Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, Komisi Kejaksaan Minta Kejagung Lakukan Sejumlah Hal Ini

Kompas.com - 23/08/2020, 08:32 WIB
Kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanudin Dalam, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2020) malam. Hingga saat ini, 31 unit pemadam kebakaran dan 135 personel diterjunkan untuk memadamkan api. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKebakaran di Gedung Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanudin Dalam, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2020) malam. Hingga saat ini, 31 unit pemadam kebakaran dan 135 personel diterjunkan untuk memadamkan api.

KOMPAS.com - Ketua Komisi Kejaksaan Barita Simanjuntak meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk segera melakukan emergency planning atau perencanaan darurat pasca-terbakarnya Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Gedung Utama Kejaksaan Agung terbakar pada Sabtu (22/8/2020) malam.

Barita mengatakan, emergency planning yang dimaksudnya adalah melakukan recovery data-data yang ikut hangus terbakar.

"Sehingga saat ini yang terpenting adalah emergency planning. Melakukan inventarisasi yang berkaitan dengan data kepegawaian, SDM, keuangan, perlengkapan dan data lain yang terbakar," kata Barita saat dihubungi Kompas.com, Minggu (23/8/2020).

Menurut dia, langkah darurat ini penting dilakukan agar tugas pokok kejaksaan tidak terganggu dan pelayanan publik juga bisa berjalan normal.

"Itu yang kita harapkan dapat dilakukan dengan cepat," ujar Barita.

Terkait berkas kasus yang tersimpan di Kejagung, menurut Barita, dalam keadaan aman.

Baca juga: 6 Jam Kebakaran di Kejaksaan Agung, Petugas Berusaha Cegah Kobaran Api Meluas

Berkas perkara tersimpan di bagian pidana khusus dan pidana umum yang lokasinya terpisah dari gedung utama yang terbakar.

"Kalau dokumen penanganan perkara, info dari Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan, aman. Karena memang gedung pidana umum dan pidana khusus terpisah dengan gedung utama yang terbakar. Selain itu, dokumen penanganan perkara juga ada di Kejaksaan Negeri dan Kejaksaan Tinggi yang ada di seluruh Indonesia," kata Barita.

Menurut Barita, berdasarkan informasi yang diterimanya, alat sadap yang selama ini digunakan juga dipastikan aman.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X