It: Chapter 2 Rilis, Sejak Kapan Badut Dianggap Menakutkan?

Kompas.com - 05/09/2019, 08:00 WIB
Badut Pennywise yang diperankan oleh Bill Skarsgard dalam film horor It. Film ini diadaptasi dari novel Stephen King berjudul sama yang diterbitkan pada 1990. New Line/Warner BrosBadut Pennywise yang diperankan oleh Bill Skarsgard dalam film horor It. Film ini diadaptasi dari novel Stephen King berjudul sama yang diterbitkan pada 1990.

Kemudian pada tahun 1892, dalam kisah karya Ruggero Leoncavallo yang dipertunjukkan di Opera Pagliacci atau badut dalam bahasa setempat, menampilkan badut yang menemukan istrinya selingkuh dan membunuhnya di atas panggung.

Dalam salah satu adegan, badut tersebut mengeluhkan pekerjaannya yang selalu membuat penonton tertawa, bahkan saat ia sedang menangis.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Joseph Grimaldi, Badut Terhebat Sepanjang Masa

Selain Leoncavallo, kisah badut mengenaskan lain juga ditulis oleh seniman Perancis, Catulle Mendes. Dalam cerita tersebut, setelah sang badut membunuh istrinya, bibir si karakter utama lalu dioles dengan darah sang istri sehingga menjadi merah.

Setelah masa kejayaan pertunjukan badut Grimaldi dan Deburau, tradisi pantomim mulai meninggalkan pentas opera di Eropa dan beralih ke sirkus.

Menurut Smithsonian Magazine, pertunjukan sirkus dimulai pada tahun 1760-an yang menyajikan pertunjukan berkuda pada awalnya.

Pertunjukan ini menghadirkan arena melingkar khusus untuk kuda. Kemudian seiring berjalannya waktu, sirkus juga menampilkan pertunjukan lain seperti seniman trapeze, akrobat, dan badut.

Pada saat itu, para badut tampil dengan komentar mereka akan pertunjukan berkuda. Namun semakin lama, mereka memiliki porsi tersendiri dalam sirkus.

Badut sampai ke Amerika

Kisah-kisah hidup badut yang kompleks ini pun sampai ke tanah Amerika saat pertunjukan sirkus ala Inggris sampai ke negeri itu.

Pada tahun 1924, kisah mengenai badut yang memiliki kehidupan pahit dan penuh dendam ditampilkan ke publik Amerika dalam film bisu berjudul He Who Get Slapped.

Lalu satu setengah dekade kemudian, tokoh ikonik Joker muncul dan menjadi musuh abadi superhero Batman.

Namun sosok badut yang selalu digambarkan mengalami kemalangan berubah saat publik Amerika mengenal Ronald McDonald.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X