Kompas.com - 03/12/2021, 22:22 WIB
Atlet angkat besi Indonesia Windy Cantika Aisah (tengah) mengangkat Bendera Merah Putih pada upacara penganugerahan medali pertandingan Angkat Besi 49Kg Wanita SEA Games ke-30 di Stadion RSMC Nino Aquino, Manila, Filipina, Senin (2/12/19). Windy Cantika Aisah berhasil meraih medali emas disusul Phyo Pyae Pyae (kiri) dari Myanmar meraih medali perak dan Ngo Thi Quyen (kanan) meraih medali perunggu. ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANAAtlet angkat besi Indonesia Windy Cantika Aisah (tengah) mengangkat Bendera Merah Putih pada upacara penganugerahan medali pertandingan Angkat Besi 49Kg Wanita SEA Games ke-30 di Stadion RSMC Nino Aquino, Manila, Filipina, Senin (2/12/19). Windy Cantika Aisah berhasil meraih medali emas disusul Phyo Pyae Pyae (kiri) dari Myanmar meraih medali perak dan Ngo Thi Quyen (kanan) meraih medali perunggu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua lifter Indonesia yakni Windy Cantika Asih dan Rizki Juniansyah tidak ikut Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021.

Perhelatan akbar itu berlangsung mulai 5-17 Desember 2021.

Lokasi penyelenggaraan ada di Tashkent, Uzbekistan.

Atlet angkat besi asal Blora, Siti Nafisatul Hariroh memamerkan sejumlah medali yang diraihnya saat ditemui di rumahnya, Kelurahan Kauman, Blora, Sabtu (16/10/2021)KOMPAS.COM/ARIA RUSTA YULI PRADANA Atlet angkat besi asal Blora, Siti Nafisatul Hariroh memamerkan sejumlah medali yang diraihnya saat ditemui di rumahnya, Kelurahan Kauman, Blora, Sabtu (16/10/2021)

Baca juga: Lifter Muda Dominasi Tim Indonesia di Kejuaraan Dunia Angkat Besi

Total, Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) mengirimkan 14 lifternya.

Pelatih kepala angkat besi Dirdja Wihardja menyebut, ada 8 lifter putri Indonesia pada kejuaraan itu.

Deadlifts termasuk salah satu cara membentuk otot perut yang sangat baik.PEXELS/VICTOR FREITAS Deadlifts termasuk salah satu cara membentuk otot perut yang sangat baik.

Mereka adalah Juliana Klarisa kelas 55 kilogram, Sarah (59 kilogram), Najla Khoirunnisa (45 kilogram), Nelly (59 kilogram), Siti Nafisatuh Hariroh (49 kilogram), Tsabita Alfiah Ramadani (64 kilogram), Restu Anggi (64 kilogram), dan Nurul AKmal (+87 kilogram).

Sementara, 6 orang atlet putra adalah Rahmat Erwin Abdullah (73 kilogram), Muhammad Faathir (61 kilogram), Muhammad Yasin (67 kilogram), Triyatno (67 kilogram), Muhammad Zul Ilmi (89 kilogram), dan Satrio Adi Nugroho (55 kilogram).

Lifter putri Indonesia, Nurul Akmal, saat bertanding di kelas +87 kg putri di Olimpiade Tokyo 2020.Dok. NOC Indonesia Lifter putri Indonesia, Nurul Akmal, saat bertanding di kelas +87 kg putri di Olimpiade Tokyo 2020.

Menurut pelatih kepala angkat besi Dirdja Wihardja, Windy dan Rizki tengah menjalani pemulihan cedera.

Kata Dirdja, Windy mengalami cedera tulang kering akibat tertimpa barbel saat latihan.

"Rizki mengalami cedera pada bahunya," pungkas Dirdja Wihardja.

Pelatih timnas angkat besi untuk SEA Games 2019 Dirdja Wihardja Kompas.com/Josephus Primus Pelatih timnas angkat besi untuk SEA Games 2019 Dirdja Wihardja

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.