SDM Olimpiade Tokyo Akan Dipangkas

Kompas.com - 25/09/2020, 23:32 WIB
Medali Olimpiade Tokyo yang dibuat dari limbah elektronik. 6 juta di antaranya adalah limbah ponsel lawas yang diperoleh dari NTT DoCoMo. EngagetMedali Olimpiade Tokyo yang dibuat dari limbah elektronik. 6 juta di antaranya adalah limbah ponsel lawas yang diperoleh dari NTT DoCoMo.

TOKYO, KOMPAS.com - Staf, ofisial, dan sumber daya manusia (SDM) selama perhelatan Olimpiade Tokyo pada 2021 akan dipangkas jumlahnya.

"Ini adalah bagian dari usulan pengurangan agenda kegiatan," kata Ketua Tokyo 2020 Yoshiro Mori, hari ini.

Baca juga: Ada Usulan Penyederhanaan Agenda di Olimpiade Tokyo

Pengurangan jumlah SDM, kata Mori berkisar antara 10-15 persen.

Logo Olimpiade Tokyo 2020Shutterstock Logo Olimpiade Tokyo 2020

Usulan lain adalah periode pembukaan lebih singkat dan kegiatan pusat pers dapat dikurangi delapan hari.

"Upacara penyambutan bagi atlet juga dibatalkan," kata Mori.

Usulan-usulan itu mengemukan di tengah masih belum usainya pandemi corona.

Ilustrasi virus coronaShutterstock Ilustrasi virus corona

Sementara itu, PM Jepang Yoshihide Suga mengatakan bahwa Olimpiade Tokyo pada 2021 adalah momentum pariwisata untuk menghidupkan kembali perekonomian Jepang.

"Kesuksesan Olimpiade Tokyo adalah prioritas utama pemerintah Jepang," kata Yoshihide Suga.

"Kami sudah bertekap menggelar Olimpiade Tokyo pada 2021 apa pun yang terjadi," tegas Presiden Tokyo 2020 Yoshiro Mori.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X