Corona: 421 Juta Pelajar di 39 Negara Belajar di Rumah, Kampus di Indonesia Kuliah Online

Kompas.com - 14/03/2020, 12:00 WIB
 Ruang kelas kosong sekolah College de la Barre terlihat di Lausanne, Swiss, 13 Maret 2020. Sekolah-sekolah di Swiss ditangguhkan selama enam minggu untuk memerangi pandemi Coona-19 Coronavirus. EPA-EFE/JEAN-CHRISTOPHE BOTT JEAN-CHRISTOPHE BOTT Ruang kelas kosong sekolah College de la Barre terlihat di Lausanne, Swiss, 13 Maret 2020. Sekolah-sekolah di Swiss ditangguhkan selama enam minggu untuk memerangi pandemi Coona-19 Coronavirus. EPA-EFE/JEAN-CHRISTOPHE BOTT

KOMPAS.com - Penyebaran penyakit Covid-19 yang disebabkan virus corona tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi. Namun juga sangat berdampak pada dunia pendidikan.

Tidak sedikit negara yang mengeluarkan kebijakan lockdown atau karantina yang berimbas pada sekolah atau universitas.

Akibatnya anak-anak dan remaja menjadi tidak bersekolah atau universitas ditutup sementara sampai waktu yang terbatas karena pemerintah berupaya memperlambat penyebaran Covid-19.

Organisasi PBB yang mengurusi pendidikan dan budaya UNESCO menyebutkan, total ada 39 negara yang menerapkan penutupan sekolah dengan total jumlah pelajar yang terpengaruh mencapai 421.388.462 anak.

China sejauh ini memiliki jumlah pelajar yang paling banyak terpengaruh karena virus corona yaitu sekitar lebih dari 233 juta siswa.

Baca juga: Cegah Penyebaran Corona, UI Minta Mahasiswanya Pulang ke Rumah Masing-masing

61 negara

Dikutip dari situs UNESCO, hingga 13 Maret, ada 61 negara di Afrika, Asia, Eropa, Timur Tengah, Amerika Utara, dan Amerika Selatan yang telah mengumumkan atau menerapkan pembatasan pembelajaran sekolah dan universitas.

UNESCO menyediakan dukungan langsung ke negara-negara, termasuk solusi untuk pembelajaran jarak jauh yang inklusif.

"Kami bekerja dengan negara-negara untuk memastikan kesinambungan pembelajaran bagi semua, terutama anak-anak dan remaja yang kurang beruntung yang cenderung paling terpukul oleh penutupan sekolah," kata Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay dalam sebuah pernyataan.

Dengan kebijakan menutup sekolah di negara-negara tersebut, berdampak pada hampir 421,4 juta anak-anak dan remaja di dunia.

Negara-negara yang terkena dampak COVID-19 menempatkan respons nasional dalam bentuk platform pembelajaran dan perangkat lain seperti pembelajaran jarak jauh.

Baca juga: 10 Instruksi UI Terkait Virus Corona: Dari Belajar Online hingga Minta Mahasiswa Kosongkan Indekos

Mengancam 577 juta pelajar

Sementara Unesco menyebutkan, total ada 39 negara yang menerapkan penutupan sekolah dengan total jumlah pelajar yang terpengaruh mencapai 421.388.462 anak.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X