Indonesia Catat Kenaikan Jumlah Pemirsa E-sports

Kompas.com - 30/07/2020, 19:25 WIB
Timnas esports Indonesia bertanding melawan timnas esports Filipina dalam final Mobile Legends SEA Games 2019 di Filoil Flying V Center, Manila, Filipina, Minggu (8/12/2019). Timnas esports Indonesia berhasil meraih medali perak. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGTimnas esports Indonesia bertanding melawan timnas esports Filipina dalam final Mobile Legends SEA Games 2019 di Filoil Flying V Center, Manila, Filipina, Minggu (8/12/2019). Timnas esports Indonesia berhasil meraih medali perak.

LONDON, KOMPAS.com - Selama masa pandemi, menurut riset WARC, jumlah pemirsa e-sports di Indonesia mengalami kenaikan.

"Kenaikan mencapai 24 persen," kata pernyataan WARC.

Baca juga: Di Masa Pandemi, E-sports Kian Dinanti

Kata WARC, Korea Selatan mengalami kenaikan 26 persen.

Timnas esports Indonesia bertanding melawan timnas esports Filipina dalam final Mobile Legends SEA Games 2019 di Filoil Flying V Center, Manila, Filipina, Minggu (8/12/2019). Timnas esports Indonesia berhasil meraih medali perak.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Timnas esports Indonesia bertanding melawan timnas esports Filipina dalam final Mobile Legends SEA Games 2019 di Filoil Flying V Center, Manila, Filipina, Minggu (8/12/2019). Timnas esports Indonesia berhasil meraih medali perak.

Kegiatan e-sports di masa pandemi semakin dinanti lantaran terhentinya aktivitas olahraga konvensional di hampir seluruh dunia.

Lantaran itulah, dalam catatan WARC, berbondong-bondong masyarakat menjadi pemirsa kegiatan e-sports.

Pergelaran turnamen akbar esports pada 2020 bakal diadakan kembali. Pergelaran itu bertajuk Piala Presiden Esports 2020.
Piala Presiden Esports 2020 Pergelaran turnamen akbar esports pada 2020 bakal diadakan kembali. Pergelaran itu bertajuk Piala Presiden Esports 2020.

Menurut WARC fakta ini membuat belanja iklan di e-sports pun mengalami kenaikan.

Sampai dengan 2020 usai, WARC memprediksikan adanya kenaikan 9,9 persen belanja iklan menjadi 844 juta dollar AS atau setara dengan Rp 11,88 triliun.

"Hingga 2022, kami memprediksikan ada sekitar 1 miliar dollar AS untuk belanja iklan di e-sports," kata pernyataan WARC.

Ilustrasi virus coronaShutterstock Ilustrasi virus corona

Televisi

Ilustrasi televisi layar lengkung (curved)AQUA Japan Ilustrasi televisi layar lengkung (curved)

Sebaliknya, penurunan justru terjadi pada belanja iklan di televisi konvensional.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X