4 Cerita Manis Indonesia di Olimpiade, dari Medali Pertama hingga Tradisi Emas

Kompas.com - 22/07/2021, 14:00 WIB
Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berfoto dengan medali emas Olimpiade Rio yang dimenangi setelah mengalahkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying Goh, 21-14, 21-12, pada laga final di Riocentro Pavilion 4, Rio de Janeiro, Brasil, (17/8/2016). GOH CHAI HIN/AFP PHOTOPasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berfoto dengan medali emas Olimpiade Rio yang dimenangi setelah mengalahkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying Goh, 21-14, 21-12, pada laga final di Riocentro Pavilion 4, Rio de Janeiro, Brasil, (17/8/2016).

KOMPAS.com - Olimpiade Tokyo 2020 akan menjadi keikutsertaan ke-16 Indonesia pada ajang Olimpiade. Adapun, penampilan perdana Merah Putih di pesta olahraga internasional terbesar itu adalah pada 1952 di Helsinki, Finlandia.

Pada Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia berkekuatan 28 atlet yang terdiri dari delapan cabang olahraga (cabor).

Delapan cabor Olimpiade yang bakal diikuti Indonesia adalah bulu tangkis, atletik, panahan, menembak, dayung (rowing), selancar (surfing), angkat besi, dan renang.

Dari 28 atlet Merah Putih yang akan tampil pada Olimpiade 2020 di Tokyo, perwakilan terbanyak berasal dari cabor bulu tangkis dengan total 11 atlet.

Sementara untuk cabor menembak dan selancar, Indonesia hanya memiliki masing-masing satu wakil.

Pada Olimpiade terakhir di Rio de Janeiro, Indonesia juga berkekuatan 28 atlet dan berhasil membawa pulang tiga medali yaitu satu emas dan dua perak.

Baca juga: Daftar 32 Medali Indonesia pada Ajang Olimpiade

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari Olimpiade Rio 2016, medali emas bagi Merah Putih dipersembahkan oleh cabor bulu tangkis melalui ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Adapun, dua medali perak disumbangkan oleh Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni Agustiani dari cabor angkat besi.

Keberhasilan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir merebut medali emas kembali membuat Indonesia mengukir catatan manis di Olimpiade.

Sebab, Indonesia kembali merasakan medali emas setelah tradisi emas Merah Putih di Olimpiade sempat terputus pada Olimpiade London 2012.

Berikut KOMPAS.com merangkum empat catatan manis Indonesia pada ajang Olimpiade sejak pertama kali tampil pada 1952.

1. Medali perdana

Mengutip KOMPAS Pedia, medali pertama Indonesia pesta olahraga internasional terbesar itu hadir pada Olimpiade Seoul 1988.

Setelah tujuh kali berpartisipasi di Olimpiade tanpa perolehan medali, Indonesia baru bisa meraih medali pada keikutsertaan ke-8.

Trio pemanah Merah Putih yaitu Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardani, dan Lilies Handayani berhasil menyabet medali perak pada Olimpiade Seoul.

Perolehan satu medali perak pada Olimpiade Seoul 1988 menjadi catatan bersejarah bagi Indonesia. Sebab, untuk pertama kalinya dalam 36 tahun, Indonesia mendapatkan medali Olimpiade.

Baca juga: Profil Atlet Panahan Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020

2. Medali emas pertama

Kolase pebulu tangkis tunggal putra Alan Budikusuma (kiri) dan pemain tunggal putri Susy Susanti saat meraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992.Dok. Tribunnews Kolase pebulu tangkis tunggal putra Alan Budikusuma (kiri) dan pemain tunggal putri Susy Susanti saat meraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992.

Indonesia menggoreskan kisah manis pada Olimpiade Barcelona 1992. Untuk pertama kalinya, ada atlet Merah Putih yang berhasil meraih medali emas Olimpiade.

Dua medali emas pada Olimpiade 1992 dipersembahkan oleh Susy Susanti dan Alan Budikusuma dari cabor bulu tangkis.

Pada Olimpiade Barcelona 1992, Indonesia total meraih lima medali yang semuanya berasal dari bulu tangkis.

Selain Susy Susanti dan Alan Budikusuma yang merebut medali emas, juga ada Ardy Wiranata (perak tunggal putra), Eddy Hartono/Rudy Gunawan (perak ganda putra), dan Hermawan Susanto (perunggu tunggal putra).

3. Tradisi emas

Susy Susanti dan Alan Budikusuma tak hanya memberikan medali emas pertama bagi Indonesia. Pencapaian ini juga menjadi awal dimulainya tradisi emas Merah Putih di Olimpiade.

Sejak Olimpiade 1992 di Barcelona hingga Olimpiade Beijing 2008, Indonesia selalu bisa membawa pulang setidaknya satu medali emas.

Medali emas itu pun selalu hadir melalui cabor bulu tangkis yaitu Rexy Mainaky/Ricky Subagja (ganda putra, Atlanta 1996), Tony Gunawan/Candra Wijaya (ganda putra, Sydney 2000), Taufik Hidayat (tunggal putra, Athena 2004), dan Markis Kido/Hendra Setiawan (ganda putra, Beijing 2008).

Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan (kiri) dan Markis Kido (kanan), ketika meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008.AFP/ GOH CHAI HIN Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan (kiri) dan Markis Kido (kanan), ketika meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008.

Baca juga: Kiprah Timnas Indonesia di Olimpiade, Ketika Pasukan Garuda Merepotkan Uni Soviet

Tradisi emas Indonesia sempat terhenti pada Olimpiade London 2012.

Namun, empat tahun kemudian di Rio de Janeiro, Indonesia kembali merasakan manisnya medali emas Olimpiade melalui Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

4. Panen medali di Sydney dan Beijing

Olimpiade Sydney 2000 dan Beijing 2008 menjadi penampilan terbaik Indonesia dalam sejarah Olimpiade hingga saat ini.

Perolehan medali terbanyak Indonesia di Olimpiade terjadi pada dua edisi Olimpiade tersebut.

Di Sydney dan Beijing, Indonesia sama-sama sukses membawa pulang total enam medali.

Pada Olimpiade Sydney 2000, enam medali Merah Putih yaitu satu emas (bulu tangkis), tiga perak (2 bulu tangkis, 1 angkat besi), dan dua perunggu (angkat besi).

Kemudian pada Olimpiade Beijing 2008, Indonesia kembali membawa pulang enam medali yaitu satu emas (bulu tangkis), satu perak (bulu tangkis), empat perunggu (3 angkat besi, 1 bulu tangkis).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.