Undang-undang Cipta Keadilan

Kompas.com - 24/10/2020, 18:00 WIB
Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Demonstrasi berakhir ricuh. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMODemonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Demonstrasi berakhir ricuh.


DENGAN niat baik merampingkan birokrasi demi memudahkan para investor melakukan investasi di Tanah Air Angkasa tercinta kita, pemerintah telah kreatif menciptakan Omnibus Law yang telah kreatif dibahasa-Indonesiakan menjadi Undang-Undang Cipta Kerja.

Aneka masalah

Sebenarnya masalah yang dihadapi bangsa Indonesia bukan cuma birokrasi investasi namun masih banyak lagi masalah-masalah lainnya seperti penggusuran rakyat miskin secara sempurna melanggar hukum, pemindahan masyarakat adat secara paksa atas nama pembangunan, pelanggaran hak asasi manusia, industri hukum yang tumpul ke atas tajam ke bawah, penuhnya penjara akibat tidak ada hukuman kerja sosial, hukuman bagi pencuri ayam malah lebih berat ketimbang koruptor atau para terduga koruptor tidak diborgol tetapi para terduga pelanggaran UU ITE diborgol sambil dipertontonkan lewat konperensi pers ke publik.

Memohon

Maka melalui naskah sederhana ini, dengan penuh kerendahan hati saya memohon pemerintah juga berkenan kreatif menyusun Undang-undang Cipta Keadilan demi mempersembahkan bukan cuma hukum namun bahkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Telah terbukti pemerintah mampu kreatif menyusun Undang-undang Cipta Kerja demi memudahkan para investor menanam modal di bumi Indonesia maka dapat diyakini pemerintah mampu jika mau kreatif menyusun Undang-undang Cipta Keadilan demi memudahkan rakyat Indonesia memperoleh keadilan di bumi Indonesia tercinta ini.

Indonesia bukan milik investor tetapi rakyat Indonesia!

Insya Allah, tidak ada kisah rakyat alih-alih ditindas bangsa penjajah malah ditindas bangsanya sendiri. Undang-undang Cipta Keadilan membuka gerbang gemilang masa depan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk dapat bersama hidup adil dan makmur di negeri gemah ripah loh jinawi, tata tenteram kerta raharja. Merdeka!


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X