Kompas.com - 20/10/2021, 17:30 WIB

KOMPAS.com - Elon Musk, pendiri perusahaan mobil listrik Tesla dan perusahaan roket luar angkasa SpaceX, kini menyandang gelar sebagai orang terkaya nomor satu dunia.

Dalam daftar orang terkaya dunia yang dirilis Forbes, Selasa (19/10/2021) Elon Musk naik ke peringkat pertama, menggeser posisi yang sebelumnya ditempati bos Amazon, Jeff Bezos.

Pengusaha berusia 50 tahun ini ditaksir memiliki total kekayaan 220,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 3.102 triliun.

Total kekayaan tersebut mengungguli Jeff Bezos, yang ditaksir memiliki total kekayaan 199,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.820 triliun.

Lantas, bagaimana perjalanan Elon Musk hingga menjadi orang terkaya nomor satu dunia?

Baca juga: Daftar 5 Orang Terkaya di Dunia 2021, Elon Musk Geser Jeff Bezos

Tertarik teknologi sejak kecil

Melansir Biography, Elon Musk lahir pada 28 Juni 1971 di Pretoria Afrika Selatan.

Saat masih anak-anak, Elon Musk sangat terobsesi untuk menciptakan berbagai penemuan di bidang teknologi. Ketika berusia 10 tahun, ia mulai menunjukkan minat pada komputer, dan belajar coding secara otodidak.

Elon Musk berhasil menciptakan dan menjual software pertamanya pada usia 12 tahun, yaitu sebuah game komputer bernama Blastar.

Pada usia 17 tahun, tepatnya pada tahun 1989, Elon Musk pindah ke Kanada untuk kuliah di Queen's University dan menghindari wajib militer di militer Afrika Selatan.

Pada tahun yang sama, Elon Musk juga memperoleh kewarganegaraan Kanada.

Kemudian pada tahun 1992, Elon Musk meninggalkan Kanada untuk belajar bisnis dan fisika di University of Pennsylvania. Dia lulus dengan gelar sarjana di bidang ekonomi dan mengambil studi lagi untuk mendapatkan gelar sarjana di bidang fisika.

Setelah meninggalkan Penn, Elon Musk menuju ke Universitas Stanford di California untuk mengejar gelar PhD di bidang fisika energi.

Namun, ia masuk Stanford bertepatan dengan booming Internet, dan akhirnya memutuskan keluar dari kampus itu setelah dua hari berada di sana.

Elon Musk keluar dari Stanford untuk meluncurkan perusahaan pertamanya, Zip2 Corporation pada tahun 1995. 

Ia akhirnya resmi menjadi warga negara Amerika Serikat pada tahun 2002.

Baca juga: Profil Elon Musk yang Jadi Orang Terkaya di Dunia

Berasal dari keluarga kaya

Kehidupan masa kecil hingga dewasa Elon Musk terbilang sejahtera. Keluarganya memiliki kekayaan melimpah, hingga mampu menempatkannya dalam posisi menguntungkan.

Melansir Independent, 28 Juni 2021, ibu Elon, Maye Musk, adalah mantan model yang pernah menghiasi sampul sederet majalah terkenal, termasuk Time dan Vogue.

Pada 1969, Maye Musk menjadi finalis kontes kecantikan Miss South Africa. Setahun kemudian, ia menikahi ayah Elon, Errol Musk, yang merupakan seorang pebisnis.

Pada pertengahan 1980-an, keluarga itu mendapat untung besar setelah sang ayah, Errol Musk membeli tambang zamrud seharga 40.000 poundsterling.

Uang untuk membeli tambang itu didapat setelah menjual pesawat mereka seharga 80.000 poundsterling atau setara dengan 320.000 poundsterling, mengikuti kurs sekarang.

"Kami pergi ke pabrikan pria ini dan dia membuka brankasnya dan hanya ada setumpuk uang dan dia membayar saya, 80.000 poundsterling, itu adalah jumlah uang yang sangat besar," kata Errol Musk.

Errol Musk kemudian membuat tawaran lain, ia memutuskan untuk menggunakan 40.000 poundsterling yang ia dapat dari penjualan pesawat untuk membeli tambang zamrud.

"Saya berkata, 'Oh, baiklah'. Jadi saya memiliki setengah tambang, dan kami mendapatkan zamrud selama enam tahun ke depan,” kata Errol Musk.

Berkat kepemilikan tambang zamrud itu, Elon Musk dan keluarganya menikmati kekayaan melimpah. Saat masih remaja, ia bahkan pernah berjalan-jalan di New York sambil mengantongi zamrud di sakunya.

“Kami sangat kaya. Kami memiliki begitu banyak uang, kadang-kadang kami bahkan tidak bisa menutup brankas kami,” kata Errol Musk.

Baca juga: Mengenal Tesla Bot, Robot Berbentuk Manusia Ciptaan Elon Musk

Bergelut di bisnis

Menginjak usia dewasa, kekayaan pribadi Elon Musk berlipat ganda berkat bisnisnya.

Pada 1995 Elon Musk, dan saudaranya Kimbal Musk mendirikan perusahaan perangkat lunak bernama Zip 2, yang bergerak di bidang website.

Perusahaan itu akhirnya dibeli oleh Compaq pada tahun 1999 seharga 307 juta dollar AS secara tunai. Elon Musk menerima 22 juta dollar AS untuk tujuh persen sahamnya.

Elon Musk kemudian mendirikan X.com, sebuah perusahaan pembayaran online yang di kemudian hari bergabung dengan bank online Confinity, yang didirikan oleh Peter Thiel.

Hasil dari merger itu melahirkan, PayPal, layanan perbankan online yang memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima uang dari seluruh dunia.

Elon Musk yang menjabat CEO akhirnya digantikan oleh Peter Thiel pada tahun 2000, dan dua tahun kemudian PayPal dibeli oleh eBay.

Sebagai pemegang saham terbesar di perusahaan, Elon Musk menerima lebih dari 100 juta dollar AS atas penjualan PayPal.

Baca juga: Harta Elon Musk Setara Total Kekayaan Bill Gates dan Warren Buffett

Mendirikan SpaceX dan Tesla

Dengan menggunakan uang hasil penjualan PayPal, Elon Musk mengembangkan SpaceX pada tahun 2002 dan Tesla pada tahun 2003.

Meski demikian, Elon Musk baru menjadi ketua perusahaan Tesla pada tahun 2004.

Pada awalnya, SpaceX dan Tesla tidak langsung sukses seperti sekarang. Kedua perusahaan itu justru terseok-seok dan sempat membawa Elon Musk ke ambang kebangkrutan.

Namun, situasi itu berbalik pada tahun 2008, ketika NASA memberikan SpaceX kontrak senilai 1,6 miliar dollar AS untuk 12 penerbangan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Pada April 2021, SpaceX sukses mengamankan kontrak 3 miliar dollar AS untuk membawa manusia ke bulan.

Sementara itu, pada Juni 2010, Tesla sukses mengumpulkan 226 juta dollar AS ketika melantai ke bursa saham. Hal itu membuat Tesla menjadi perusahaan mobil pertama yang go public sejak Ford pada tahun 1956.

Elon Musk kini memiliki 21 persen saham Tesla.

Sedangkan SpaceX kini memiliki valuasi 74 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.043 triliun, setelah menerima pendanaan pada Februari 2021.

Menurut Independent, jika kekayaan bersih Elon Musk didistribusikan secara merata kepada 328 juta orang di AS, maka masing-masing orang akan menerima sekitar 600 dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.