Kompas.com - 02/08/2021, 11:40 WIB
Atlet menembak Korea Selatan Jin Jong-oh berpose dengan medali emas yang diraihnya dalam Kejuaraan Dunia ISSF ke-51 di Las Gabias, dekat Granada, pada 11 September 2014. Di sebelahnya adalah Yusuf Dikec (Turki, kiri), dan Vladimir Gontcharov (Rusia, kanan). Jin meraih emas di nomor 10 meter air pistol. AFP PHOTO/JORGE GUERREROAtlet menembak Korea Selatan Jin Jong-oh berpose dengan medali emas yang diraihnya dalam Kejuaraan Dunia ISSF ke-51 di Las Gabias, dekat Granada, pada 11 September 2014. Di sebelahnya adalah Yusuf Dikec (Turki, kiri), dan Vladimir Gontcharov (Rusia, kanan). Jin meraih emas di nomor 10 meter air pistol.

KOMPAS.com - Korea Selatan hingga saat ini mampu menghuni posisi 10 besar daftar perolehan medali Olimpiade Tokyo 2020. Namun, sejumlah kontroversi mengiringi langkah tim Negeri Ginseng tersebut.

Hingga Senin (2/8/2021) pagi WIB, Korea Selatan (Korsel) berada di urutan ke-8 klasemen perolehan medali Olimpiade Tokyo 2020.

Korea Selatan tercatat telah mengumpulkan total 17 medali, yaitu lima medali emas, empat perak, dan delapan perunggu.

Akan tetapi, di balik keberhasilan Korsel meraih medali demi medali, ada kontroversi yang diciptakan oleh beberapa atlet mereka.

Sebut petembak Iran teroris

Petembak Korea Selatan, Jin Jong-oh, memicu kontroversi setelah ia menyebut atlet Iran, Javad Foroughi, sebagai teroris.

Javad Foroughi berhasil meraih medali emas cabang olahraga (cabor) menembak Olimpiade Tokyo 2020 nomor pistol udara 10 meter putra.

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020, Wakil Korsel Heran Lihat Keuletan Ahsan/Hendra

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Foroughi sukses mengalahkan Damir Mikec (perak) asal Serbia dan petembak China, Pang Wei (perunggu).

Namun, keberhasilan Javad Foroughi merebut medali emas ditanggapi sinis oleh Jin Jong-oh yang tak lolos ke putaran final.

Jong-oh mengucapkan kalimat kontroversial dengan menyebut Javad Foroughi sebagai teroris.

Dilansir dari The Guardian, Jong-oh melontarkan kalimat kontroversial itu karena Foroughi dikabarkan adalah anggota Korps Pengawal Revolusi Islam Iran atau Iran’s Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) sebagai perawat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.