Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/11/2019, 13:20 WIB
Nibras Nada Nailufar

Editor

Sumber Nature

KOMPAS.com - Indonesia menjadi satu dari delapan negara di Asia yang terancam tenggelam pada 2050 nanti.

Temuan ini diungkap oleh penelitian berjudul New elevation data triple estimates of global vulnerability to sea-level rise and coastal flooding yang diterbitkan di Nature Communications pada 29 Oktober 2019 lalu.

Para peneliti mengukur topografi garis pantai di seluruh dunia. Mereka menemukan bagaimana pemanasan global menyebabkan naiknya air laut dengan cepat selama beberapa tahun terakhir.

Di antara negara-negara di seluruh dunia yang diteliti, Asia akan menjadi wilayah yang paling merasakan dampaknya. Negara-negara yang terdampak umumnya negara kepulauan.

Bakal ada 300 juta warga di Asia yang setidaknya merasakan banjir setahun sekali.

"Kami menemukan lebih dari 70 persen orang yang akan terdampak, tinggal di delapan negara di Cina, Bangladesh, India, Vietnam, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Jepang," kata peneliti Scott Kulp dan Benjamin Strauss.

Baca juga: Emisi Karbon Dioksida Terus Meningkat Sejak Era Industri

Laut di pesisir Bangladesh, India, Indonesia, dan Filipina bakal naik lima hingga 10 kali lipat di 2050.

Sementara di China angkanya tiga kali lipat, dan di Thailand 12 kali lipat.

Penelitian itu menyebut saat ini saja sudah banyak penduduk yang tinggal di area yang tanahnya berada di bawah permukaan laut

Penurunan tanah yang paling ekstrem terjadi di pesisir Jakarta dan Tokyo.

Negara lain yang juga akan terdampak kenaikan air laut yakni Belanda, Djibouti, Guyana, dan Uni Emirat Arab.

Baca juga: The New York Times: 10 Tahun Lagi Jakarta Tenggelam Jika...

Tak ada cara untuk menghentikan kenaikan air laut. Penurunan emisi karbon dioksida besar-besaran juga tetap membuat laut naik setengah meter.

Namun upaya menekan pemanasan global tetap harus terus dilakukan secara signifikan untuk mencegah kenaikan laut makin parah.

Selain itu, pertahanan laut perlu ditingkatkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Nature
Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com