Liliyana Natsir: Tak Akan Ada Lagi Teriakan untuk Tontowi di Istora

Kompas.com - 18/05/2020, 19:20 WIB
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, bertanding melawan ganda campuran Malaysia, Peng Soon Chan dan Liu Yin Goh pada pertandngan semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (26/1/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOGanda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, bertanding melawan ganda campuran Malaysia, Peng Soon Chan dan Liu Yin Goh pada pertandngan semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (26/1/2019).

KOMPAS.com - Eks pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir, menyebut satu hal yang akan dirindukan setelah mantan partnernya, Tontowi Ahmad, memutuskan gantung raket atau pensiun.

Pebulu tangkis yang akrab disapa Butet itu mengatakan, pencinta bulu tangkis Tanah Air akan merindukan teriakan untuk Tontowi di Istora Senayan, Jakarta, salah satu panggung pebulu tangkis nasional hingga dunia berlaga.

Hal itu ia ungkapkan lewat salah satu unggahan di akun Instagram pribadinya, Senin (18/5/2020) sore WIB.

"Dengan pensiunnya Owi (sapaan akrab Tontowi), maka di Istora tak akan bergema lagi teriakan untuk Owi," tulis Liliyana Natsir.

"Pasti akan rindu dengan suasana pertandingan dan dukungan para pencinta bulu tangkis, seperti saya yang sampai saat ini masih merindukan teriakan Owi/Butet yang menggema di Istora," imbuh dia.

Baca juga: Prestasi Gemilang Tontowi Ahmad yang Bakal Terus Dikenang...

Liliyana Natsir mulai dipasangkan dengan Tontowi sejak 2010.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada tahun pertama mereka dipasangkan, nama Tontowi/Liliyana Natsir langsung melejit seiring dengan prestasi yang mampu ditorehkan, yakni gelar Macau Open dan Indonesia Masters.

Satu tahun setelahnya, mereka berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas SEA games 2011.

Gelar-gelar superseries (sekarang BWF World Tour) pun perlahan-lahan dikumpulkan oleh keduanya sehingga mereka memastikan diri bergabung dalam peta persaingan ganda campuran dunia.

Legasi mereka berlanjut seusai mencatatkan sejarah pada ajang All England.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X