Wabah Pneumonia Misterius di China, Ini Imbauan Menkes Terawan

Kompas.com - 13/01/2020, 10:19 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto usai mengunjungi Menko Polhukam Mahfud MD di Kantor KemenkopolhukamKemenkopolhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariMenteri Kesehatan Terawan Agus Putranto usai mengunjungi Menko Polhukam Mahfud MD di Kantor KemenkopolhukamKemenkopolhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2019).

KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan merespons wabah pneumonia yang terjadi di Kota Wuhan, China. Puluhan pasien dinyatakan mengidap pneumonia, tetapi belum diketahui secara pasti apa penyebabnya.

Di Indonesia, penyakit ini dikenal dengan istilah paru-paru basah karena adanya infeksi yang menimbulkan peradangan pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru yang berisi cairan.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, masyarakat tak perlu panik, tetapi harus selalu waspada.

Imbauan ini disampaikan Menkes Terawan, seperti dipublikasikan situs Sehat Negeriku milik Kementerian Kesehatan ( Kemenkes).

Ia mengingatkan, agar masyarakat menjaga pola hidup sehat untuk meminimalisasi kemungkinan terkena pneumonia.

Baca juga: Wabah Pneumonia Misterius di China, Kenali 5 Jenis Pneumonia Ini

"Imbauan saya untuk masyarakat, tetaplah hidup sehat, makan cukup, istirahat cukup, itu paling penting menghdapi situasi seperti ini," ujar Terawan, seperti dikutip dari laman Sehat Negeriku dan dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan, Senin (13/1/2020).

Terawan menyebutkan, menurut informasi ada 59 orang yang terserang penyakit pneumonia misterius. Awalnya, ada 27 orang yang dideteksi menderita penyakit ini.

Akan tetapi, hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah pnneumonia yang terjadi di China berkaitan dengan SARS, MERS, atau CoV.

“Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penyakit ini bukan disebabkan virus influenza dan bukan penyakit pernapasan biasa. Semua pasien di Wuhan telah mendapatkan pelayanan kesehatan. Kami sudah dapat info mereka juga sudah diisolasi dan dilakukan penelusuran atau investigasi untuk mengetahui penyebabnya,” kata Terawan.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, sejauh ini belum mengeluarkan larangan atau pembatasan perjalanan ke China.

Akan tetapi, bagi warga Indonesia yang sedang mengunjungi dan berencana bepergian ke China, diminta untuk tidak berkunjung ke pasar ikan atau tempat penjualan hewan hidup.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X