Kompas.com - 27/10/2021, 09:30 WIB
Devile Pasukan Resimen Mahasiswa Mahawarman Batalyon I ITB sepanjang jalan Asia- Afrika menuju alun-alun kota Bandung pada tahun 1965, saat itu anggota Batalyon I ITB meliputi Wala 59 dan Batalyon inti berjumlah sekitar 400 orang dan merupakan pasukkan Menwa terbesar seIndonesia. Semula Wala 59 dan batalyon inti adalah pasukkan yang dipersiapkan untuk konfrontasi dengan Malaysia, pembebeasan Irian Barat (sekarang Papua) dan ikut menumpas pemberontakan DI/TII pimpinan Katoswiryo di Jawa Barat. Namun ketika meletus peristiwa G30S/PKI Menwa ITB bersama TNI ikut menumpas PKI khusunya wilayah Bandung. googleDevile Pasukan Resimen Mahasiswa Mahawarman Batalyon I ITB sepanjang jalan Asia- Afrika menuju alun-alun kota Bandung pada tahun 1965, saat itu anggota Batalyon I ITB meliputi Wala 59 dan Batalyon inti berjumlah sekitar 400 orang dan merupakan pasukkan Menwa terbesar seIndonesia. Semula Wala 59 dan batalyon inti adalah pasukkan yang dipersiapkan untuk konfrontasi dengan Malaysia, pembebeasan Irian Barat (sekarang Papua) dan ikut menumpas pemberontakan DI/TII pimpinan Katoswiryo di Jawa Barat. Namun ketika meletus peristiwa G30S/PKI Menwa ITB bersama TNI ikut menumpas PKI khusunya wilayah Bandung.

KOMPAS.com - Resimen mahasiswa atau Menwa ramai menjadi perbincangan dalam beberapa hari ini. 

Hal itu setelah salah satu mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) meninggal saat mengikuti pendidikan dasar (diksar) Menwa. 

Mahasiswa bernama Gilang Endi Saputra (21) meninggal dunia saat mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Menwa UNS pada Minggu (24/10/2021) malam di kawasan Jurug, Solo, Jawa Tengah.

Baca juga: Kronologi Meninggalnya Mahasiswa UNS dalam Diklatsar Menwa, Panitia: Sempat Mengeluh Keram dan Sakit Punggung

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta saat ini sedang mendalami penyebab kematian Gilang, termasuk untuk mengungkap apakah yang bersangkutan meninggal karena kekerasan.

Proses otopsi terhadap jenazah Gilang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi, Surakarta, pada Senin (25/10/2021).

Lantas, bagaimana sejarah dan mengapa ada organisasi Menwa di kampus?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejarah Menwa

Dilansir dari laman polkam.go.id, 25 Mei 2018, Menwa merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dapat menjadi tombak dalam meningkatkan kesadaran bela negara di kalangan mahasiswa.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) saat itu, Arief P. Moekiyat.

Sejarah Menwa bisa ditarik ke tahun 1959. Hal itu saat Panglima Divisi Siliwangi Kolonel RA Kosasih mengerahkan mahasiswa untuk menyambut Presiden Sukarno di Lanud Husein Sastranegara, Bandung.

Sukarno merasa terkesan, namun juga heran dengan pasukan yang dikerahkan Kosasih tersebut. Sukarno kemudian menanyakan hal itu kepada Kosasih.

"Kos, itu tadi pasukan dari mana, kok nggak pakai tanda pangkat?," tanya Sukarno.

"Itu tadi pasukan Resimen Mahasiswa yang sedang dipersiapkan untuk membentuk Operasi Pagar betis guna menumpas gerombolan Darul Islam/TII Kartosoewirjo," jawab Kosasih dikutip dari Historia.id (26/10/2021).

Selanjutnya, Resimen mahasiswa tersebut menjadi Batalion Wajib Latih (Wala) yang terdiri dari mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jawa Barat yang dilatih Divisi Siliwangi dari 13 Juni hingga 14 September 1959.

Baca juga: Mahasiswa Meninggal Saat Diklatsar Menwa, Rektorat UNS: Kami Marah Betul

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Corona Global 5 Desember 2021: Lonjakan Rawat Inap Anak di Afrika Selatan | Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 5-11 Tahun di Australia

Update Corona Global 5 Desember 2021: Lonjakan Rawat Inap Anak di Afrika Selatan | Vaksinasi Covid-19 untuk Anak 5-11 Tahun di Australia

Tren
[HOAKS] Kungkang Hewan yang Hampir Punah karena Ditumis

[HOAKS] Kungkang Hewan yang Hampir Punah karena Ditumis

Tren
Update Erupsi Gunung Semeru Pagi Ini dan Dampak Letusannya

Update Erupsi Gunung Semeru Pagi Ini dan Dampak Letusannya

Tren
Sejarah dan 15 Link Twibbon Hari Armada yang Diperingati Setiap 5 Desember

Sejarah dan 15 Link Twibbon Hari Armada yang Diperingati Setiap 5 Desember

Tren
Apakah Covid-19 Berdampak pada Pemberantasan Polio? Ini Kata WHO

Apakah Covid-19 Berdampak pada Pemberantasan Polio? Ini Kata WHO

Tren
Bagaimana Persiapan Kemenkes jika Kasus Omicron Terdeteksi di Indonesia?

Bagaimana Persiapan Kemenkes jika Kasus Omicron Terdeteksi di Indonesia?

Tren
[HOAKS] Film Omicron Tahun 1963 Berkaitan dengan Varian Baru Covid-19

[HOAKS] Film Omicron Tahun 1963 Berkaitan dengan Varian Baru Covid-19

Tren
[POPULER TREN] Update Erupsi Gunung Semeru | Lowongan Kerja Pemda DIY

[POPULER TREN] Update Erupsi Gunung Semeru | Lowongan Kerja Pemda DIY

Tren
Ada Varian Omicron, Kasus Covid-19 di Afrika Selatan Naik 4 Kali Lipat dalam 4 Hari

Ada Varian Omicron, Kasus Covid-19 di Afrika Selatan Naik 4 Kali Lipat dalam 4 Hari

Tren
Gunung Semeru Erupsi, Ini yang Harus Dilakukan Saat Erupsi Gunung Berapi

Gunung Semeru Erupsi, Ini yang Harus Dilakukan Saat Erupsi Gunung Berapi

Tren
Lokasi Pengungsian dan Update Dampak Letusan Erupsi Semeru

Lokasi Pengungsian dan Update Dampak Letusan Erupsi Semeru

Tren
Gunung Semeru Erupsi, Berikut Informasi Pengalihan Arus Lalu Lintas

Gunung Semeru Erupsi, Berikut Informasi Pengalihan Arus Lalu Lintas

Tren
Jokowi Minta Kapolda dan Kapolres Tak Sowan ke Ormas Bermasalah, Ini Kata Kompolnas

Jokowi Minta Kapolda dan Kapolres Tak Sowan ke Ormas Bermasalah, Ini Kata Kompolnas

Tren
Apakah Makanan Kucing Aman Dikonsumsi Anjing?

Apakah Makanan Kucing Aman Dikonsumsi Anjing?

Tren
Penjelasan KIPI soal Pria di Malang Mengaku Penglihatannya Kabur Setelah Disuntik Vaksin

Penjelasan KIPI soal Pria di Malang Mengaku Penglihatannya Kabur Setelah Disuntik Vaksin

Tren
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.