Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Hari Ini dalam Sejarah: Penangkapan Saddam Hussein oleh Pasukan AS

KOMPAS.com - Hari ini 16 tahun lalu, tepatnya 13 Desember 2003, mantan Presiden Irak Saddam Hussein ditangkap pasukan Amerika Serikat.

Selama 9 bulan, Saddam Hussein berada dalam persembunyiannya setelah dikudeta pada 20 Maret 2003 oleh AS yang melakukan invasi ke Irak.

Invasi tersebut didasari atas tudingan AS kepada pemerintahan Saddam yang dianggap menyimpan senjata kimia.

Meski demikian, tudingan itu tak pernah terbukti.

Rekam jejak Saddam

Saddam, yang menjabat sebagai Presiden Irak selama lebih dari 20 tahun itu lahir dari keluarga miskin di Tirkit, 100 mil dari Baghdad, pada 1937.

Dikutip dari Britannica, setelah pindah ke Baghdad pada usia muda, Saddam bergabung dengan Partai Baath, partai yang membesarkan namanya pada tahun 1957.

Ia ikut serta dalam beberapa percobaan kudeta di Irak dan menempatkan keponakannya, Ahmed Hassan al-Bakr sebagai Presiden Irak pada 1968.

Presiden al-Bakr hanya dianggap sebagai boneka dari Saddam Hussein yang telah menduduki jabatan tertinggi di Partai Baath.

Sebelas tahun kemudian, Saddam mengambil alih kekuasaan setelah al-Bakr mengundurkan diri pada 1969.

Di bawah kepemimpinannya, Irak berubah menjadi negara yang disegani dan memiliki pasukan militer yang kuat.

Berbeda dengan sikap Mesir yang memilih jalan kompromi dengan Israel, Saddam secara tegas menentang pendudukan Israel.

Ia juga mengecam perjanjian Camp David yang dilakukan oleh Presiden Mesir, Anwar Sadad di tahun 1978.

Pada awal tahun 1980, Irak terlibat perang dengan Iran akibat konflik di perbatasan.

Perang Teluk I tersebut menjadi perang terlama di abad ke 20 dan memakan korban jutaan jiwa dari kedua belah pihak.

Dua tahun berselang, Irak kembali terlibat perang dengan Kuwait pada 1990.

Invasi tersebut dilatarbelakangi oleh minimnya akses laut yang dimiliki oleh Irak sehingga tidak bisa melakukan ekspor minyak secara optimal.

Padahal, Irak saat itu sangat bergantung pada ekspor minyak untuk memulihkan perekonomian negara yang tengah memburuk usai Perang Teluk I.

Irak berhasil dipukul mundur oleh pasukan koalisi Barat. Sepanjang tahun 1990-an, Irak mendapat sanksi berupa embargo ekonomi dari PBB.

Petaka menimpa Saddam kala pasukan Amerika Serika melakukan invasi ke Negeri Seribu Satu Malam itu pada 2003.

History menuliskan, selain menuduh Saddam menggunakan senjata kimia, AS juga menuduh Irak melakukan penjualan minyak secara ilegal.

Setelah lari dari kejaran AS, Saddam juga ditemukan oleh pasukan AS ketika sedang bersembunyi di sebuah lubang sedalam enam kaki di luar kora Tikrit.

Pemimpin besar Irak itu kemudian menjalani eksekusi hukuman gantung pada 30 Desember 2006.

Hingga saat ini, Irak tak kunjung menemui kedamaian dan kemakmuran.

Amerika Serikat yang dianggap sebagai "juru selamat" setelah mengambil alih pemerintahan pasca-kudeta, tak mampu membawa Irak ke arah yang lebih baik.

Bahkan, Irak terjerumus dalam perang saudara berkepanjangan akibat politik sektarian antara Sunni dan Syiah.

https://www.kompas.com/tren/read/2019/12/13/072400565/hari-ini-dalam-sejarah--penangkapan-saddam-hussein-oleh-pasukan-as

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke