Kompas.com - 26/10/2021, 06:02 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali dan Azrul Ananda (CEO & Founder DBL Indonesia) saat final Honda DBL 2021 DKI Jakarta Series di Gelanggang Remaja Cempaka Putih,Jakarta, Sabtu (23/10). Dok. KemenporaMenteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali dan Azrul Ananda (CEO & Founder DBL Indonesia) saat final Honda DBL 2021 DKI Jakarta Series di Gelanggang Remaja Cempaka Putih,Jakarta, Sabtu (23/10).
|

KOMPAS.COM - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyebut bahwa Honda DBL berkaitan erat dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), yang program saat ini sedang digalakkan pemerintah.

Dia menilai, basket merupakan salah satu dari tiga cabang olahraga (cabor) yang didorong menjadi sports industry.

Baca juga: Kata Perbasi soal Timnas Basket Gelar TC ke Amerika di Tengah Sanksi WADA

Menpora mengatakan hal tersebut ketika menutup kompetisi bola basket antar pelajar SMA, Honda Developmental Basketball League (DBL) 2021-2022 di Gelanggang Remaja (GOR) Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu malam, 23 Oktober 2021.

“Pembinaan usia muda seperti DBL ini sangat terkait erat dengan DBON. Untuk itu DBON ini harus segera disosialisasikan ke pusat dan daerah,” ucapnya.

Menpora memuji bagaimana kompetisi ini bisa terlaksana dengan baik. Ketatnya aturan mengenai protokol kesehatan (prokes), mulai dari sudah dapatkan dua kali vaksin hingga diadakannya testing swab PCR Covid-19 yang difasilitasi langsung oleh DBL Indonesia jadi hal terpenting dalam penyelenggaraan DBL musim 2021-2022.

Menpora juga menjelaskan bahwa ujung dari semua pembinaan cabang olahraga adalah bisa menghasilkan tim nasional yang baik. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami pemerintah memiliki kepentingan terlebih memiliki DBON. 14 cabor yang didorong untuk olahraga prestasi dan 3 cabor yang kita dorong untuk industri atau sport industry yaitu sepak bola, bola basket dan bola voli,” tutur dia.

“Saya mendukung kompetisi ini (Honda DBL). Sebab, dikompetisi itulah para atlet bisa dilihat kemampuan dari hasil latihannya,” jelas dia menambahkan.

Jika hanya dengan latihan saja tanpa kompetisi, lanjut Menpora, pemerintah tidak bisa mengukur sejauh mana kemajuan dan prestasi atlet setelah berlatih.

“Itulah sebabnya, saya sangat memiliki kepentingan terhadap kompetisi disemua cabor harus berjalan. DBL ini diikuti para pelajar yang nantinya menjadi bibit atlet yang kita harapkan nanti bisa masuk ke klub-klub dan ujungnya mengisi tim nasional kita,” ujar Amali.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.