Hari Ini dalam Sejarah: Walt Disney Tutup Usia

Kompas.com - 15/12/2019, 08:31 WIB
Walt Disney, Pelopor Kartun Animasi KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoWalt Disney, Pelopor Kartun Animasi

KOMPAS.com - Hari ini 53 tahun yang lalu, tepatnya 15 Desember 1966, Walt Disney, seorang produser sekaligus pelopor film kartun, meninggal dunia.

Disney meninggal dunia pada usia 65 tahun setelah didiagnosis mengidap penyakit kanker.

Bersama dengan saudaranya, Roy, ia mendirikan Walt Disney Production dan menjadi salah satu perusahaan produksi film paling terkenal di dunia.

Kehidupan awal

Dikutip dari Biography, Disney lahir pada 5 Desember 1901 di Chicago, Illinois, Amerika Serikat.

Pada usia 16 tahun, ia putus sekolah untuk bergabung dengan Angkatan Darat, tetapi ditolak karena usianya yang masih di bawah umur.

Ia kemudian bergabung dengan Palang Merah dan dikirim ke Prancis untuk menjadi sopir ambulans.

Di tahun 1919, Disney pindah ke Kansas City untuk bekerja sebagai seniman media.

Oleh saudaranya, ia diberikan pekerjaan di Pesmen-Rubin Art Studio, tempat Disney bertemu dengan kartunis Ub Iwerks.

Dari perkenalan itu, Disney akhirnya bekerja di perusahaan iklan film Kansas City.

Baca juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Roald Amundsen Jadi Orang Pertama yang Tiba di Kutub Selatan

Awal karier

Pada masa awalnya berkarier, Walt Disney mulai bereksperimen dengan kamera dan menggambar animasi.

Disney pun memutuskan untuk membuka bisnis animasinya sendiri. Ia merekrut Fred Harman sebagai karyawan pertamanya.

Disney dan Harman membuat perjanjian dengan teater Kansas City lokal untuk menayangkan kartun garapan mereka yang berjudul "Laugh-O-Gram".

Kepopuleran kartun tersebut mendorongnya untuk membuat studio sendiri dengan nama Laugh-O-Gram.

Studio itu mempekerjakan sejumlah karyawan, termasuk di antaranya adalah Ub Iwerks dan saudara laki-laki Harman, Hugh.

Mereka menampilkan serangkaian dongeng berdurasi tujuh menit dengan menggabungkan aksi langsung dan animasi yang berjudul "Alice in Cartoonland".

Namun, karena terbebani utang, Disney terpaksa menutup studionya pada 1923.

Studio animasi Walt Disney

Bersama dengan Roy dan Iwerks, Disney kemudian pindah ke Hollywood untuk mendirikan Studio Kartun Disney Brothers yang kemudian namanya berganti menjadi Walt Disney Studios, atas saran Roy.

Kesepakatan pertama Walt Disney Studios dilakukan dengan New York Margaret untuk mendistribusikan kartun Alice.

Sebelum mengakhiri kerja samanya itu pada akhir 1920-an, Disney sempat menciptakan karakter baru bernama Oswald the Lucky Rabbit.

Dikutip dari History, pada tahun berikutnya, Disney mendapat kenyataan pahit setelah ia kehilangan hak cipta atas karakter Oswald dan kehilangan beberapa keryawan.

Merespons hal itu, Disney pun menciptakan karakter baru bernama Mortimer Mouse yang kemudian berubah menjadi Mickey Mouse.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Penangkapan Saddam Hussein oleh Pasukan AS

Karakter Mickey Mouse mengawali debutnya pada 1928 dalam sebuah film pendek berjudul "Steamboat Willie", salah satu film kartun pertama yang menggunakan efek suara.

Karakter itu populer dengan cepat dan banyak disukai anak-anak.

Beberapa merchandise dan komik mulai bermunculan seiring semakin populernya karakter itu.

Ketika Mickey berbicara untuk pertama kalinya di film "The Karnival Kid" yang tayang pada tahun 1929, Disney merasa kurang cocok dengan hasil suara dari pengisi suara.

Ia pun mengambil alih pengisi suara Mickey Mouse hingga tahun 1947, ketika ia memiliki semakin banyak kesibukan.

TOY STORY 4 - Walt Disney ProductionKOMPAS.com/DESY KRISTI YANTI TOY STORY 4 - Walt Disney Production

Film Walt Disney

Sepanjang kariernya, Disney telah menghasilkan lebih dari 100 film animasi.

Film animasi panjang pertamanya adalah "Snow White and the Seven Dwarf" yang tayang perdana pada 21 Desember 1937.

Fim ini meraup penghasilan sebesar 1,499 juta dollar AS dan memenangkan delapan penghargaan Piala Oscar.

Kesuksesan ini mendorong Walt Disney Studios untuk menggarap film animasi berdurasi panjang selama lima tahun selanjutnya.

Film "Mary Poppins" menjadi film terakhir Disney yang meraih kesuksesan besar.

Film yang tayang pada tahun 1864 itu memadukan antara aksi nyata dan animasi.

Beberapa film garapan Diseny yang paling terkenal adalah Pinocchio (1940), Cinderella (1950), Alice in Wonderland (1951), dan Peter Pan (1953).

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Tsunami Terjang Flores, Lebih dari 1.300 Orang Meninggal

Pernah memproduksi film propaganda AS

Selama masa perang, Studio Animasi Walt Disney membuat sejumlah film 'pesanan' dari lembaga federal.

Termasuk di antaranya adalah film "The New Spirit" (1942) yang ditugaskan oleh Departemen Keuangan AS untuk mendorong orang agar membayar pajak penghasilan sebagai cara untuk mendukung upaya perang.

Film yang dibintangi karakter Donald Duck itu diputar di ribuan bioskop dan mendapat nominasi Academy Award.

Meski awalnya mereka bersikeras menjaga citra sebagai penghibur non-politik, produksi film animasi itu akhirnya menghasilkan sebuah film animasi pendek seperti "Der Fuerher's Face" di tahun 1943 yang berisi olokan terhadap Nazi.

Taman Hiburan Walt Disney (Disneyland)

Taman hiburan Disneyland mulai dibuka pada 17 Juli 1955 di California.

Pembangunan taman yang memakan biaya seniali 17 juta dollar itu dipimpin oleh Ronald Reagan, aktor sekaligus calon presiden AS waktu itu.

Taman tersebut dikenal sebagai tempat bagi anak-anak dan kelurga untuk menjelajahi berbagai wahana dan bertemu dengan karakter-karakter Diseny.

Dalam waktu singkat, Disneyland telah meraup keuntungan sepuluh kali lipat, sekaligus menjadi tujuan liburan para turis seluruh dunia.

Akhir hidup

Disney didiagnosis menderita kanker paru-paru pada tahun 1966.

Tak lama setelah vonis itu, ia pun meninggal dunia pada 15 Desember 1966 pada usia 65 tahun.

Diseny menjadi satu-satunya orang yang meraih penghargaan terbanyak di Piala Oscar, yaitu 22 penghargaan dan menjadi nominasi sebanyak 59 kali.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Walt Disney, Pelopor Kartun Animasi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X