3 Tips bagi Milenial agar Bisa Memiliki Rumah

Kompas.com - 16/11/2019, 20:31 WIB
Ilustrasi rumah Kementerian PUPRIlustrasi rumah

KOMPAS.com - Bagi kaum milenial, memiliki rumah impian seakan hanyalah impian yang sulit menjadi nyata.

Memiliki rumah memang memerlukan tanggung jawab besar, proses panjang dan uang yang tidak sedikit.

Namun, bukan berarti kita tak bisa memilikinya.

Berikut tiga trik bagi milenial agar segera memiliki rumah impian:

1. Periksa kondisi keuangan

Langkah pertama yang bisa kita lakukan agar bisa memiliki rumah adalah dengan memeriksa kondisi keuangan kita.

Sayangnya, kaum milenial kerap dihadapkan dengan pasar kerja yang terlalu jenuh sehingga sulit untuk menemukan, mempertahankan dan tumbuh dalam peran profesional.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita memeriksa kembali kondisi keuangan kita.

Mulailah dengan melunasi utang atau tagihan secara perlahan.

Agar utang atau tagihan segera terlunasi, kita bisa membuat anggaran yang menguraikan rasio penghasilan terhadap utang dan tetapkan pengingat kapan saatnya kita membayar tagihan atau menerima gaji.

Selanjutnya, tuliskan setiap pengeluaran bulanan yang kita miliki.

Pastikan anggaran kita terorganisir dengan baik dan realistis. Setelah itu, evaluasi kembali anggaran tersebut setiap enam bulan sekali.

Baca juga: Investasi Vs Menabung, Mana yang Cocok bagi Milenial dengan Gaji Pas-pasan?

2. Luangkan waktu untuk menemukan rumah yang benar-benar tepat

Meluangkan waktu adalah kunci utama agar kita benar-benar menemukan rumah yang sesuai dengan keinginan dan budget yang diinginkan.

Di zaman serba modern ini, memang mudah mendapatkan berbagai informasi. Namun, jangan sampai kemudahan tersebut membuat kita tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.

Lakukan riset sendiri agar kita benar-benar menemukan rumah yang sesuai dengan keinginan.

Kita juga bisa meminta bantuan pada agen real estate berlisensi untuk menemukan rumah yang sesuai kebutuhan dan budget yang kita miliki.

3. Hindari asuransi hipotek pribadi

Saat akan membeli rumah, kita harus menabung cukup uang untuk membayar uang muka 20 persen dari harga rumah yang akan kita beli.

Meski ada opsi pinjaman untuk pembeli rumah pertama kali, membayar uang muka yang cukup besar akan menurunkan biaya bulanan. Hal terpenting adalah kita harus menghindari asuransi hipotek pribadi.

Asuransi hipotek pribadi merupakan pinjaman sekunder yang sebagian besar pemberi pinjaman menggaet pembeli rumah yang tidak mampu membayar uang muka 20 persen.

Idenya adalah bahwa pembeli rumah yang tidak mampu membayar uang muka dalam jumlah besar lebih mungkin berpotensi default pada catatan mereka, dan pemberi asuransi hipotek swasta melakukan lindung nilai terhadap hal itu.

Asuransi hipotek pribadi biasanya menelan biaya antara 0,5 persen hingga 1persen dari seluruh jumlah pinjaman setiap tahun.

Oleh karena itu, menggunakan asuransi hipotek pribadi hanya akan menghabiskan uang kita saja.

Jika menggunakan asuransi hipotek pribadi adalah satu-satunya pilihan, kita harus benar-benar merencanakan anggaran terbaik agar bisa melunasi utang secepat mungkin.

Baca juga: Demi Masa Depan, Lebih Baik Menabung atau Investasi?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X