Tekanan Non-Teknis Tontowi/Liliyana di Olimpiade, Sama-sama Sensitif

Kompas.com - 19/05/2020, 10:20 WIB
Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berfoto dengan medali emas Olimpiade Rio yang dimenangi setelah mengalahkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying Goh, 21-14, 21-12, pada laga final di Riocentro Pavilion 4, Rio de Janeiro, Brasil, (17/8/2016). GOH CHAI HIN/AFP PHOTOPasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, berfoto dengan medali emas Olimpiade Rio yang dimenangi setelah mengalahkan wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying Goh, 21-14, 21-12, pada laga final di Riocentro Pavilion 4, Rio de Janeiro, Brasil, (17/8/2016).

KOMPAS.com - Gelaran Olimpiade Rio 2016 menjadi puncak prestasi bagi Tontowi Ahmad. Berpasangan dengan Liliyana Natsir, Tontowi sukses meraih medali emas nomor ganda campuran cabang bulu tangkis pada pesta olahraga dunia empat tahunan tersebut.

Pelatih kepala ganda campuran PBSI, Richard Mainaky, mengatakan bahwa medali emas Olimpiade Rio 2016 merupakan momen terindah bagi dirinya bersama Tontowi dan Liliyana.

"Kenangan paling indah itu memang di Olimpiade, tetapi saya rasa sepaket dengan dua Kejuaraan Dunia tahun 2013 dan 2017 serta hattrick All England tahun 2012, 2013, dan 2014," ucap Richard, seperti dikutip dari laman BadmintonIndonesia.org, Selasa (19/5/2020).

"Olimpiade memang berkesan karena kan itu sempat tahun sekali," imbuhnya.

Baca juga: Ucapan Terima Kasih Tontowi Ahmad untuk Sang Pelatih dan Liliyana Natsir

Richard menuturkan, Tontowi dan Liliyana menghadapi tekanan besar dalam perjalanan menuju Olimpiade Rio 2016, termasuk permasalahan non-teknis di antara mereka.

Tekanan yang sama juga dirasakan oleh Richard sebagai pelatih. Bahkan ia sempat emosional pada suatu turnamen yang diikuti Tontowi/Liliyana.

"Tekanan menuju Olimpiade sangat besar. Jangankan pemain, saya sebagai pelatih juga merasakan tekanan dan sempat emosional di suatu turnamen," beber Richard.

"Jadi saat itu baik Owi (sapaan akrab Tontowi) maupun Butet (sapaan akrab Liliyana) sama-sama sensitif."

"Yang satu teledor, ditegur sama yang satu lagi. Yang satu merasa nggak terima, merasa kalau nggak ada saya kan dia juga nggak bisa juara."

Baca juga: Tontowi Ahmad Merasa Tidak Pantas Dibuatkan Acara Perpisahan Pensiun

"Hal-hal seperti ini yang sebetulnya masalahnya di komunikasi, karena sebetulnya mereka berdua kan punya tujuan yang sama," tandasnya.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X