Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan.

Surat untuk Menteri Kesehatan, Mohon Selamatkan PCR Gratis di NTT

Kompas.com - 06/09/2021, 09:29 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

MENTERI Kesehatan Republik Indonesia yang saya hormati, sebelumnya saya mohon maaf sedalam-dalamnya karena terpaksa mengganggu kesibukan penting Bapak Menkes dalam menanggulangi pagebluk Corona yang sejak Maret 2020 mencengkeram negara, bangsa dan rakyat Indonesia.

Permohonan saya terkait pagebluk Corona mohon dimaafkan karena saya tidak tahu ke mana memohon maka saya mohonkan kepada Bapak Menkes.

Permohonan bukan bagi kepentingan diri saya sendiri namun bagi sekelompok anak muda Nusa Tenggara Timur yang tergabung di Academia NTT.

Penggratisan tes PCR

Anak-anak muda tersebut bekerja sama dengan Pemprov NTT dan Undana Kupang mendirikan sebuah laboratorium biomolekular di Kupang.

Peresmian laboratorium biomolekular dilakukan secara zoom pada tanggal 16 Oktober 2020 oleh Bapak Menkes pada masa itu yaitu Terawan Agus Putranto.

Baca juga: Perdana, Tes Covid-19 Massal Bakal Digelar di NTT Pekan Ini

 

Dalam perjalanan, perjuangan pengabdian anak-anak muda NTT itu telah membuktikan bukan dengan slogan tetapi tindakan nyata berupa keberhasilan menggratiskan tes PCR yang di pasar pelayanan kesehatan harganya sempat mencapai lebih dari satu juta rupiah per tes.

Jelas bahwa yang dilakukan anak-anak NTT, yaitu menggratiskan tes PCR, sangat membahagiakan para rakyat miskin yang tidak mampu membayar tes PCR padahal sangat membutuhkannya dalam menghadapi angkara murka virus Corona yang makin ganas menerkam manusia tanpa pandang bulu itu.

Ditutup

Ternyata tidak semua pihak mendukung gerakan menggratiskan tes PCR sebagai pewujudan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Indonesia.

Bahkan ada pihak tertentu merasa terganggu maka mengambil kebijakan agar laboratorium biomolekular di Kupang ditutup agar anak-anak muda NTT tidak mungkin melanjutkan gerakan menggratiskan tes PCR.

Baca juga: Tes PCR di Lab Biokesmas NTT Ditutup, Ini Alasan Dinkes Kupang

 

Alih-alih mendukung malah ada yang menghalangi jangan sampai tes PCR digratiskan sebab memang banyak pihak diuntungkan secara berlimpah ruah oleh penjualan tes PCR dengan harga semahal mungkin.

Menggratiskan suatu produk memang tidak eksis di dalam kamus industri berdasar mazhab kapitalisme yang tepat dan benar .

Permohonan

Maka, dengan penuh kerendahan hati, saya memberanikan diri memohon Bapak Menkes sudi berkenan menyelamatkan pengabdian anak-anak NTT menggratiskan tes PCR yang telah mampu mengurangi beban derita rakyat miskin akibat mustahil mampu membayar tes PCR yang konon meski telah diturunkan akibat perintah Presiden masih berharga sekitar 400-500 ribu rupiah.

Namun karena saya rawan keliru informasi, maka mohon Bapak Menkes berkenan me-recheck kebenaran laporan tentang penutupan laboratorium biomolekular di Kupang tersebut sebelum melakukan tindakan.

Baca juga: Disebut Melanggar soal Tes Covid-19, Begini Tanggapan Kepala Lab Biokesmas NTT

 

Atas nama negara, bangsa dan rakyat terutama rakyat miskin Indonesia sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Bapak Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Saya tidak mampu membalas budi baik Bapak Menkes kecuali berdoa agar Yang Maha Kasih senantiasa melimpahkan berkah anugerah kekuatan lahir-batin kepada Bapak Menkes dalam mengemban tugas menyehatkan dan menyejahterakan rakyat Indonesia. Amin.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com