Kompas.com - 15/02/2020, 19:35 WIB

KOMPAS.com - Penelitian seorang profesor asal Harvard T.H. Chan School of Public Health Amerika Serikat menjadi perbincangan di Indonesia dalam sepekan terakhir.

Penelitian dari Profesor Marc Lipsitch tersebut menyebutkan Indonesia seharusnya sudah memiliki 5 kasus infeksi virus corona jika melihat kondisi Indonesia yang memiliki hubungan erat dengan China, misalnya di bidang pariwisata dan tenaga kerja.

Dalam penelitiannya, ia menyebut Indonesia dimungkinkan memiliki kasus virus corona yang belum terungkap.

"Indonesia melaporkan nol kasus, tapi mungkin sebenarnya sudah ada beberapa kasus yang tak terdeteksi," ujar Lipsitch yang di-posting di medRxiv seperti dilansir VOA News, Jumat (7/2/2020).

Ia memprediksi Indonesia menjadi salah satu negara yang belum memiliki sistem deteksi kuat untuk mengetahui keberadaan penyakit dengan nama resmi Covid-19.

Baca juga: Pernyataan Ahli Harvard, WHO hingga Kemenkes soal Indonesia Negatif Virus Corona

Menkes Terawan: "Itu namanya menghina!"

Berbagai tanggapan muncul atas penelitian Lipsitch, sebagian menyebutnya sebagai sesuatu yang masuk akal, sementara berbagai pihak lainnya merasa itu sebagai sebuah penghinaan atau pesimistis terhadap Indonesia.

Salah satunya disampaikan oleh Menteri Kesehatan Indonesia, Terawan Agus Putranto.

"Itu namanya menghina, wong peralatan kita kemarin di-fixed-kan dengan Duta Besar Amerika Serikat (AS). Kita menggunakan kit (alat)-nya dari AS," kata Terawan seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (11/2/2020).

Ia menegaskan selama ini Indonesia sudah menjalankan prosedur sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh WHO.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.