Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Update Covid-19 di Dunia 22 November: 58 Juta Orang Terinfeksi | Eropa dan Amerika Utara Jadi Episentrum Corona

KOMPAS.com - Penyebaran virus corona secara global, masih terus bertambah dari hari ke harinya.

Melansir data dari laman Worldometers, hingga Minggu (22/11/2020) pagi, total kasus Covid-19 di dunia terkonfirmasi sebanyak 58.462.891 (58 juta) kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 40.439.276 (40 juta) pasien telah sembuh, dan 1.385.688 orang meninggal dunia.

Berikut 10 negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak:

1. Amerika Serikat, 12.435.885 kasus, 261.746 orang meninggal, total sembuh 7.396.968

2. India, 9.095.908 kasus, 133.263 orang meninggal, total sembuh 8.520.039

3. Brasil, 6.052.786 kasus, 169.016 orang meninggal, total sembuh 5.422.102

4. Perancis, 2.127.051 kasus, 48.518 orang meninggal, total sembuh 149.521

5. Rusia, 2.064.748 kasus, 35.778 orang meninggal, total sembuh 1.577.435

6. Spanyol, 1.589.219 kasus dan 42.619 orang meninggal.

7. Inggris, 1.493.383 kasus dan 54.626 orang meninggal

8. Italia, 1.380.531 kasus, 49.261 orang meninggal, total sembuh 539.524

9. Argentina, 1.366.182 kasus, 36.902 orang meninggal, total sembuh 1.187.053

10. Kolombia, 1.240.493 kasus, 35.104 orang meninggal, total sembuh 1.144.923

Kasus virus corona di Indonesia tercatat juga mengalami peningkatan, baik dari segi jumlah kasus, pasien sembuh, maupun yang meninggal dunia.

Hingga Sabtu (21/11/2020) pukul 12.00 WIB, kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 4.998. Sehingga jumlahnya saat ini menjadi 493.308 orang.

Sedangkan untuk kasus sembuh, juga ada penambahan sebanyak 3.403 orang.

Penambahan itu sekaligus menjadikan total pasien yang telah sembuh menjadi 413.955 orang.

Namun, pasien yang meninggal dunia karena infeksi Covid-19 ini juga ikut bertambah sebanyak 96 orang.

Maka, jumlah pasien yang meninggal dunia kini jumlahnya menjadi 15.774 orang.

Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS), tercatat telah melaporkan lebih dari 12 juta kasus virus corona dan menjadi yang tertinggi di dunia.

Dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (21/11/2020), pakar kesehatan masyarakat terus memperingatkan orang-orang untuk tidak bepergian dalam liburan Thanksgiving yang akan datang.

Menurut data dari Universitas Johns Hopkins, pada Sabtu (21/11/2020) sore, AS melaporkan lebih dari 12,09 juta kasus Covid-19 dan lebih dari 255.000 kematian.

AS telah melihat lonjakan infeksi baru, serta rawat inap, dalam beberapa pekan terakhir karena cuaca yang lebih dingin memaksa lebih banyak orang berada di dalam ruangan.

Pihak berwenang di beberapa negara bagian telah memperingatkan bahwa sistem perawatan kesehatan bisa kewalahan, karena rawat inap meningkat lebih dari dua kali lipat sejak bulan-bulan musim panas.

Masih dikutip dari sumber yang sama, serangkaian pembatasan baru, termasuk penguncian parsial dan jam malam, mulai berlaku di seluruh Iran karena lonjakan infeksi Covid-19 yang mengkhawatirkan terus berlanjut.

Pejabat memperbarui daftar kota dan kabupaten dengan kode warna berdasarkan jumlah rawat inap Covid-19 yang dikonfirmasi.

Adapun kode warna tersebut dari "putih" yang menunjukkan tidak berbahaya menjadi "merah" yang menunjukkan tingkat alarm tertinggi.

Selama dua minggu, wilayah "merah" akan ditutup sebagian yang mencakup penutupan semua bisnis yang tidak penting, tetapi mengizinkan hingga sepertiga pegawai pemerintah untuk bekerja di kantor.

Jam malam lokal pukul 9 malam hingga 4 pagi juga diterapkan di seluruh negeri yang melarang perjalanan dalam kota. Polisi di wilayah dengan tingkat risiko tertinggi diizinkan untuk mendenda pelanggar 10 juta real selama 24 jam.

Pemerintah Mesir pada Jumat memperingatkan negara itu untuk bersiap menghadapi gelombang kedua Covid-19 karena jumlah kasus baru terus meningkat.

Perdana Menteri, Mostafa Madbouly mengatakan warga harus mematuhi langkah-langkah kesehatan dan keselamatan serta mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan untuk membantu memerangi penyebaran virus.

Perdana menteri juga mendesak otoritas terkait untuk menegakkan aturan secara ketat di tempat kerja dan di lokasi produksi untuk menahan wabah.

Dia menunjukkan bahwa gelombang kedua virus, yang telah melanda sejumlah negara di seluruh dunia, tampaknya lebih berbahaya daripada yang pertama.

Kementerian diperintahkan untuk mengambil tindakan yang tepat termasuk langkah-langkah untuk mengurangi kepadatan di tempat kerja dan memberikan prioritas kepada pekerja dengan penyakit kronis.

Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Rusia, Melita Vujnovic mengatakan, penurunan kasus baru virus corona di dunia pekan lalu bisa berarti pandemi telah mencapai puncaknya.

"Ada kabar baik. Minggu lalu, kami mencatat, kasus turun 10 persen dari 14 hari sebelumnya. Mungkin, pandemi sudah berada di puncak, tetapi kami perlu berkonsultasi lagi dengan angkanya," katanya kepada radio Echo of Moscow seperti dikutip TASS.

"Karena, setiap negara memiliki situasi yang berbeda. Beberapa negara hanya mendahulukan kecepatan, meskipun dalam beberapa kasus, kami bisa mengatakan situasinya mungkin stabil," tambahnya.

Vujnovic menambahkan, episentrum penyebaran virus corona saat ini terletak di Eropa dan Amerika Utara.

Pasalnya, 81 persen dari semua kasus virus corona yang terdokumentasi sepanjang pekan lalu berasal dari kedua kawasan tersebut.

https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/22/083000065/update-covid-19-di-dunia-22-november--58-juta-orang-terinfeksi-eropa-dan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke