Kisah Evan Dimas yang Ganjal Sepatu dengan Kain karena Tak Mampu Beli Baru

Kompas.com - 22/05/2020, 05:30 WIB
Evan Dimas Darmono (kiri) dan Riko Simanjuntak (kanan) saat merayakan gol pada laga Persija Jakarta vs Borneo FC dalam lanjutan pekan pertama Shopee Liga 1 2020 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu 1 Maret 2020. BOLASPORT.COM/ MUHAMMAD ALIF AZISEvan Dimas Darmono (kiri) dan Riko Simanjuntak (kanan) saat merayakan gol pada laga Persija Jakarta vs Borneo FC dalam lanjutan pekan pertama Shopee Liga 1 2020 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu 1 Maret 2020.

KOMPAS.com - Pemain timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono, telah melalui perjalanan sulit hingga mencapai kesuksesan sebagai pesepak bola profesional.

Evan Dimas memang bukan berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi berkecukupan.

Gelandang milik Persija Jakarta itu mengakui bahwa dirinya telah banyak melalui kesusahan pada masa awal kariernya.

Pengalaman itu diceritakan Evan Dimas saat menjadi bintang tamu di kanal Youtube Garuda Nusantara.

Evan Dimas mengatakan, orang tuanya bahkan pernah meminta dirinya mundur dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Mitra Jaya Surabaya, tempatnya berlatih.

Impitan ekonomi menjadi alasan utama orang tua Evan Dimas tidak mendukung sang anak bermain sepak bola.

Baca juga: Cara Licik Evan Dimas Jika Bertemu Hansamu Yama di Shopee Liga 1

"Orang tua sebenarnya selalu mendukung dalam karier sepak bola saya, tapi pada waktu itu terkendala dengan materi. Jadi orang tua bilang untuk ikut main bola di kampung-kampung," kata Evan Dimas.

"Saat itu, saya ngotot untuk terus di SSB karena saat itu kendalanya banyak."

"Dari mulai uang bulanan, beli sepatu, kendaraan buat latihan karena tidak ada yang mengantarkan, dan masih banyak lagi," tutur Evan Dimas mengenang masa lalunya.

Impitan ekonomi bahkan pernah membuat Evan Dimas harus bermain sepak bola dengan sepatu yang diganjal kain.

Evan Dimas terpaksa mengganjal sepatu dengan kain karena terlalu besar, sedangkan dirinya tidak mampu membeli yang baru.

Dia mengatakan, sepatu seharga Rp 20.000 itu adalah sepatu sepak bola pertama miliknya.

Uniknya, sepatu yang Evan Dimas beli ternyata berukuran lebih besar.

Oleh karena itu, dirinya harus menambahkan kain di ujung sepatu agar bisa pas di kaki.

Namun, kesulitan ekonomi tidak menghentikan tekad Evan Dimas untuk bermain sepak bola.

Evan Dimas pun memaksa orang tuanya untuk tidak menghentikan dirinya dari SSB yang ia bela saat itu.

Evan Dimas pertama masuk SSB saat masih kelas IV SD. Waktu itu, dia sempat mengikuti dua SSB sekaligus.

"SSB pertama saya di Sasana Bakti dari kelas IV SD sampai I SMP," kata dia.

Baca juga: Evan Dimas Jadi Idola Mantan Penggawa Persija Jakarta

"Dari situ, pindah ke Mitra Surabaya karena jarak yang lebih dekat dengan rumah sampai," ujarnya menambahkan.

Evan Dimas sendiri mengawali karier sepak bolanya saat di Persebaya Surabaya junior.

Karier dia terus berkembang hingga Persebaya Surabaya versi IPL berganti nama dan berubah menjadi Bhayangkara FC saat ini.

Evan Dimas kemudian berkelana ke beberapa klub hingga akhirnya ia sekarang memperkuat tim Macan Kemayoran--julukan Persija Jakarta. (Rinaldy Azka Abdillah)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X