Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/06/2021, 08:38 WIB

KOMPAS.com - Hari ini 58 tahun lalu, tepatnya 11 Juni 1963, seorang biksu Buddha di Vietnam membakar diri sebagai bentuk aksi protes.

Biksu tua itu bernama Thich Quang Duc. Ia membakar diri di hadapan publik sampai meninggal.

Aksi itu ia lakukan lantaran bentuk protes terhadap diskriminasi ras dan agama yang dilakukan oleh pemerintah Vietnam.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Gempa dan Tsunami Jawa Timur, 222 Orang Tewas

Perang di Vietnam

Antara tahun 1962 dan 1967, Amerika Serikat (AS) terlibat dalam Perang Vietnam.

Gerakan protes kemudian berkembang.

Melansir The Atlantic, pada 1968, lebih dari 500.000 tentara AS berada di negara itu, bertempur bersama tentara Vietnam Selatan untuk menghadapi tentara konvensional dan pasukan gerilya.

Masing-masing pihak menderita dan menimbulkan kerugian besar. Penderitaan terbesar dirasakan penduduk sipil Vietnam.

Berdasarkan perkiraan yang sangat bervariasi, antara 1,5 dan 3,6 juta orang tewas dalam perang tersebut.

Diskriminasi Diem

Pada 1963, Vietnam Selatan dipimpin oleh Presiden Ngo Dinh Diem.

Diem, dengan bantuan militer dan sokongan ekonomi AS, mampu memukimkan kembali ratusan ribu pengungsi dari Vietnam Utara di Selatan.

Melansir Britannica, Diem kerap memenjarakan bahkan membunuh orang yang menentang rezimnya.

Ia menuduh kelompok yang tak sependapat dengannya sebagai komunis.

Ia juga mengasingkan penduduk Vietnam Selatan, terutama umat Buddha yang memprotes diskriminasi Diem terhadap mereka.

Masalah dengan umat Buddha mencapai puncaknya pada 1963 ketika, pasukan pemerintah membunuh beberapa orang pada rapat umum Mei saat perayaan ulang tahun Buddha.

Umat Buddha mulai mengadakan demonstrasi besar-besaran, dan tiga biksu dan seorang biksuni membakar diri mereka.

Salah satunya ialah biksu Thich Quang Duc.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Gudang Senjata China Meledak, 20.000 Jiwa Tewas

Aksi bakar diri

Thich Quang Duc duduk dalam posisi lotus, menyilangkan kakinya.

Beberapa biksu lain menuangkan bensin ke atasnya.

Kemudian, Thich Quang Duc mulai membakar dirinya sendiri.

Ia terbakar sampai meninggal dalam posisi duduk yang sama.

Itu adalah aksi protes atas diskriminasi terhadap umat Buddha oleh pemerintah Vietnam Selatan.

Mengutip History, aksinya sangat tak terduga, dramatis, mengerikan, dan langsung mendapat perhatian dunia.

Atas aksinya ini, Thich Quang Duc memohon kepada Presiden Ngo Dinh Diem untuk menunjukkan "amal dan kasih sayang" kepada semua agama.

Banyak biksu Buddha mengorbankan diri selama minggu-minggu berikutnya.

Tindakan tersebut akhirnya membujuk Amerika Serikat untuk menarik dukungannya dari Diem.

Sampai akhirnya, pada November 1963, seorang perwira militer Vietnam Selatan membunuh Diem dan saudaranya selama kudeta.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Boeing 767-300 Jatuh di Thailand, 223 Tewas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Foto Mobil Bertuliskan Batalyon Komando 464 Kopasgat Disebut Warganet Odong-odong Militer, Kendaraan Apa Itu?

Viral, Foto Mobil Bertuliskan Batalyon Komando 464 Kopasgat Disebut Warganet Odong-odong Militer, Kendaraan Apa Itu?

Tren
6 Tanda Orang Berbohong Bisa Dilihat dari Wajah, Perhatikan Mata dan Rahang

6 Tanda Orang Berbohong Bisa Dilihat dari Wajah, Perhatikan Mata dan Rahang

Tren
Ramai soal Penipuan Berkedok Undangan Nikah, Pakar: Saldo Bisa Terkuras Habis

Ramai soal Penipuan Berkedok Undangan Nikah, Pakar: Saldo Bisa Terkuras Habis

Tren
Sering Bikin Bingung, Ini Perbedaan Batu Empedu dengan Batu Ginjal

Sering Bikin Bingung, Ini Perbedaan Batu Empedu dengan Batu Ginjal

Tren
Sains dan Pemuda sebagai Masa Depan Islam

Sains dan Pemuda sebagai Masa Depan Islam

Tren
Ramai soal Kereta Panoramic Akan Digandeng di KA Argo Wilis dan Argo Parahyangan, Mulai Kapan dan Berapa Harga Tiketnya?

Ramai soal Kereta Panoramic Akan Digandeng di KA Argo Wilis dan Argo Parahyangan, Mulai Kapan dan Berapa Harga Tiketnya?

Tren
Fitur Baru WhatsApp, Satu Akun Bisa Dipakai di Dua Ponsel

Fitur Baru WhatsApp, Satu Akun Bisa Dipakai di Dua Ponsel

Tren
6 Fakta Kasus Tabrak Lari yang Tewaskan Mahasiswi Selvi Amalia di Cianjur

6 Fakta Kasus Tabrak Lari yang Tewaskan Mahasiswi Selvi Amalia di Cianjur

Tren
Beda Bhabinkamtibmas dan Babinsa, Apa Saja Tugasnya?

Beda Bhabinkamtibmas dan Babinsa, Apa Saja Tugasnya?

Tren
Viral, Video Babinsa Terima Amplop Berlogo Kemenhan Berisi Uang Rp 1 Juta, Bagaimana Penjelasannya?

Viral, Video Babinsa Terima Amplop Berlogo Kemenhan Berisi Uang Rp 1 Juta, Bagaimana Penjelasannya?

Tren
Gejala Kolesterol Rendah dan Cara Mengatasinya

Gejala Kolesterol Rendah dan Cara Mengatasinya

Tren
Viral, Video Aksi Calon Masinis Perempuan “Tunjuk-Sebut” Berangkatkan Kereta, KAI: Merangkul Semua Gender

Viral, Video Aksi Calon Masinis Perempuan “Tunjuk-Sebut” Berangkatkan Kereta, KAI: Merangkul Semua Gender

Tren
Awas Stunting! Kenali Ciri-ciri dan Cara Mengukurnya pada Anak

Awas Stunting! Kenali Ciri-ciri dan Cara Mengukurnya pada Anak

Tren
Mengenal Chrometophobia, Fobia pada Uang, Gejala dan Penyebabnya

Mengenal Chrometophobia, Fobia pada Uang, Gejala dan Penyebabnya

Tren
Rincian Tuntutan 6 Anak Buah Sambo di Perkara “Obstruction of Justice”

Rincian Tuntutan 6 Anak Buah Sambo di Perkara “Obstruction of Justice”

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+