Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ramai soal Micin Dijadikan sebagai Masker Wajah, Ini Kata Dokter Kulit

Unggahan tersebut dibuat oleh akun Twitter ini pada Kamis (6/4/2023).

Dalam unggahan tersebut terlihat seorang wanita sedang menuangkan micin atau MSG ke dalam sebuah piring yang di dalamnya sudah ada beberapa bahan terlebih dahulu.

"Maskeran pake micin? emg boleh ya? mana itu di campur madu, kunyit, susu bubuk, yg mana itu produk makanan semua wkwk," tulis pengunggah.

Respon warganet

Unggahan tersebut menuai komentar dari warganet. Beberapa di antaranya mengatakan bahwa penggunaan micin sebagai masker bisa berbahaya bagi kulit. 

"Gak takut iritasi apa, ntar lu ke dokter makin mahal biayanya. Padahal sekarang banyak skincare yg aman harganya terjangkau masih aja pada nyoba ala-ala DIY gitu," ungkap akun ini. 

"EMAK AKU KEMAKAN INI VIDEO. BENERAN GA SIH? AKU SAMPE MUAK MUKA GUE DIUNYEL2 PAKE MASKER GA JELAS INI," tulis akun ini.

"Gausah percaya sm yg aneh aneh begituan nder, ntar nyesel :(," kata akun ini.

"BAPA GUA JUGA GITU NDER DAH CAPE GUA NGASIH TAUNYA NGOMEL TIAP HARI, TERUS PAS GUA DAH GA NGOMEL-NGOMEL LAGI BARU BERENTI BLIO," tulis akun ini.

Lantas, bolehkan micin dijadikan sebagai campuran untuk masker wajah?

Dokter kulit: tidak disarankan

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin sekaligus Dosen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Ismiralda Oke menyampaikan, madu dan susu memang sudah dikenal sebagai bahan alami yang memiliki kandungan cukup baik untuk campuran dalam perawatan kulit.

Namun, micin (MSG) yang biasa digunakan untuk bahan penyedap rasa pada makanan tidak disarankan untuk digunakan sebagai bahan perawatan kulit.

"Micin tidak disarankan untuk dijadikan campuran dalam bahan perawatan kulit, termasuk masker," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (7/4/2023).

"Penggunaan micin, madu, susu, dan beberapa bahan lainnya itu menimbulkan kontradiksi. Maunya menggunakan bahan alami, tapi kok ditambah bahan kimia," sambungnya.

Ia menyarankan, lebih baik menggunakan produk yang sudah "dermatologic tested".

Dermatologic tested adalah produk yang berada di bawah pengawasan ahli kulit (dermatolog) dan telah melalui beberapa tahapan tes pada responden secara sukarela.

"Ada banyak bahan alami yang sudah melewat rangkaian penelitian dan menjadi produk yang aman digunakan. Jadi seseorang tinggal menyesuaikan saja dengan jenis kulit dan kebutuhannya untuk perawatan apa," ungkapnya.

Tapi bila digunakan sebagai skincare yang salah satunya adalah masker wajah, maka belum bisa dibuktikan secara ilmiah dapat berguna untuk kulit atau tidak. Terkadang, penggunaan micin justru bisa menimbulkan berbagai permasalahan pada kulit seseorang.

"Bahan berisi sodium dalam kadar yang tinggi akan menarik cairan dari kulit. Sehingga akan membuat kulit mengalami dehidrasi, kering, kasar dan kusam," kata Ismiralda.

Selain itu kulit juga akan lebih mudah mengalami iritasi dan peradangan, bahkan dapat mencetuskan jerawat.

Menurutnya, bahan alami pun tidak semuanya bisa digunakan secara bersamaan untuk perawatan kulit. Hal ini karena bahan alami memiliki beberapa kandungan yang mungkin saja bisa menyebabkan alergi atau iritasi pada sebagian orang. 

Bahan alami ada yang bersifat selaras yang bahkah meningkatkan efektivitas satu dengan yang lain, dan bahkan ada juga yang bersifat kontradiktif.

Untuk itu, Ismiralda menyarankan agar seseorang bisa memilih bahan-bahan yang memang sudah dipastikan memiliki manfaat dan cara penggunaannya yang baik.

https://www.kompas.com/tren/read/2023/04/07/132500165/ramai-soal-micin-dijadikan-sebagai-masker-wajah-ini-kata-dokter-kulit

Terkini Lainnya

Ramai Poster “All Eyes on Papua” di Media Sosial, Apa yang Terjadi?

Ramai Poster “All Eyes on Papua” di Media Sosial, Apa yang Terjadi?

Tren
Sosok Nikki Haley, Wanita yang Tulis 'Habisi Mereka' di Rudal Israel

Sosok Nikki Haley, Wanita yang Tulis "Habisi Mereka" di Rudal Israel

Tren
Promo Gratis Masuk Ancol 1-21 Juni 2024, Ini Syarat dan Ketentuannya

Promo Gratis Masuk Ancol 1-21 Juni 2024, Ini Syarat dan Ketentuannya

Tren
Kartu Prakerja Gelombang 69 Dibuka Hari Ini, Klik www.prakerja.go.id

Kartu Prakerja Gelombang 69 Dibuka Hari Ini, Klik www.prakerja.go.id

Tren
7 Kelompok yang Dapat Diskon Tiket Kereta dari KAI, Ada yang Berlaku Seumur Hidup

7 Kelompok yang Dapat Diskon Tiket Kereta dari KAI, Ada yang Berlaku Seumur Hidup

Tren
SIM C1 Resmi Berlaku untuk Motor 250-500 CC, Ini Syarat dan Biayanya

SIM C1 Resmi Berlaku untuk Motor 250-500 CC, Ini Syarat dan Biayanya

Tren
Mulai 2 Juni 2024, Masuk Mekkah Tanpa Izin Haji Bisa Kena Denda, Berapa Besarannya?

Mulai 2 Juni 2024, Masuk Mekkah Tanpa Izin Haji Bisa Kena Denda, Berapa Besarannya?

Tren
Link Live Streaming Liga 1 Madura United Vs Persib Bandung Hari Ini

Link Live Streaming Liga 1 Madura United Vs Persib Bandung Hari Ini

Tren
Penjelasan Gerindra soal Baliho Budisatrio Djiwandono-Kaesang Maju Pilkada Jakarta

Penjelasan Gerindra soal Baliho Budisatrio Djiwandono-Kaesang Maju Pilkada Jakarta

Tren
Sejarah Bayar UKT Pakai Hasil Bumi di Universitas Muhammadiyah Maumere

Sejarah Bayar UKT Pakai Hasil Bumi di Universitas Muhammadiyah Maumere

Tren
BMKG Ungkap Kondisi El Nino dan La Nina Saat Musim Kemarau 2024 di Indonesia

BMKG Ungkap Kondisi El Nino dan La Nina Saat Musim Kemarau 2024 di Indonesia

Tren
MRT Jakarta Beroperasi Normal Usai Sempat Dihentikan karena Material Jatuh

MRT Jakarta Beroperasi Normal Usai Sempat Dihentikan karena Material Jatuh

Tren
Beredar Video Oknum Suporter Serang KA Pasundan di Stasiun Surabaya Gubeng, Ini Kata Daop 8

Beredar Video Oknum Suporter Serang KA Pasundan di Stasiun Surabaya Gubeng, Ini Kata Daop 8

Tren
Israel Sebut Perang Melawan Hamas Diperkirakan hingga Akhir Tahun 2024

Israel Sebut Perang Melawan Hamas Diperkirakan hingga Akhir Tahun 2024

Tren
Kumpulan Ucapan dan Twibbon Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2024

Kumpulan Ucapan dan Twibbon Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2024

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke