Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Akhir Kasus Tuduhan Plagiat Ed Sheeran, Lagu "Thinking Out Loud" Terbebas dari "Let's Get It On"

Ed Sheeran dituduh menggubah lagu "Let's Get It On" yang dinyanyikan Marvin Gaye pada 1973 menjadi lagu "Thinking Out Loud" yang dia rilis di 2014.

Tuduhan tersebut dilayangkan pada 11 Juli 2017 oleh ahli waris dari Ed Townsend, penulis dan komposer lagu yang membuat lagu klasik milik Gaye.

Butuh waktu hampir enam tahun hingga penyanyi asal Inggris ini terlepas dari tuduhan plagiasi. 

Di sisi lain, Marvin Gaye meninggal pada 1984 saat berusia 44 tahun setelah ditembak oleh ayahnya dalam pertengkaran domestik.

Tuduhan plagiat lagu

Dilansir dari National World, David Pullman seorang bankir dan perusahaan bernama Structured Asset Sales (SAS) menuduh bahwa Sheeran dan rekan penulisnya Amy Wadge menyalin tanpa izin lagu milik Gaye.

Plagiasi ini meliputi melodi, irama, permainan drum dan bass, bahkan paduan suara dalam lagu "Thinking Out Loud" yang disebut mirip dengan "Let's Get It On".

Pullman yang memiliki hak waris Ed Townsend menuntut ganti rugi 100 juta dolar AS atau Rp 1,5 triliun.

Sheeran membantah tuduhan pelanggaran hak cipta tersebut dan mengajukan mosi pembatalan kasus. Namun, hakim Distrik AS Louis Stanton menolaknya pada September 2022.

Gugatan pun berlanjut hingga pengadilan dengan tergugat Ed Sheeran, label Warner Music, dan penerbit musiknya Sony Music Publishing.

"Saya benar-benar frustrasi karena klaim tidak berdasar seperti ini diizinkan untuk dibawa ke pengadilan,” ujar Ed Sheeran.

Keluarga Townsend sangat mendukung kasus ini. Menurut mereka, pencurian semacam ini merupakan contoh eksploitasi karya penyanyi dan penulis lagu kulit hitam.

"Ini harus dihentikan. Kita memiliki cukup banyak kekacauan yang terjadi di dunia saat ini, selain harus berdiri di sini dan khawatir tentang orang lain yang mencuri milik orang lain," kata Kathryn Townsend Griffin, putri Ed Townsend, dikutip Vulture.

Mengaku akan berhenti bermusik

Atas tuduhan ini, Ed Sheeran bersumpah akan berhenti menyanyi jika ia terbukti melakukan plagiasi atas laku yang diciptakannya.

"Jika itu terjadi, saya selesai, saya berhenti," kata Sheeran dilansir dari Los Angeles Times.

“Saya merasa sangat terhina untuk bekerja seumur hidup saya sebagai penyanyi-penulis lagu dan akan menguranginya,” tambahnya.

"Thinking Out Loud" memenangkan penghargaan Grammy pada Februari 2016. Lalu, dituduh plagiat sekitar enam bulan kemudian.

"Jika saya melakukan apa yang Anda tuduhkan kepada saya, saya akan sangat bodoh untuk berdiri di atas panggung di depan 25.000 orang," bantahnya.

Sheeran memainkan lagunya dengan gitar dalam persidangan. Alexander Stewart, ahli musik untuk penggugat, berpendapat bahwa nada lagu "Thinking Out Loud" mirip dengan nada minor "Let's Get It On".

Padahal, Sheeran mendemonstrasikan versi nada mayor dari lagunya yang sering dimainkan pada setiap pertunjukan. Ia juga terlihat meringis tidak suka saat memainkan versi minor sesuai saran Stewart.

Pengacara Sheeran, Ilene Farkas menyatakan bahwa kesamaan dalam perubahan nada dan ritme lagu klasik Gaye dan Sheeran terjadi karena menggunakan tangga musik do re mi.

“Ini adalah blok musik dasar yang penulis lagu sekarang dan selamanya harus bebas untuk menggunakannya, atau kita semua yang mencintai musik akan menjadi lebih miskin karenanya,” katanya.

Keisha Rice selaku pengacara penggugat mengatakan kliennya menggugat Sheeran mengenai caranya menggabungkan elemen-elemen musik tersebut yang tidak biasa. Ia juga mendesak juri menggunakan "akal sehat" untuk memutuskan kemiripan kedua lagu ini.

Setelah juri berunding, hakim mengatakan, "Kreasi independen adalah pembelaan yang lengkap, tidak peduli seberapa mirip lagu itu."

Juri mencapai keputusan bahwa Sheeran tidak bersalah setelah melakukan persidangan selama tiga jam. Mendengar vonis tersebut, Sheeran memeluk sang pengacara. Sementara Cherry Seaborn, istrinya dan rekan penulis Amy Wadge dilaporkan menangis.

Sayangnya, di hari pemakaman neneknya yang berusia 98 tahun, Sheeran terpaksa tidak hadir karena harus menjalani sidang plagiasi atas lagunya. Nancy dimakamkan pada 3 Mei di Gereja St Patrick di Monaseed, Wexford, Irlandia.

Teen Vogue memberitakan, John Sheeran mengatakan putranya sangat kesal tidak bisa hadir di pemakaman tersebut bahkan harus berada ribuan mil di pengadilan Amerika untuk membela integritasnya.

Meski begitu, ia mengaku Sheeran sempat menghabiskan waktu berharga dengan neneknya sebulan yang lalu dan cukup terhibur atas momen itu.

"Nancy Mulligan" merupakan lagu dari album Divide yang menceritakan kakeknya, William jatuh cinta dengan neneknya, Anne, meski bertentangan dengan keinginan keluarga dan perbedaan agama Katolik-Protestan.

Bukan kali pertama terjadi

Tuduhan plagiasi bukan kali pertama terjadi pada Ed Sheeran.

Pada 2016, dua penulis lagu "Amazing" yang dibawakan Matt Cardle menggugat Sheeran dengan tuduhan plagiat untuk lagu "Photograph". Kasus ini selesai pada 2017 dan kedua penulis itu ditambahkan ke kredit lagu Sheeran.

Artis Sami Chokri atau Sami Switch juga pernah menggugat lagu Sheeran yang berjudul "Shape of You" yang disebut meniru lagu "Oh Why" yang rilis 2015.

Sheeran memenangkan gugatan meskipun ada kemiripan pada satu bagiannya. Namun, ia menyatakan tidak sengaja dan tidak sadar atas kemiripan itu.

https://www.kompas.com/tren/read/2023/05/08/103000065/akhir-kasus-tuduhan-plagiat-ed-sheeran-lagu-thinking-out-loud-terbebas-dari

Terkini Lainnya

Cara Cek NIK KTP Jakarta yang Non-Aktif dan Reaktivasinya

Cara Cek NIK KTP Jakarta yang Non-Aktif dan Reaktivasinya

Tren
Berkaca dari Kasus Mutilasi di Ciamis, Mengapa Orang dengan Gangguan Mental Bisa Bertindak di Luar Nalar?

Berkaca dari Kasus Mutilasi di Ciamis, Mengapa Orang dengan Gangguan Mental Bisa Bertindak di Luar Nalar?

Tren
3 Bek Absen Melawan Guinea, Ini Kata Pelatih Indonesia Shin Tae-yong

3 Bek Absen Melawan Guinea, Ini Kata Pelatih Indonesia Shin Tae-yong

Tren
Alasan Israel Tolak Proposal Gencatan Senjata yang Disetujui Hamas

Alasan Israel Tolak Proposal Gencatan Senjata yang Disetujui Hamas

Tren
Pendaftaran Komcad 2024, Jadwal, Syaratnya, dan Gajinya

Pendaftaran Komcad 2024, Jadwal, Syaratnya, dan Gajinya

Tren
Studi Baru Ungkap Penyebab Letusan Dahsyat Gunung Tonga pada 2022

Studi Baru Ungkap Penyebab Letusan Dahsyat Gunung Tonga pada 2022

Tren
Mengenal 7 Stadion yang Jadi Tempat Pertandingan Sepak Bola Olimpiade Paris 2024

Mengenal 7 Stadion yang Jadi Tempat Pertandingan Sepak Bola Olimpiade Paris 2024

Tren
Mengenal Alexinomia, Fobia Memanggil Nama Orang Lain, Apa Penyebabnya?

Mengenal Alexinomia, Fobia Memanggil Nama Orang Lain, Apa Penyebabnya?

Tren
Sunat Perempuan Dilarang WHO karena Berbahaya, Bagaimana jika Telanjur Dilakukan?

Sunat Perempuan Dilarang WHO karena Berbahaya, Bagaimana jika Telanjur Dilakukan?

Tren
UU Desa: Jabatan Kades Bisa 16 Tahun, Dapat Tunjangan Anak dan Pensiun

UU Desa: Jabatan Kades Bisa 16 Tahun, Dapat Tunjangan Anak dan Pensiun

Tren
Harga Kopi di Vietnam Melambung Tinggi gara-gara Petani Lebih Pilih Tanam Durian

Harga Kopi di Vietnam Melambung Tinggi gara-gara Petani Lebih Pilih Tanam Durian

Tren
Kasus Mutilasi di Ciamis dan Tanggung Jawab Bersama Menangani Orang dengan Gangguan Mental

Kasus Mutilasi di Ciamis dan Tanggung Jawab Bersama Menangani Orang dengan Gangguan Mental

Tren
Potensi Manfaat Tanaman Serai untuk Mengatasi Kecemasan Berlebih

Potensi Manfaat Tanaman Serai untuk Mengatasi Kecemasan Berlebih

Tren
Terkait Penerima KIP Kuliah yang Bergaya Hedon, UB: Ada Evaluasi Ulang Tiga Tahap

Terkait Penerima KIP Kuliah yang Bergaya Hedon, UB: Ada Evaluasi Ulang Tiga Tahap

Tren
Catat, Ini 5 Jenis Kendaraan yang Dibatasi Beli Pertalite di Batam Mulai Agustus

Catat, Ini 5 Jenis Kendaraan yang Dibatasi Beli Pertalite di Batam Mulai Agustus

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke