Sinar Terang dalam Kegelapan Pagebluk Corona

Kompas.com - 04/08/2021, 09:23 WIB
Relawan DDV Jogja, kirimkan makanan untuk bantu warga yang tengah isolasi mandiri, Jumat (9/7/2021) lalu. Aksi tersebut sebagai wujud kepedulian antar sesama yang tengah mendapat ujian di tengah pandemi. DOK. Humas Dompet DhuafaRelawan DDV Jogja, kirimkan makanan untuk bantu warga yang tengah isolasi mandiri, Jumat (9/7/2021) lalu. Aksi tersebut sebagai wujud kepedulian antar sesama yang tengah mendapat ujian di tengah pandemi.

SEJAK awal 2020 sampai saat naskah ini ditulis, bangsa Indonesia sedang prihatin menghadapi masa kegelapan akibat pagebluk Corona.

Kegelapan yang malah miskin dipergelap oleh sikap dan perilaku mereka yang gemar mengail di air keruh bahkan sambil memperkeruh air yang sudah keruh.

Mulai dari yang tega menjual vaksin, menimbun dan melangitkan harga oksigen, mahal menjual tes PCR , korupsi bansos, menggembosi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), warga net asyik menghujat dan memfitnah, sampai ke janji kosong sumbangsih Rp 2 triliun.

Saya malu menjadi warga Indonesia.

Terang

Namun marilah jangan kita hanya mencari sisi gelap belaka sebab masih ada sinar terang di atas kegelapan.

Misalnya bakti kemanusiaan secara sepi ing pamrih, rame ing gawe yang nyata dilakukan para pejuang kemanusiaan tergabung di PMI, Gus Durian, Muhammadiyah, NU, Warga Bantu Warga, Patungan Rakyat, ECOSOC, Yayasan Budha Tzu Chi, INTI, PITI, Eka Tjipta Foundation, GP Jamu, SONJO, WALHI, Djarum, BCA, para arisan ibu-ibu, warga RT dan RW, UPC, Forum Academia NTT, para polisi dan TNI bertugas turun ke lapangan dan lain-lain dan selanjutnya secara tak terhingga batasan maksimalnya sehingga mustahil menyebut satu persatu nama secara lengkap.

Mohon dimaafkan bahwa di dalam naskah sederhana dengan keterbatasan ruang ini, ada bahkan banyak nama pejuang kemanusiaan yang belum saya sebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nakes

Dan tentu saja mohon jangan dilupakan mahajasa para dokter, perawat, karyawan rumah sakit, pengemudi ambulans, petugas pemakaman yang mempertaruhkan nyawa di front terdepan di kancah pertempuran melawan virus Corona dengan segenap varian mutannya.

Segenap pejuang kemanusiaan itu bukan mempolitisir namun mengejawantahkan Pancasila secara benar-benar nyata menjadi kenyataan. Saya bangga menjadi warga Indonesia! Merdeka!

 


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.