Tradisi Unik Berllian Marsheilla dan Keluarganya Saat Lebaran

Kompas.com - 23/05/2020, 12:00 WIB
Pemain bola voli dari tim Jakarta Elektrik PLN, Berllian Marsheilla, berpose di kawasan belanja Nagoya, Batam, Minggu (12/2/2017). ISTIMEWAPemain bola voli dari tim Jakarta Elektrik PLN, Berllian Marsheilla, berpose di kawasan belanja Nagoya, Batam, Minggu (12/2/2017).
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pebola voli putri Indonesia, Berllian Marsheilla, adalah atlet yang lahir dan besar dari keluarga voli.

Kedua orangtua dan ketiga adiknya menekuni voli.

Meski akrab dengan bola voli di rumah dan di lapangan, Berllian Marsheilla tidak pernah merasa jenuh.

Menurut Berllian, keluarganya saling mendukung satu sama lain saat bertanding.

Begitu pula saat berada di rumah.

"Kami kalau di rumah, adik-adik semua berkumpul. Kebetulan kami semua sama-sama atlet voli. Jadi pas sore sambil menunggu berbuka kami passing-passingan bola voli," kata Sheilla (sapaan akrab Berllian Marsheilla) kepada BolaSport.com.

Selain bermain voli, Sheilla kerap menyiapkan makanan berbuka puasa dengan adik-adiknya.

Baca juga: Berllian Marsheilla Masih Punya Ikatan Saudara dengan Markis Kido

"Kami suka membuat sendiri minuman untuk berbuka seperti es timun suri dan es blewah, sementara Mama memasak di dapur. Terkadang, kami mencari takjil di luar. Saar berbuka puasa, kami benar-benar berkumpul di tengah," ucap perempuan 30 tahun ini.

Sheilla juga  menceritakan tradisi yang biasa dilakukannya saat hari raya Idul Fitri.

"Tradisi lebaran, kami dibangunkan Mama jam 05,00 pagi karena kami susah sekali dibangunkan. Tetapi, kami baru bangun jam 06.00 atau 06.30. Itu sudah pasti," ujar Sheilla.

"Biasanya kami makan dulu sebelum salat Ied bareng. Setelah shalat Ied, kami berkumpul di ruang tengah. Disitu menjadi kesempatan mengeluarkan unek-unek selama setahun terakhir. Anak-anak memberi masukkan kepada orangtua," tutur pemain berposisi libero ini.

Baca juga: Memasak, Cara Berllian Marsheilla Usir Bosan Saat Pandemi Covid-19

Momen tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh anggota keluarga untuk mencurahkan isi hati masing-masing.

"Terbuka semuanya. Habis itu, semua menangis. Pernah ada kejadian lucu. Saya punya dua adik dua perempuan dan satu laki-laki. Anak perempuan sekamar, lalu kami bercandain adik yang kecil. 'Ngapain tidur di sini, sempit."

"Akhirnya adik saya yang bungsu tidur di kamar Mama. Ternyata sikap kami itu menjadi keluhan yang dia ungkapkan saat lebaran. Jelin kesal, sedih selalu diusir sama kakak Sheilla dan Yola di kamar," aku Sheilla.

Setelah itu, seluruh anggota keluarga tertawa karena sebenarnya sikap yang dilakukan Sheilla hanya sekadar bergurau.

"Setelah berkumpul dengan keluarga inti, kami biasanya berkeliling ke rumah saudara. Tetapi, tahun ini tidak karena wabah virus corona." (Delia Mustikasari)


Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X