Perjanjian Postdam: Tokoh, Isi, dan Dampak

Kompas.com - 25/06/2021, 10:49 WIB
Konferensi Potsdam: Presiden AS Harry S. Truman (tengah), diapit oleh Perdana Menteri Soviet Joseph Stalin (kiri) dan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill (kanan), dekat Berlin, Jerman, Juli 1945. britannica.comKonferensi Potsdam: Presiden AS Harry S. Truman (tengah), diapit oleh Perdana Menteri Soviet Joseph Stalin (kiri) dan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill (kanan), dekat Berlin, Jerman, Juli 1945.

KOMPAS.com - Antara 17 Juli hingga 2 Agustus 1945, pihak sekutu Perang Dunia II, yaitu Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Soviet, mengadakan Konferensi Potsdam.

Konferensi ini diadakan di Istana Cecilienhof, rumah Putra Mahkota Wilhelm di Kota Potsdam, Jerman.

Tujuan diadakan pertemuan tersebut adalah untuk mendiskusikan perihal nasib Jerman pasca kekalahannya dalam Perang Dunia II.

Hasil dari pertemuan tersebut adalah Perjanjian Postdam, yang ditandatangani pada 1 Agustus 1945.

Perjanjian Postdam menjadi salah satu kesepakatan yang dibentuk untuk mengakhiri Perang Dunia II.

Tokoh-tokoh yang terlibat sekaligus menandatangani Perjanjian Postdam adalah Perdana Menteri Clement Richard Atlee (perwakilan Inggris), Sekretaris Joseph Stalin (perwakilan Uni Soviet), dan Presiden Harry S. Truman (perwakilan Amerika Serikat).

Baca juga: Perang Indochina I, II, dan III

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Isi Perjanjian Postdam

Perjanjian Postdam sebenarnya tidak sebatas menentukan nasib Jerman pasca Perang Dunia II, tetapi juga memutuskan upaya rekonstruksi seluruh aspek kehidupan Eropa pasca Perang Dunia II.

Seperti contohnya terkait demiliterisasi, pembangunan kembali, penuntutan penjahat perang, dan pengusiran bangsa Jerman dari berbagai wilayah Eropa.

Terdapat enam pokok isi Perjanjian Postdam, yaitu:

  • Pembagian wilayah Jerman menjadi dua, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur.
  • Jerman Barat di bawah kekuasaan Inggris, Perancis dan Amerika Serikat, sedangkan Jerman Timur berada di bawah kekuasaan Uni Soviet.
  • Kekuatan militer Jerman harus dikurangi.
  • Tokoh-tokoh Nazi diadili sebagai penjahat perang dan dihukum di bawah pengawasan Mahkamah Internasional.
  • Jerman harus mengganti kerugian akibat Perang Dunia II kepada Sekutu.
  • Polandia mendapatkan wilayah Danzig dan Niesse.

Baca juga: Perjanjian Salatiga: Latar Belakang, Isi, dan Dampaknya

Dampak Perjanjian Postdam

Meski dibuat untuk mengakhiri Perang Dunia II, dalam prosesnya Perjanjian Postdam membawa dampak yang cukup merugikan bagi banyak pihak.

Berikut ini beberapa dampak Perjanjian Postdam.

  • Wilayah Jerman terbagi atas empat kekuasaan, yaitu Inggris, Perancis, Amerika Serikat, dan Uni Soviet
  • Dibangunnya tembok Berlin untuk memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur
  • Terdapat dua sistem pemerintahan di Jerman, yaitu kapitalis di Jerman Barat dan komunis di Jerman Timur
  • Timbul Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet
  • Dunia mengalami krisis ekonomi

 

Referensi:

  • W. Setya R. (2008). Perang Dingin. Semarang: ALPRIN.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.