Saut Situmorang Mundur dari Wakil Ketua KPK, ILR Sebut Alasan Ini...

Kompas.com - 14/09/2019, 06:46 WIB
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memberikan tanggapan soal putusan Mahkamah Agung yang membebaskan terdakwa kasus korupsi Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Syafruddin Arsyad Temenggung di gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/7/2019). KPK menyatakan akan melakukan upaya hukum biasa maupun luar biasa serta akan terus mengusut dugaan kerugian keuangan negara sebesar Rp4,58 triliun dalam perkara BLBI. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayWakil Ketua KPK Saut Situmorang memberikan tanggapan soal putusan Mahkamah Agung yang membebaskan terdakwa kasus korupsi Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Syafruddin Arsyad Temenggung di gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/7/2019). KPK menyatakan akan melakukan upaya hukum biasa maupun luar biasa serta akan terus mengusut dugaan kerugian keuangan negara sebesar Rp4,58 triliun dalam perkara BLBI. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.


KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Saut Situmorang menyampaikan pesan pengunduran dirinya sebagai pimpinan KPK periode 2015-2019.

Pernyataan itu disampaikan Saut melalui surat elektronik ke jajaran pegawai, Jumat (13/9/2019).

Menanggapi hal itu, peneliti dari Indonesia Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar menilai, alasan mundurnya Saut Situmorang sebagai Wakil Ketua KPK karena Firli Bahuri terpilih sebagai Ketua KPK Periode 2019-2023.

Terlebih Firli, imbuhnya sudah dinyatakan melakukan pelanggaran etik berat.

"Saut mundur karena merasa agenda pemberantasan korupsi terancam oleh orang-orang yang pernah terkena sanksi etik," kata Erwin kepada Kompas.com, melalui pesan singkat, Jumat (13/9/2019).

Erwin mengatakan etik tersebutlah kunci dari bertahannya lembaga pemberantasan korupsi hingga saat ini.

Menurut dia, apa yang dilakukan oleh Saut Situmorang merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab menjaga marwah KPK. 

"Itu adalah bentuk dari komitmen etik dan moral dari Saut terhadap pemberantasan korupsi," kata Erwin.

Baca juga: 4 Fakta soal Firli Bahuri, Ketua KPK yang Dinyatakan Pernah Lakukan Pelanggaran Berat

Selain itu, menurut Erwin, mundurnya Saut merupakan sebuah protes terhadap Presiden dan DPR karena telah serampangan memilih komisioner KPK.

Diberitakan sebelumnya, Saut Situmorang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X