Mimpi Buruk Pemanasan Global (1): Jakarta Hingga Markas Facebook Tenggelam

Kompas.com - 08/12/2019, 18:17 WIB
Warga beraktivitas di sekitar Masjid Wall Adhuna yang tergenang rob (air pasang laut), Muara Baru, Jakarta Utara, Sabtu (12/10/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengambil alih pembangunan segmen tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development ( NCICD) di utara Jakarta. KOMPAS.com/M ZAENUDDINWarga beraktivitas di sekitar Masjid Wall Adhuna yang tergenang rob (air pasang laut), Muara Baru, Jakarta Utara, Sabtu (12/10/2019). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengambil alih pembangunan segmen tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development ( NCICD) di utara Jakarta.

KOMPAS.com - Masjid Wall Adhuna di Muara Baru, Jakarta Utara, pantas menjadi relik dari abad 20. Pasalnya, sudah nyaris satu dekade masjid tersebut terendam air laut.

Di kawasan Muara Baru, pemandangan ini bisa ditemui dengan mudah. Rumah-rumah yang tadinya dihuni, kini sudah tenggelam.

Bangunan-bangunan ini berada di balik tembok besar yang kini membatasi tanah yang tenggelam dengan tanah yang masih jadi permukiman. Hanya tembok itu yang mampu menahan kawasan Muara Baru tenggelam sepenuhnya.

Saat ini, Jakarta adalah kota yang paling cepat tenggelam. Organisation for Economic and Cooperation Development (OECD) dalam Green Growth Policy Review (GPPR) 2019 mencatat, permukaan tanah area-area pesisir Jakarta turun sampai empat meter hanya dalam 40 tahun terakhir.

Baca juga: Saksi Rasakan Getaran Saat Tanggul Laut NCICD di Muara Baru Roboh

Ketika tahun lalu Prabowo Subianto membuat heboh dengan mengatakan Jakarta akan tenggelam pada 2025, ia tak berbohong.

Berbagai penelitian dan modelling, salah satunya dari Institut Teknologi Bandung (ITB), memprediksi lima tahun lagi, seperempat wilayah Jakarta akan dibanjiri air laut.

Langkah Presiden Joko Widodo memindahkan ibu kota boleh jadi tepat. Namun ia juga harus memboyong 10 juta penduduk Jakarta.

Sebab seluruh, jika tidak sebagian besar Jakarta, akan benar-benar tenggelam pada 2050. Penyebabnya, penyedotan air tanah yang masif selama puluhan tahun.

Upaya mengurangi air tanah yang digencarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan boleh jadi terlambat. Itu tak akan menghentikan Jakarta tenggelam pada 2050.

Baca juga: Indonesia dan Negara Ini Terancam Tenggelam pada 2050

Selain penurunan muka air tanah, tenggelamnya Jakarta juga disebabkan kenaikan air laut. Masalah ini tak hanya dihadapi Jakarta.

Pemanasan global

Pemanasan global yang sedang terjadi saat ini lebih buruk dari yang Anda bayangkan. Karbon dioksida (CO2) dan gas rumah kaca lainnya sudah menambah suhu bumi hingga 1,1 derajat celsius lebih panas dibanding sebelum masa industri (1850).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Sumber Time
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X