agar Tahan Lama

Tren
Kilas Balik TWK KPK yang Disebut Gagalkan Penangkapan Harun Masiku pada 2021

Kilas Balik TWK KPK yang Disebut Gagalkan Penangkapan Harun Masiku pada 2021

Tren
Kesaksian Warga Palestina Rayakan Idul Adha di Tengah Perang, Jadi Hari Paling Menyedihkan

Kesaksian Warga Palestina Rayakan Idul Adha di Tengah Perang, Jadi Hari Paling Menyedihkan

Tren
Bisakah Daging Kurban Dimasak Medium Rare seperti Steak? Ini Kata Chef

Bisakah Daging Kurban Dimasak Medium Rare seperti Steak? Ini Kata Chef

Tren
Cara Melihat Rating Penumpang Gojek dan Grab, Ketahui Risiko Nilai Buruk

Cara Melihat Rating Penumpang Gojek dan Grab, Ketahui Risiko Nilai Buruk

Tren
Sama-sama Bermanfaat bagi Tanaman, Apa Beda Pupuk Kompos dan Urea?

Sama-sama Bermanfaat bagi Tanaman, Apa Beda Pupuk Kompos dan Urea?

Tren
Kominfo Ancam Tutup Twitter, Amankah Membuka Aplikasi yang diblokir?

Kominfo Ancam Tutup Twitter, Amankah Membuka Aplikasi yang diblokir?

Tren
5 Minuman Penurun Tekanan Darah Tinggi, Ini Daftarnya

5 Minuman Penurun Tekanan Darah Tinggi, Ini Daftarnya

Tren
Tanda-tanda Daging Kurban Tak Layak Konsumsi, Apa Saja?

Tanda-tanda Daging Kurban Tak Layak Konsumsi, Apa Saja?

Tren
Berapa Batas Maksimal Konsumsi Daging Kurban per Hari agar Tetap Sehat?

Berapa Batas Maksimal Konsumsi Daging Kurban per Hari agar Tetap Sehat?

Tren
Bagaimana Cara Menurunkan Kolesterol dengan Cepat Saat Idul Adha? Berikut 5 Daftarnya

Bagaimana Cara Menurunkan Kolesterol dengan Cepat Saat Idul Adha? Berikut 5 Daftarnya

Tren
Setelah Makan Daging Kambing, Makan 7 Buah Ini untuk Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Setelah Makan Daging Kambing, Makan 7 Buah Ini untuk Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Tren
Tak Hanya Indonesia, 7 Negara di Asia Berikut Juga Rayakan Idul Adha Hari Ini

Tak Hanya Indonesia, 7 Negara di Asia Berikut Juga Rayakan Idul Adha Hari Ini

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com