Bagus Kahfi hingga Dedik Setiawan, Para "Mutiara" di Timnas Indonesia

Kompas.com - 16/05/2020, 13:00 WIB
Pencetak gol perdana, Bagus Kahfi saat ujicoba Internasional, Timnas Indonesia U-19 melawan Tinas China yang berakhir dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/10/2019) malam. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPencetak gol perdana, Bagus Kahfi saat ujicoba Internasional, Timnas Indonesia U-19 melawan Tinas China yang berakhir dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/10/2019) malam.

KOMPAS.com - Timnas Indonesia tengah merasakan kesulitan mencari striker lokal yang mampu menjawab kepercayaan pelatih maupun pencinta sepak bola Tanah Air.

Sebelumnya, nama penyerang seperti Bambang Pamungkas, Boaz Solossa, hingga Lerby Eliandry Pong Babu bisa mendapat tempat di posisi striker.

Akan tetapi, sejak adanya naturalisasi, striker lokal kesulitan mendapatkan tempat di timnas Indonesia.

Mantan striker lokal timnas, Kurniawan Dwi Yulianto, mengakui hal tersebut memang benar adanya.

Baca juga: Eks Pemain Timnas Brasil Klaim Lebih Berbakat daripada Messi dan Ronaldo

Bagi pelatih klub Malaysia, Sabah FA, banyak hal yang mempengaruhi striker lokal kerap kalah saing dengan penyerang naturalisasi.

Seperti halnya kurangnya jam terbang striker lokal di klub karena pelatih masing-masing klub lebih memercayakan lini depan mereka kepada slot asing.

"Memang regenerasi striker lokal sangat minim, banyak faktor juga," kata Kurniawan Dwi Yulianto kepada aku YouTube Tabloid Bola tahun 2018 lalu.

"Tren sepak bola sekarang kan menggunakan satu striker, di mana biasanya klub-klub itu memakai slotnya dipakai oleh pemain asing."

Baca juga: Kesempatan Timnas Indonesia Hadapi Luiz Felipe Scolari Batal Terwujud

"Jadi, striker-striker muda kita minim banget jam terbangnya," terang dia.

Lebih lanjut, dalam skema satu striker, penyerang tunggal tersebut diwajibkan mampu menahan bola guna menanti bantuan dari second line.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X