Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah dan Alasan Tidak Ada Ayah dalam Gambar Kaleng Khong Guan

Kompas.com - Diperbarui 27/04/2022, 12:21 WIB
Nur Fitriatus Shalihah,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

"Ya cuma ini bajunya warna kuning, yang ini merah. Kemudian anaknya yang ini rada digeser ke mari, yang ini jadi pegang biskuit. Ya begitu aja," papar dia.

Baca juga: Ini Alasan Tidak Ada Ayah dalam Gambar Kaleng Khong Guan

Awal karier Bernadus

Bernardus menuturkan dia mengawali karier sebagai pelukis profesional sejak menjalani kuliah di Institut Teknologi Bandung.

"Yang penting dari pekerjaan-pekerjaan semacam itu, bisa punya rumah, bisa punya mobil," kata dia.

Dia tinggal di kos di Jalan Lengkong Kecil Bandung bersebelahan dengan kantor redaksi Aktuil, sebuah majalah musik terkenal saat itu.

"Kami suka main ke situ, bantu-bantu buat ilustrasi. Keterusan. Lama-lama kuliahnya ketinggalan," ungkap Bernadus.

Di sana dia mulai mendapat pesanan komik, yang lama-lama semakin banyak. Mulai dari komik, dia mendapat pesanan dari perusahaan untuk menggambar produk mereka.

"Dulu, saya ke supermarket, itu bangga sekali. Hampir semua etiket-etiket yang laku itu, saya yang bikin. Tetapi, makin ke sini, makin sedikit," tutur Bernardus.

Baca juga: Kapan Lebaran? Ini Jadwal Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 2021

Sejarah Khong Guan

Biskuit Khong Guan termasuk produk terkenal di Indonesia, jangkauannya hingga ke desa-desa seperti saat Lebaran. 

Walaupun terkenal di Indonesia, ternyata sebenarnya Khong Guan berasal dari Singapura.

Dikutip dari laman resmi Khong Guan, Khong Guan didirikan oleh imigran asal Fujian, China yakni kakak-beradik Chew Choo Keng dan Chew Choo Han.

Mereka datang ke Singapura untuk mencari nafkah agar bisa menghidupi keluarga mereka di China dan menemukan pekerjaan di pabrik biskuit lokal.

Namun, ketika Jepang menginvasi Singapura memaksa kedua bersaudara itu untuk berlindung di Perak, Malaysia. Di sana keduanta membuat biskuit dengan tangan untuk dijual.

Namun, keduanya sempat mengalami kendala dalam membuat biskuit lantaran kesulitan mendapatkan pasokan tepung dan gula. Akhirnya, mereka beralih menjual garam dan sabun.

Semua dilakukan dalam upaya untuk melanjutkan mata pencaharian mereka di masa perang. Setelah Jepang angkat kaki dari Singapura, mereka pun kembali ke negara itu dan memulai usaha biskuit lagi.

Baca juga: Cerita di Balik Terungkapnya Sosok Pelukis Khong Guan

Awal kesuksesan Khong Guan

Awal dari kesuksesan biskuit Khong Guan yakni ketika Chew Choo Han secara kebetulan menemukan beberapa mesin pembuat biskuit yang sudah tua dan rusak akibat perang yang dijual sebagai sisa dari pabrik tua tempat mereka dulu bekerja.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com