Gabby Thomas, Menembus Dimensi Akademis Lewat Prestasi Olahraga

Kompas.com - 05/08/2021, 10:00 WIB
Sprinter Amerika Serikat Gabrielle Thomas atau Gabby Thomas berhasil meraih perunggu di nomor 200 meter putri Olimpiade Tokyo 2020, Rabu (4/8/2021). AFP/INA FASSBENDERSprinter Amerika Serikat Gabrielle Thomas atau Gabby Thomas berhasil meraih perunggu di nomor 200 meter putri Olimpiade Tokyo 2020, Rabu (4/8/2021).

KOMPAS.com - Pandangan terkait keharusan memilih antara olahraga dan kuliah tak berlaku dalam kamus kehidupan Gabrielle Thomas, sprinter andalan Amerika Serikat yang tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

Bukannya memilih salah satu, Gabby Thomas justru memanfaatkan talenta olahraganya sebagai kendaraan menembus dimensi akademis.

Dalam laman resmi Olympic dijelaskan bahwa Gabby Thomas lebih dulu ingin mendalami bidang neurobiologi di perguruan tinggi sebelum terjun lebih dalam ke dunia atletik.

Melansir NBC Sport, keinginan Gabby Thomas untuk mendalami bidang neurobiologi muncul karena saudara kembarnya menderita attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) atau gangguan jangka panjang yang ditandai dengan perilaku impulsif dan hiperaktif.

Baca juga: Jadwal Sepak Bola Olimpiade Tokyo, Hari Ini Perebutan Perunggu Australia Vs AS

Namun, keinginan Gabby Thomas dalam bidang akademis ternyata bisa berjalan beriringan dengan bakat alaminya di trek lari.

Saat hendak mendaftar masuk ke perguruan tinggi, Gabby Thomas diminta oleh orang-orang di sekelilingnya untuk menyertakan bakat lari di lamarannnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak disangka, bakat itu kemudian menarik minat salah satu perguruan tinggi kenamaan di Amerika Serikat, Universitas Harvard.

Tim atletik Universitas Harvard dilaporkan melayangkan tawaran kepada Gabby Thomas.

Tanpa ragu, Gabby Thomas pun menerima tawaran tersebut meski Universitas Harvard dikenal memiliki tingkat konversi yang rendah dalam menjadikan mahasiswanya sebagai Olympian atau peserta Olimpiade.

Baca juga: Klasemen Medali Olimpiade Tokyo - Inggris Raya Tembus 5 Besar, Indonesia Turun

Melansir laman resmi Olympic, Alumni Harvard terakhir yang mengikuti Olimpiade muncul pada 1896.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.