Kompas.com - 23/07/2021, 18:08 WIB

KYIV, KOMPAS.com - Pemerintah Ukraina menyampaikan protes kepada penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 berkenaan dengan peta negara itu.

Awalnya, pada peta itu tergambar daerah perbatasan Ukraina dengan Semenanjung Krimea di Laut Hitam yang menjadi milik Rusia.

Baca juga: Para Atlet Diziinkan Protes di Olimpiade Tokyo 2020, tetapi...

Padahal, tatkala Rusia menganeksasi Krimea pada 2014, tak ada dukungan internasional bagi kebijakan itu.

Aneksasi Krimea memicu sanksi negara-negara Barat.

Sejumlah relawan Olimpiade Tokyo 2020 berfoto bersama di kawasan Stadion Nasional, Tokyo, Jepang, Kamis (22/7/2021). Olimpiade Tokyo 2020 bakal dibuka pada Jumat 23 Juli 2021 pukul 20.00 waktu setempat. Para pemimpin dari sekitar 15 negara dan organisasi internasional dijadwalkan hadir dalam pesta olahraga dunia yang digelar saat pandemi COVID-19 tersebut. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Sejumlah relawan Olimpiade Tokyo 2020 berfoto bersama di kawasan Stadion Nasional, Tokyo, Jepang, Kamis (22/7/2021). Olimpiade Tokyo 2020 bakal dibuka pada Jumat 23 Juli 2021 pukul 20.00 waktu setempat. Para pemimpin dari sekitar 15 negara dan organisasi internasional dijadwalkan hadir dalam pesta olahraga dunia yang digelar saat pandemi COVID-19 tersebut. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.

Rusia pun mendapatkan kecaman dunia internasional gara-gara kebijakn tersebut.

Hingga kini, kawsan Semenanjung Krimea masih dianggap sah sebagai milik Ukraina.

"Kami minta penyelenggaara mengoreksi peta tersebut," kata Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba pada Jumat (23/7/2021).

Laut HitamEncyclopaedia Britannica Laut Hitam

Darurat

Petenis meja asal Suriah, Hend Zaza, yang masih berusia 12 tahun menjadi atlet termuda di Olimpiade Tokyo 2020.AFP Petenis meja asal Suriah, Hend Zaza, yang masih berusia 12 tahun menjadi atlet termuda di Olimpiade Tokyo 2020.

Sementara itu, Kota Tokyo memasuki keempat kalinya berstatus darurat Covid-19 mulai Senin (12/7/2021).

"Penetapan ini merupakan upaya mencegah meluasnya pandemi Covid-19," kata Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga mengingatkan warga Jepang dalam pernyataan resminya.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.